Jumat, 26 Juni 2026

pencucian uang

Dr. Salman Duaij Hamad Busaeed didalam jurnal ilmu syariah universitas islam Madinah, volume 56 nomor 202, tahun 2022, halaman 523–572, yang berjudul Ghaslul Mal wa Hukmu Hiyazatihi wal Intifa' bihi wa Subulut Takhallus minhu menyebutkan,

أن عملية غسل الأموال هي تحويل المال من صفة غير مشروعة إلى صفة تبدو مشروعة، وأن مصادر الأموال المغسولة قد تكون تقليدية أو معاصرة، وأن الجريمة الأصلية التي نشأ عنها المال المغسول محرمة، كما تحرم حيازة المال المغسول على غاسله، وعلى من آل إليه بطريق الإرث، ولا يجوز في الأصل الانتفاع بالمال المغسول.

"Proses pencucian uang adalah mengubah status harta dari yang tidak sah menjadi seolah-olah sah. Sumber harta yang dicuci dapat berasal dari berbagai jenis, baik tradisional maupun modern. Kejahatan asal yang menjadi sumber pencucian uang hukumnya haram. Demikian pula haram bagi pelaku pencucian uang untuk menguasai harta tersebut, termasuk bagi orang yang memperolehnya melalui jalan warisan. Oleh karena itu, pada asalnya tidak boleh memanfaatkan harta yang telah dicuci tersebut."
Ust hafit muhammad 

التعليق على اعتقاد السلف الذي ذكره سحنون المالكي(ت: ٢٤٠هـ)

التعليق على اعتقاد السلف الذي ذكره سحنون المالكي(ت:  ٢٤٠هـ) 

- للسماع ( درس واحد) اضغط هنا:

 https://t.me/mn80773/528

•  وفيه: 
- ترجمة سحنون. 
- عيادة المريض فضلها ومنافعها للعائد والمريض. 
- الإيمان بالبعث كيف يكون؟ ومن أولهم وعددهم والفرق بين النبي والرسول،  وثمرة ذلك. 
-الأيمان بالبعث، وثمرته. 
- الإيمان بالحساب، تعريفه وأدلته والحكمة منه،  ومن يحاسب من هؤلاء( الأنبياء، المؤمنون، الكفار،  الجن،  الحيوانات).؟ 
وثمرة ذلك. 
- الجنة والنار وأدلة وجودهما وبقائهما،  وثمرة ذلك. 

- تقديم أبي بكر وعمر، ونقل الإجماع، وخطبة على بن أبي طالب في ذلك،  وبيان مكانة الصحابة في صحة معتقدنا.
 
- كلام الله وأدلته وحقيقته وبيان فساد القول بخلق القرآن من وجوده ومفاسد القول بخلق القرآن. 
- قواعد نافعة في الأسماء والصفات. 

- رؤية الله اثباتها والرد على من انكرها  ومن يراه في الموقف ورؤية الله في الدنيا  ومناما
وفي الجنة،  ما الصحيح منها؟ 
المخالفون في الرؤية وبيان وجودهم ووجوب تعلم العقيدة
- الاستواء أدلته. 

- معاملة الحكام، وبيان الخروج بالكلام وذكر ذي الخوصيرة والخوارج القعدية كعمران بن حطان. 

- فضل من مات على السنة.

- الإجازة خاصة باعتقاد سحنون خاصة، وكتاب سير أعلام النبلاء للحافظ الذهبي عامة رحمهما الله.

