𝗦𝘆𝗮𝗶𝗸𝗵 𝗣𝗿𝗼𝗳. 𝗗𝗿. 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗯𝗶𝗻 𝗠𝘂𝗵𝗮𝗺𝗺𝗮𝗱 𝗛𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗺𝗳𝘂
𝘜𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘦𝘵𝘶𝘳𝘶𝘯𝘢𝘯 𝘐𝘯𝘥𝘰𝘯𝘦𝘴𝘪𝘢 𝘢𝘴𝘢𝘭 𝘋𝘰𝘮𝘱𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘪𝘱𝘳𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘱𝘳𝘰𝘧𝘦𝘴𝘰𝘳 𝘥𝘪 𝘒𝘦𝘳𝘢𝘫𝘢𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘢𝘣 𝘚𝘢𝘶𝘥𝘪, 𝘱𝘢𝘬𝘢𝘳 𝘪𝘭𝘮𝘶 𝘩𝘢𝘥𝘪𝘴 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘵𝘶𝘥𝘪 𝘐𝘴𝘭𝘢𝘮, 𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘥𝘪𝘬𝘦𝘯𝘢𝘭 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶𝘪 𝘥𝘦𝘥𝘪𝘬𝘢𝘴𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘪𝘯𝘢𝘢𝘯 𝘨𝘦𝘯𝘦𝘳𝘢𝘴𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘥𝘦𝘮𝘪𝘴𝘪.
𝗣𝗿𝗼𝗳𝗶𝗹 𝗦𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁 𝗧𝗼𝗸𝗼𝗵
Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Muhammad Hasan Dumfu merupakan salah satu ulama kontemporer di Kerajaan Arab Saudi yang memiliki garis keturunan Indonesia. Kedua orang tuanya berasal dari Kabupaten Dompu, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, sedangkan beliau lahir di Kota Thaif pada tahun 1378 Hijriah (sekitar 1958 Masehi).
Di lingkungan akademik Timur Tengah, beliau dikenal sebagai pakar ilmu hadis dan studi Islam yang mengabdikan sebagian besar perjalanan hidupnya di dunia pendidikan tinggi. Kiprahnya lebih banyak berlangsung di ruang-ruang akademik daripada di panggung publik. Meski tidak banyak tampil di media, kontribusinya dalam membina mahasiswa, mengembangkan pendidikan tinggi, dan menghasilkan karya ilmiah menjadikan beliau sebagai salah satu tokoh keturunan Indonesia yang memiliki posisi penting di lingkungan akademik Arab Saudi.
«"Kemuliaan ilmu tidak hanya terletak pada banyaknya pengetahuan yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya."»
𝗟𝗮𝘁𝗮𝗿 𝗕𝗲𝗹𝗮𝗸𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗴𝗮
Syaikh Abdullah lahir dan dibesarkan di Kota Thaif, sebuah kota yang terletak di kawasan pegunungan sebelah tenggara Makkah. Walaupun lahir di Arab Saudi, beliau berasal dari keluarga perantau Indonesia. Ayah dan ibunya merupakan keturunan asli Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.
Nama belakang "Dumfu" merupakan bentuk pelafalan bahasa Arab dari nama Dompu, yang hingga kini tetap menjadi identitas keluarga beliau. Nama tersebut menjadi simbol keterikatan dengan tanah leluhurnya di Pulau Sumbawa sekaligus mencerminkan jejak diaspora Indonesia di Timur Tengah.
𝗟𝗮𝘁𝗮𝗿 𝗕𝗲𝗹𝗮𝗸𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻
Seluruh pendidikan tinggi Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Muhammad Hasan Dumfu ditempuh di Kerajaan Arab Saudi.
Beliau meraih gelar Doktor (Ph.D.) dari Universitas Islam Imam Muhammad bin Su'ud Al-Islamiyah (Imam Muhammad ibn Saud Islamic University/IMSIU), Riyadh, salah satu universitas Islam paling bergengsi di dunia yang dikenal sebagai pusat pengembangan ilmu syariah, hadis, akidah, dan bahasa Arab.
Melalui perjalanan akademik yang panjang, beliau kemudian mencapai jenjang Profesor (Ustadz/أستاذ) pada Departemen Studi Islam, Fakultas Sastra dan Humaniora, Universitas Thaibah, Madinah. Dalam sistem pendidikan tinggi Arab Saudi, jabatan profesor merupakan jenjang akademik tertinggi yang diperoleh melalui proses penilaian ketat berdasarkan publikasi ilmiah, penelitian, pengabdian akademik, serta pengalaman mengajar.
𝗣𝗲𝗿𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗿𝗶𝗲𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗢𝗿𝗴𝗮𝗻𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶
Sebagian besar perjalanan akademik beliau berlangsung di Universitas Thaibah (Taibah University), Madinah, salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Kerajaan Arab Saudi.
Dalam perjalanan kariernya, beliau dipercaya mengemban berbagai jabatan strategis, antara lain sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah, Dekan Pascasarjana, serta Dekan Fakultas Sastra dan Humaniora (Adab wa Ulum Insaniyah) Universitas Thaibah pada periode 1434–1437 Hijriah.
Selain menjalankan tugas sebagai profesor, beliau juga aktif sebagai anggota berbagai dewan ilmiah universitas, pembimbing mahasiswa program magister dan doktor, serta penguji tesis dan disertasi di sejumlah perguruan tinggi di Arab Saudi.
