Muhammad yanu atmadji blog
blog ini berisikan kumpulan faedah faedah ilmu yang sangat bermanfaat kepada diri saya pribadi
Sabtu, 27 Juni 2026
wafatnya Khalifah Umar bin Khattab *radhiyallahu 'anhu
wafatnya Khalifah Umar bin Khattab *radhiyallahu 'anhu*.
## Detik-Detik Terakhir Wafatnya Umar bin Khattab
Ketika Umar bin Khattab *radhiyallahu 'anhu* ditikam, dibawakanlah susu kepadanya. Beliau meminumnya, namun susu tersebut keluar lagi dari pinggangnya. Maka tabib berkata kepadanya, *"Berwasiatlah wahai Amirul Mukminin, karena sesungguhnya Anda tidak akan selamat (akan wafat)."*
Lalu beliau memanggil putranya, Abdullah, dan berkata kepadanya, *"Bawalah Hudzaifah bin al-Yaman kepadaku..."*
Maka datanglah Hudzaifah, ia adalah sahabat yang telah diberi tahu oleh Rasulullah *shallallahu 'alaihi wa sallam* mengenai nama-nama kaum munafik, dan tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, Rasul-Nya, dan Hudzaifah.
Umar berkata—sementara darah terus mengalir dari pinggangnya—, *"Wahai Hudzaifah bin al-Yaman, aku memohon kepadamu demi Allah, apakah Rasulullah menyebutkan namaku di antara kaum munafik...?"*
Hudzaifah terdiam dan air matanya menetes, lalu berkata, *"Beliau memercayakan rahasia itu kepadaku, aku tidak bisa mengatakannya, wahai Umar."*
Umar berkata lagi, *"Demi Allah, katakan padaku, apakah Rasulullah menyebutkan namaku di antara mereka...?"*
Maka Hudzaifah pun menangis dan berkata, *"Aku akan mengatakannya kepadamu dan tidak akan mengatakannya kepada orang lain setelahmu; demi Allah, namamu tidak pernah disebutkan kepadaku (di antara kaum munafik)."*
### Izin untuk Dimakamkan di Samping Rasulullah
Umar berkata kepada putranya, Abdullah, *"Tersisa satu urusan lagi bagiku di dunia ini."*
Abdullah bertanya, *"Apa itu, wahai ayahku?"*
Beliau menjawab, *"Pergilah menemui Aisyah Ummul Mukminin, lalu katakan: 'Umar menyampaikan salam kepadamu.' Dan jangan katakan 'Amirul Mukminin', karena hari ini aku bukan lagi pemimpin bagi orang-orang beriman. Katakanlah bahwa Umar bin Khattab meminta izin agar bisa dimakamkan bersama kedua sahabatnya (Rasulullah dan Abu Bakar)."*
Maka Abdullah pun mengucapkan salam dan meminta izin (untuk masuk), lalu ia menemui Aisyah dan mendapatinya sedang duduk menangis.
Abdullah berkata, *"Umar bin Khattab menyampaikan salam kepadamu, dan meminta izin agar dimakamkan bersama kedua sahabatnya?"*
Aisyah menjawab, *"Tadinya aku menginginkan tempat itu untuk diriku sendiri, namun hari ini aku akan lebih mengutamakannya (Umar) daripada diriku sendiri."*
Maka Abdullah kembali dengan perasaan gembira.
### Ketundukan dan Ketakutan kepada Allah
Abdullah berkata, *"Wahai ayahku, beliau telah mengizinkan."* Kemudian Abdullah melihat pipi Umar berada di atas tanah. Abdullah segera duduk dan meletakkan pipi ayahnya di atas pahanya.
Umar menoleh kepada putranya dan berkata, *"Mengapa engkau menghalangi pipiku dari tanah?"*
Abdullah menjawab, *"Wahai ayahku..."*
Umar berkata, *"Letakkan pipi ayahmu ini di atas tanah agar wajahnya berlumuran debu. Celakalah Umar jika Rabb-nya tidak mengampuninya esok (di hari kiamat)."*
### Wasiat Terakhir dan Pemakaman
Umar wafat sebagai syahid setelah memberikan wasiat kepada putranya. Beliau berkata, *"Jika engkau telah mengusungku dan menyalatkanku di masjid Rasulullah, perhatikanlah Hudzaifah. Bisa jadi ia hanya ingin menenangkan perasaanku saat mengatakannya (tadi). Jika Hudzaifah ikut menyalatkanku, maka usunglah aku menuju rumah Rasulullah.*
*Kemudian berdirilah di depan pintu dan katakan: 'Wahai Ibu kami, anakmu Umar ada di depan pintu,' dan jangan katakan 'Amirul Mukminin', karena bisa jadi dulu ia mengizinkanku karena merasa sungkan kepadaku. Jika ia tidak mengizinkan, maka makamkanlah aku di pemakaman kaum muslimin'."*
Maka Abdullah mengusungnya dan melihat ke dalam masjid, ternyata Hudzaifah datang dan ikut menyalatkannya. Abdullah bin Umar pun merasa lega, lalu mengusung jenazah ayahnya ke rumah Aisyah.