**Komentar (Syarah) terhadap Akidah Salaf yang Disebutkan oleh Sahnun Al-Maliki (Wafat: 240 H)**
 * **Untuk mendengarkan (1 pelajaran saja), silakan klik di sini:**
   https://t.me/mn80773/528
• **Materi di dalamnya meliputi:**
 * Biografi singkat (Tarjamah) Imam Sahnun.
 * Keutamaan menjenguk orang sakit serta manfaatnya bagi yang menjenguk maupun yang dijenguk.
 * Bagaimana cara beriman kepada Hari Kebangkitan? Siapa orang yang pertama kali dibangkitkan, jumlah mereka, perbedaan antara Nabi dan Rasul, serta buah (manfaat) dari keimanan tersebut.
 * Beriman kepada Hari Kebangkitan dan buah manisnya.
 * Beriman kepada Hari Hisab (perhitungan amal): definisi, dalil-dalil, hikmah di baliknya, serta siapa saja yang akan dihisab di antara makhluk-makhluk berikut (para Nabi, orang mukmin, orang kafir, jin, dan hewan)? Serta buah dari keimanan tersebut.
 * Surga dan Neraka: dalil-dalil keberadaan serta kekekalan keduanya, beserta buah keimanannya.
 * Mendahulukan Abu Bakar dan Umar (dalam keutamaan), penukilan ijmak (kesepakatan ulama), khotbah Ali bin Abi Thalib mengenai hal tersebut, serta penjelasan tentang kedudukan para sahabat dalam keabsahan akidah kita.
 * Kalamullah (Firman Allah): dalil-dalilnya, hakikatnya, penjelasan tentang batilnya pendapat yang menyatakan bahwa Al-Qur'an adalah makhluk, serta dampak buruk dari pendapat tersebut.
 * Kaidah-kaidah yang bermanfaat dalam memahami Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah (Asma' wa Shifat).
 * Ru'yatullah (melihat Allah): penetapan dalilnya dan bantahan terhadap yang mengingkarinya, siapa yang bisa melihat-Nya di padang mahsyar, hukum melihat Allah di dunia, melihat Allah dalam mimpi, dan melihat Allah di Surga (mana pendapat yang sahih di antara hal-hal tersebut?). Penjelasan tentang kelompok yang menyimpang dalam masalah ini dan kewajiban mempelajari akidah.
 * Al-Istiwa' (bersemayamnya Allah di atas Arsy) beserta dalil-dalilnya.
 * Cara bersikap dan berinteraksi terhadap penguasa (pemerintah), penjelasan tentang bentuk pembangkangan (khuruj) melalui ucapan, serta penyebutan kisah Dzul Khuwaishirah dan kelompok Khawarij Al-Qa'adiyyah (Khawarij yang tidak ikut berperang tetapi memprovokasi lewat kata-kata) seperti Imran bin Hattan.
 * Keutamaan orang yang wafat di atas Sunnah.
 * Pemberian ijazah: secara khusus untuk kitab Akidah Sahnun, dan secara umum untuk kitab *Siyar A'lam an-Nubala'* karya Al-Hafiz Adz-Dzahabi, semoga Allah merahmati keduanya.

(Parameter/Kriteria dalam Memahami Maqashid Syariah).>


> قال الشيخ أ. د. عبدالسلام الشويعر حفظه الله:
> ولذلك لا يقبل قول امرئٍ ما لم يكن ذا دين، وذي عدالة، ولذلك فإن جانب التدين مؤثر في الحكم والتصور في الأحكام الفقهية من المفتين.
> ✍️ ضوابط في فهم مقاصد الشريعة.

> **Syaikh Prof. Dr. Abdussalam Asy-Syuwai'ir *hafizhahullah* berkata:**
> "Oleh karena itu, perkataan seseorang tidak dapat diterima kecuali jika ia adalah orang yang taat beragama (memiliki sifat *din*) dan adil. Maka dari itu, aspek religiusitas (ketaatan beragama) sangat berpengaruh dalam penetapan hukum dan pembentukan gambaran (persepsi) mengenai hukum-hukum fikih oleh para mufti."
> ✍️ *Dhawabit fi Fahmi Maqashid asy-Syari'ah* (Parameter/Kriteria dalam Memahami Maqashid Syariah).

