Al-'Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan,
Dahulu, para ulama yang memiliki sifat wara’ (hati-hati) sangat menghindari memberi ucapan selamat kepada penguasa zalim atas jabatan mereka, atau kepada orang bodoh yang diangkat menjadi hakim, pengajar, maupun pemberi fatwa. Hal ini dilakukan demi menghindari kemurkaan Allah agar kedudukan mereka tidak jatuh di hadapan-Nya.
📝 Ahkam Ahli Adz-Dzimmah, 1/442
Urbn