Minggu, 25 Januari 2026

Sesama pendaku salafy saling mengingkari.....bukan part 8.

Sesama pendaku salafy saling mengingkari.....bukan part 8.

Siapapun mengamati akan menemukan fakta unik, sesama "bus kota saling mendahului", karena sebagian bus kuta merasa hanya dia yang layak disebut bus kota, sedang yang lain hanyalah bus gelap alis berplat hitam . 

Ini bukan hanya di indonesia, sampaipun di Saudi Arabia, kejadian ini benar benar nyata.

Syeikh Dr. Muhammad bin Hadi dan murid murid loyalisnya gencar mendiskreditkan Prof Dr. Rabi' bin Hadi Al Madkhali dan loyalisnya. Beliau berdua dan loyalisnya semisal SYeikh Ubaid Al Jabiri juga tak lelah mendiskreditkan Prof Dr. Ibrahim Ar Ruhaily dan semua yang masih berbesar hati menimba ilmu darinya,.

Prof Sulaiman Ar Ruhaily juga tidak selamat dari ulah sebagian mereka, Prof Dr Abdurrazzaq Al Abbad jauh jauh hari tidak selamat dari hujatan dan tuduhan Dr. Abdullah Al Bukhari dan juga banyak murid murid Prof Rabi' Al Madkhali.

Sesama murid murid Syeikh Muqbil Al Wadi'i juga demikian, saling mengusir saudaranya dari rumah besar salafi. Murid murid SYeikh Muhammad bin Nashiruddin Al Albani juga tidak selamat dari hal ini.

Pokoknya seru dan mbulet, sehingga orang yang mengikuti perkembangan ini benar benar bingung, dan bertanya tanya: lalu siapakah yang sebenarnya salafy? Dan tidakkah mungkin perbedaan yang terjadi diselesaikan dalam suasana dingin dan lembut?

Dan apakah benar, figur figur yang selama ini menyuarakanhal yang sama, mengajarkan hal yang sama, dan referensinya sama ternyata berbeda sehingga saling menyesatkan dan menuduh saudaranya keluar dari mrumah besar salafy?

Kondisi ini sebelumnya tidak terjadi, terutama semasa hidup Syeikh Abdul Aziz bin Baz, Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin, dan Syeikh Muhammad Nashiruddin Al Albani.

Namun sepeninggal mereka bertiga, pelan namun pasti, kerenggangan dan ketegangan terus muncul ke permukaan.

Satukondisi yang jauh jauh hari sudah dikawatirkan oleh ulama' senior kota Madinah Syeikh Abdul Muhsin Al Abbad, hafizhahullah, sehingga beliau menulis seruan umum kepada semua ahlissunnah dengan judul : Rifqan Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah. 

Satu tulisan yang menyuarakan keprihatinan beliau dan seruan kepada semua yang merasa sebagai ahlussunnah untuk mengedepankan sikap lemah lembut, terutama kepada sesama orang yang merasa sebagai ahlussunnah.

Namun demikian, apakah seruan beliau mendapat respon positif dari semua orang?

Tetu saja tidak demikian, "dalang mahir" yang selalu bermain di balik layar pasti tidak suka dengan seruan beliau, sehingga komporpun segera dinyalakan, minyak gorengpun segera dituangkan, untuk menggoreng seruan luhur beliau menjadi gorengan yang sedap disantap bersama kopi hitam, pelengkap majlis majlis "pertunjukan wayang orang".

Para dalang tersebut memfreming bahwa tulisan beliau di atas secara khusus ditujukan kepada Prof Dr Rabi' bin Hadi Al Madkhali, seperti budaya para nitizen yang setiap membaca status saya berkata: "Status ini ditujukan kepada siapa".

Padahal maksud beliau sangat luhur, menuliskan keprihatinan dan menyeru kepada semua orang......namun para "ki dalang mahir" akan segera kehilangan job bila seruan beliau ini diterima luas oleh para ulama' dan penuntut ilmu. Tidak ada pilihan kecuali menyalakan kompor dan memanaskan minyak goreng, sehingga jadilah gorengan renyah dan gurih yang memabngkitkan selera peserta majlis kopi dan lainnya.

Ada pula yang berusaha mengarahkan alur ceritanya bahwa tulisan beliau sengaja ditujukan kepada Syeikh Abdul Malik Ar Ramadhani Al Jazairy, sebagai bentuk ruju' alias penarikan kembali rekomendasi beliau kepada kitab karya Syeikh Abdul Malik.

Sehingga syeikh merasa perlu untuk menjelaskan maksud dan latar belakang beliau menulis kitab ini, bahwa kitab ini benar benar ditujukan kepada sesama ahlusunnah yang mudah berpecah belah setiap kali terjadi perbedaan. 

Beliau menegaskan bahwa kitab beliau ini tidak ditujukan kepada kelompok ikhwanul muslimin atau sejenisnya. 

Beliau menegaskan bahwa kondisi yang terjadi sesama ahlussunnah saat ini tidak lepas dari peran para pemilik kompor yang gencar dan solid menyalakan kompor dan memanaskan minyak gorengnya.  

Maaf, sudah kepanjangan statusnya, semoga dapat dimaklumi..... bila anda merasa bosan dan kecewa dengan status status saya, saya sangat berterimakasih bila anda segera lambaikan tangan dan tutup halaman saya.matur nuwun.

    
https://www.youtube.com/watch?v=RrYS3ROluzM
https://www.facebook.com/share/17eq3faSQk/
Ustadz Dr muhammad arifin badri Ma
.