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu amalan yang diterima (mabrur), rezeki yang terus mengalir, dan kehidupan yang tenang.'*

 Sa'id bin al-Musayyib *rahimahullah* berkata:**
"Aku pernah duduk di antara makam (Rasulullah) dan mimbar ('Raudhah'), lalu aku mendengar seseorang berdoa:
*'Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu amalan yang diterima (mabrur), rezeki yang terus mengalir, dan kehidupan yang tenang.'*
Maka aku pun menoleh, namun tidak melihat seorang pun." Sa'id berkata: "Lalu aku senantiasa mengamalkan (doa) kata-kata tersebut, dan aku tidak melihat kecuali kebaikan."
**– Al-Iqd al-Farid**

Kewajiban untuk mendengarkan dan menaati penguasa umat Islam

Abu Umar berkata dalam pengantarnya, mengenai sabda Nabi, semoga Allah memberinya rahmat dan keselamatan: “Agama adalah nasihat yang tulus.” Kami bertanya: Kepada siapa? Beliau menjawab: “Kepada Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum Muslimin, dan masyarakat umum mereka.” Beliau berkata: Ini sangat wajib bagi orang-orang yang bersekutu dengan mereka, duduk bersama mereka, dan setiap orang yang mampu memberi nasihat kepada penguasa wajib melakukannya. Malik berkata: Itu jika dia berharap penguasa akan mendengarkan. Abu Umar berkata: Dan berdoa untuk mereka, karena mereka biasa melarang mengutuk penguasa. Kemudian beliau meriwayatkan dengan sanadnya: Para sahabat senior Rasulullah, semoga Allah memberinya rahmat dan keselamatan, biasa melarang mengutuk penguasa (1).

166 - Al-Allamah Al-Iji : Muhammad ibn Abd al-Rahman ibn Muhammad al-Husseini al-Syafi'i

(905 H) Semoga Allah merahmatinya, beliau berkata: “Dan barangsiapa tidak menghakimi berdasarkan apa yang telah Allah wahyukan, maka merekalah orang-orang kafir.”

Hukum itu diturunkan mengenai Ahli Kitab, bukan mengenai orang-orang yang berbuat zalim dari umat ini, atau orang-orang yang sengaja meninggalkannya dan membiarkannya padahal mereka mengetahuinya, sehingga mereka termasuk orang-orang kafir, dan hukum itu berlaku bagi orang-orang Muslim, atau bukan kekafiran yang menjauhkan seseorang dari agama dan iman, melainkan kekafiran yang lebih ringan daripada kekafiran (2).

167 - Ulama Abu al-Ma'ali Kamal al-Din ibn Abi Sharif al-Maqdisi al-Hanafi

(906 H) Semoga Allah merahmatinya, beliau mengutip perkataan Ibnu al-Humam sebelumnya, menyetujuinya, dan menjelaskannya. Di antara apa yang beliau katakan adalah: “Lebih dari seorang Sahabat, semoga Allah meridai mereka, shalat di belakang Marwan bin al-Hakam, dan beliau meriwayatkan

(1) Al-Taj wal-Iklil, ringkasan Khalil (8/368), dan lihat: Ikmal al-Mu'allim karya Qadi 'Iyad (6/256), dan Al-Tamhid karya Ibnu 'Abd al-Barr

.(٢١/ ٢٨٥)

(2) Jami’ al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an, hal. (1/468-470).
Al-Bukhari, dalam sejarahnya, berdasarkan riwayat Abdul Karim Al-Bakka, berkata: Saya bertemu dengan sepuluh sahabat.

Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda bahwa mereka semua shalat di belakang imam-imam yang zalim (1).

168 - Al-Hafiz Jalal al-Din al-Suyuti Abu al-Fadl Abd al-Rahman al-Misri al-Shafi’i (911 H), semoga Allah merahmatinya, berkata: “Nasihat kepada para pemimpin orang-orang beriman adalah untuk menaati mereka dalam

Kenyataannya adalah kamu tidak boleh mengangkat senjata melawan mereka jika mereka tidak adil (2).