Kepercayaan tersebut menunjukkan pengakuan terhadap kapasitas akademik dan integritas beliau dalam mengembangkan pendidikan tinggi Islam.
𝗞𝗼𝗻𝘁𝗿𝗶𝗯𝘂𝘀𝗶 𝘁𝗲𝗿𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁
Kontribusi terbesar Syaikh Prof. Dr. Abdullah Dumfu berada pada bidang pendidikan tinggi dan pengembangan ilmu keislaman.
Selama bertahun-tahun beliau mengabdikan diri untuk mendidik mahasiswa, membimbing penelitian, mengembangkan kurikulum, serta meningkatkan mutu pendidikan Islam di lingkungan Universitas Thaibah. Banyak mahasiswa yang pernah dibimbingnya kemudian berkiprah sebagai dosen, peneliti, hakim, pendidik, maupun ulama di berbagai negara.
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Barat, kiprah beliau menjadi bukti bahwa putra keturunan Indonesia mampu memberikan kontribusi nyata di tingkat internasional melalui jalur pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
𝗣𝗲𝗺𝗶𝗸𝗶𝗿𝗮𝗻 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗚𝗮𝗴𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗧𝗼𝗸𝗼𝗵
Syaikh Abdullah dikenal sebagai sosok yang sederhana, rendah hati, dan lebih memilih mengabdikan hidupnya di ruang kuliah daripada mengejar popularitas.
Pendekatan akademiknya menekankan pentingnya ketelitian dalam penelitian, penguasaan sumber-sumber klasik Islam, serta kesinambungan tradisi keilmuan. Bagi beliau, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan pembentukan karakter ilmuwan yang menjunjung integritas, objektivitas, dan tanggung jawab terhadap masyarakat.
𝗞𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗜𝗹𝗺𝗶𝗮𝗵
Sebagai profesor di bidang studi Islam dan hadis, beliau dikenal produktif menghasilkan karya ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit-penerbit akademik di Timur Tengah. Di antaranya:
• Marwiyyāt al-Imām al-Zuhrī al-Mu‘allah fī Kitāb al-‘Ilal li al-Dāraquṭnī.
• Ibrāhīm bin Muḥammad bin Sufyān: Riwāyatuhu wa Ziyādātuhu wa Ta‘līqātuhu ‘alā Ṣaḥīḥ Muslim.
• Ibnu Abī al-Dunyā wa Muṣannafātuhu al-Maṭbū‘ah: ‘Arḍ wa Naqd.
Karya-karya tersebut memperlihatkan konsistensi beliau dalam bidang ilmu hadis, biografi ulama, kritik naskah, dan studi keislaman.
𝗣𝗿𝗲𝘀𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗿𝗴𝗮𝗮𝗻
Beberapa capaian penting yang terdokumentasi dalam sumber-sumber publik antara lain:
• Profesor Departemen Studi Islam, Fakultas Sastra dan Humaniora Universitas Thaibah.
• Doktor lulusan Universitas Islam Imam Muhammad bin Su'ud Al-Islamiyah, Riyadh.
• Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Thaibah.
• Dekan Pascasarjana Universitas Thaibah.
• Dekan Fakultas Sastra dan Humaniora Universitas Thaibah.
• Anggota berbagai dewan ilmiah universitas.
• Pembimbing dan penguji tesis maupun disertasi program magister dan doktor.
• Penulis sejumlah buku dan karya ilmiah di bidang hadis dan studi Islam.
𝗣𝗲𝗻𝘂𝘁𝘂𝗽 𝗜𝗻𝘀𝗽𝗶𝗿𝗮𝘁𝗶𝗳
Perjalanan hidup Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Muhammad Hasan Dumfu menunjukkan bahwa dedikasi terhadap ilmu pengetahuan dapat melampaui batas negara, budaya, maupun asal-usul.
Sebagai putra keturunan Dompu yang lahir dan berkiprah di Tanah Suci, beliau membuktikan bahwa ketekunan menuntut ilmu, integritas akademik, dan pengabdian dalam dunia pendidikan mampu menghadirkan manfaat yang luas bagi umat.
Kiprahnya menjadi inspirasi bahwa membangun peradaban tidak selalu dilakukan dari panggung yang ramai, tetapi juga melalui ruang kuliah, perpustakaan, penelitian, dan proses panjang mendidik generasi penerus dengan ilmu yang bermanfaat.
𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝘂𝗹𝗶𝘀
Tulisan ini disusun berdasarkan sumber-sumber publik yang dapat ditelusuri, meliputi pemberitaan media, publikasi universitas, dokumentasi akademik, katalog karya ilmiah, serta sumber terbuka lainnya yang relevan. Penulisan difokuskan pada rekam jejak, karya, dan aktivitas publik yang terdokumentasi. Informasi yang belum ditemukan dalam sumber yang memadai atau belum dapat diverifikasi secara independen tidak diuraikan lebih lanjut demi menjaga akurasi.
Foto yang digunakan dalam publikasi ini merupakan hasil penyuntingan digital berbasis foto tokoh yang telah tersedia di ruang publik dan digunakan untuk kepentingan ilustrasi profil.
Profil ini merupakan bagian dari upaya Desa Smart untuk mendokumentasikan tokoh-tokoh yang memiliki kontribusi, gagasan, karya, maupun peran dalam kehidupan sosial, budaya, pendidikan, pemerintahan, ekonomi, dan pembangunan masyarakat.