Beliau berkata: “Imam tidak dipecat karena perbuatan immoral, tetapi hakim dipecat karena perbuatan immoral. Perbedaannya terletak pada keagungan kedudukan Imam dan cobaan yang terjadi dalam pemecatannya” (3).

169 - Ulama Ahmad ibn Muhammad ibn Abi Bakr ibn Abd al-Malik al-Qastalani

Al-Masri (923 H), semoga Allah merahmatinya, berkata: “Barang siapa melihat sesuatu dari penguasanya yang tidak disukainya, hendaklah ia bersabar, karena sesungguhnya barang siapa memisahkan diri dari umat Islam, dan meninggalkan ketaatan kepada Imam, “sekecil apa pun,” dan kemudian meninggal dunia, “maka ia akan meninggal dalam keadaan bodoh,” artinya ia akan meninggal seperti orang-orang bodoh, karena mereka tidak kembali taat kepada penguasa, dan tidak mengikuti petunjuk Imam; bahkan mereka menentang hal itu, dan mereka bersikap otokratis dalam berbagai hal....”

Hadits-hadits ini memberikan bukti untuk menahan diri dari pemberontakan terhadap penguasa yang tidak adil dan untuk kewajiban mendengarkan dan menaati mereka. Para ulama sepakat bahwa ketaatan kepada penguasa yang merebut kekuasaan adalah wajib selama ia masih berkuasa.

(1) Al-Musamarah, penjelasan tentang Al-Musayarah, untuknya (1/272).

(2) Al-Musamarah: Penjelasan Al-Musamarah untuknya (272/1).

(3) Persamaan dan Analogi, hal. (527).

Dauroh Khusus internal asatidzah dan ustadzat PP Imam Bukhari bersama Syaikhuna Dr. Muhammad Hisyam Thahiri جزاه الله خيرا membahas kitab beliau:[ آثار السلف الصالحين وأقوال العلماء الناصحين في وجوب السمع والطاعة لولاة أمر المسلمين]

#DAUROH_MANHAJ

Hari ini mulai Dauroh Khusus internal asatidzah dan ustadzat PP Imam Bukhari bersama Syaikhuna Dr. Muhammad Hisyam Thahiri جزاه الله خيرا membahas kitab beliau:
[ آثار السلف الصالحين وأقوال العلماء الناصحين في وجوب السمع والطاعة لولاة أمر المسلمين]

Kitab ini setebal 243 halaman, diawali dengan pembukaan oleh Syaikh, metode penulisan, kemudian sebab beliau menulis kitab ini, yaitu: 

"Aku telah mendengar dan melihat, melalui sebagian tulisan dan artikel yang beredar di media sosial, bahwa sikap tidak mau mendengar dan taat kepada para penguasa serta memberontak terhadap mereka dianggap bukan sebagai perkara yang diada-adakan (bid'ah). Bahkan, menurut sebagian orang, hal itu bisa saja dianjurkan, bahkan mungkin diwajibkan memberontak!
Hal ini sangat mengejutkanku, terlebih lagi dengan adanya anggapan bahwa kewajiban mendengar dan taat hanyalah kepada pemimpin yang adil dan benar-benar mengurus kemaslahatan rakyat. Adapun pemimpin yang lebih mengutamakan kepentingan dirinya sendiri, kelompoknya, partainya, mazhabnya, atau aqidahnya, maka menurut anggapan tersebut tidak termasuk yang wajib ditaati. Maka aku pun merasa heran terhadap tulisan-tulisan semacam itu.! 
Yang semakin menambah keherananku adalah bahwa pendapat-pendapat tersebut terkadang dinisbatkan kepada sebagian ulama Salafus Shaleh. Di dalamnya juga dikutip ucapan-ucapan para ulama. 
Bahkan, orang yang menukil atau menyebarkan pemikiran tersebut mungkin termasuk orang yang mengaku berpegang teguh kepada Sunnah yang murni. Akan tetapi, ia merasa berat untuk menerapkan prinsip mendengar dan taat kepada penguasa karena melihat adanya sikap pemimpin yang mementingkan diri sendiri, kedzaliman, bid'ah, larangan terhadap ahlul-haq untuk menyampaikan kebenaran, dan berbagai alasan lain yang serupa".

Dalam kitab ini Syaikh membawakan 4 permasalahan penting:
1. Syarat-syarat pemimpin, beliau sebutkan 12 syarat. 
2. Penjelasan tentang Ahlul hal wal 'Aqd. 
3. Hak-hak rakyat yang harus ditunaikan pemimpin, ada 10 hak. 
4. Hak-hak pemimpin yang harus ditunaikan rakyat, ada 10 hak. 

Kemudian Syaikh membawakan empat bab:
Pertama. Dalil-dalil ayat dan penjelasannya tentang kewajiban mendengar dan mematuhi pemimpin dalam kebaikan. 
Kedua. Dalil-dalil hadits Nabi dan penjelasannya tentang kewajiban mendengar dan mematuhi pemimpin dalam kebaikan. Syaikh membawakan sebanyak 20 hadits shahih. 
Ketiga. Atsar dan riwayat dari para Salaf, juga para ulama tentang kewajiban mendengar dan mentaati pemimpin dalam kebaikan. 
Syaikh membawakan riwayat Salaf dan ucapan para ulama sebanyak 232, diawali dari ucapan Umar bin Khattab sampai dengan Syaikh Muhammad bin Ali Adam At Ityubi رحمهم الله الجميع. 
Keempat. Faidah-faidah dari perkataan Salaf. 
Beliau menyebutkan sebanyak 58 faidah penting. 

Kitab ini sangat bagus dalam bab pemimpin dan penguasa, serta bagaimana sikap Ahlis Sunnah dalam mengahadapi penguasa adil dan dzalim. 
-------------------------
وفق الله ولاة أمورنا وجميع ولاة أمور المسلمين لصلاح العباد والبلاد. 
Silahkan yang mau membaca lebih lengkap, bisa download di web Syaikh:
https://drabosalahm.com/%d8%a2%d8%ab%d8%a7%d8%b1-%d8%a7%d9%84%d8%b3%d9%84%d9%81-%d8%a7%d9%84%d8%b5%d8%a7%d9%84%d8%ad%d9%8a%d9%86-%d9%81%d9%8a/

Kamis, 25 Juni 2026

Transkrip kajian berbahasa Arab dan langsung muncul terjemahannya..bisa digunakan utk mentranskrip Dauroh Masyaikh, Audio berbahasa Arab dan audio siaran langsung TV TV Arab.

https://arabic.deli.web.id/?fbclid=IwdGRjcASqkyhjbGNrBKqTE2V4dG4DYWVtAjExAHNydGMGYXBwX2lkDDM1MDY4NTUzMTcyOAABHqX7wRnpqew9t5OMemeBCRMbI4BA263yXaOlJXDeG8HVEO7XzzywP57Qz6UY_aem_hbStVfBF0eMBsBzafwQrUQ
Aplikasi Transkrip Bahasa Arab Auto Terjemahan

Transkrip kajian berbahasa Arab dan langsung muncul terjemahannya..bisa digunakan utk mentranskrip Dauroh Masyaikh, Audio berbahasa Arab dan audio siaran langsung TV TV Arab. 

- Gunakan Microphone Eksternal
- Gunakan Microphone Laptop / PC
- Audio Mixer 
- Audio Microphone 
- Perangkat PC / Laptop

Link di kolom komentar..
https://www.facebook.com/share/p/1V27FDBqxT/