Abdullah berkata, *"Wahai Ibu kami, anakmu Umar ada di depan pintu, apakah engkau mengizinkannya?"*
Aisyah menjawab, *"Masukkanlah ia."*
Maka dimakamkanlah Umar *radhiyallahu 'anhu* di samping kedua sahabatnya... Semoga Allah merahmati Umar bin Khattab dan meridhainya.
> Beliau telah memenuhi bumi dengan keadilan dan sangat takut kepada Allah dengan ketakutan yang luar biasa, padahal Rasulullah *shallallahu 'alaihi wa sallam* telah memberikan kabar gembira kepadanya dengan surga.
> Lalu, bagaimana dengan keadaan kita hari ini? Tidak ada seorang pun dari kita yang tahu apakah Rabb-nya ridha kepadanya atau tidak, namun meskipun demikian, kita justru lalai, tertawa, tidak merasa takut, dan tidak merasa khawatir.
>
🟢 عندما #طُعِن عمر بن الخطاب رضي الله عنه فأتي #بالحليب فشربه فخرج الحليب من #خاصرته .. فقال له #الطبيب: أوصِ يا أمير المؤمنين فإنك #لن_تعيش.
⬅️ فنادى ابنه عبدالله وقال له :
ائتني #بحذيفة بن اليمان ...
وجاء حذيفة وهو الصحابي الذي أعطاه الرسول صلى الله عليه وسلم ، أسماء #المنافقين ولا يعرفهم إلا الله ورسوله وحذيفة
🟢 وقال عمر و الدماء تجري من خاصرته: يا حذيفة بن اليمان #أناشدك الله هل قال الرسول اسمي #بين/ #المنافقين ...؟
فسكت حذيفة ودمعت عيناه وقال: #ائتمنني على #سر لا أستطيع أن أقوله يا عمر
🟢 قال: بالله عليك قل لي هل قال رسول الله اسمي بينهم ...؟؟
⬅️ #فبكى حذيفة فقال :
أقول لك ولا أقولها لغيرك والله #ماذكر اسمك عندي .
⬅️ فقال عمر لإبنه عبدالله:
بقي لي من الدنيا أمر واحد ،
فقال له: ما هو يا أبتاه ؟
🟢 قال:انطلق إلى #عائشة أم المؤمنين، فقل: يقرأ عليك #عمر السلام، ولا تقل #أمير المؤمنين فإني لست اليوم للمؤمنين أميرًا، وقل يستأذن عمر بن الخطاب أن #يدفن مع #صاحبيه، فسلم واستأذن، ثم دخل عليها فوجدها قاعدة #تبكي
⬅️ فقال: يقرأ عليك عمر بن الخطاب السلام، #ويستأذن أن #يدفن مع #صاحبيه؟
⬅️فقالت: كنت #أريده لنفسي، #ولأوثرن به اليوم على نفسي.
فعاد عبدالله #فرحأ.
🟢 وقال:يا ابتاه قد أذنت ثم رأى #خد عمر على #التراب فجلس عبدالله #ووضع خده على #فخده فنظر إلى ابنه وقال له
لم تمنع خدي من التراب؟
قال : يا ابتاه
⬅️ قال : ضع خد ابيك على التراب ليمرغ به وجهه فويل عمر ان لم يغفر له ربه غدا
⬅️استشهد عمر بعد أن أوصى ابنه فقال: ان حملتني وصليت عليّ في مسجد رسول الله فأنظر إلى حذيفة فقد يكون راعني في القول فإن صلى عليّ حذيفة فاحملني باتجاه بيت رسول الله
ثم قف على الباب فقل يا أماه ولدك عمر ولا تقل أمير المؤمنين فقد تكون استحيت مني فأذنت لي، فإن لم تأذن فادفني في مقابر المسلمين ،،
فحمله ونظر في المسجد فجاء حذيفة وصلى عليه، فاستبشر بن عمر وحمله إلى بيت عائشة ، فقال يا أمنا ولدك عمر في الباب هل تأذنين له ؟
فقالت: ادخلوه
فدفن سيدنا عمر ( رضي الله عنه ) بجانب صاحبيه...رحم الله عمر بن الخطاب و رضي عنه .
⬅️ ملأ الارض عدلا وخاف الله خوفا شديدا مع ان الرسول صلى الله عليه وسلم بشره بالجنة .. فما بالنا نحن اليوم لايدري احدنا أربُّه راضٍ عنه ام لا ؟ ومع ذلك #نلهو_ونضحك_ولانخاف_ولا نخش
Faedah salah satu ustadz alumni dammaj.
Faedah salah satu ustadz alumni dammaj.
Beliau alumni Sekolah formal. Ada Salah satu temannya di dammaj menyindir ngapain Sekolah formal dan tidak mencukupkan diri dengan pondok alasannya ada ikhtilat dll . Beliaupun menjawab "memangnya Ijazah antum asli ?"
Saat itu kebanyakan yang ambil paket memang nilainya ngarang ya lur ndak sesuai dengan hasil ujian.
"Dosanya besar mana ikhtilath atau Ijazah palsu ?"
Faedah Dari Syaikh Abdussalam asy Syuwaiir kuliah yang ikhtilath diperbolehkan dengan syarat ada keperluan dan aman Dari fitnah. Hukumnya sama seperti belanja ke pasar atau minimarket.
Nasihat-nasihat bagi Dai Bersama Syaikh Dr. Muhammad Hisyam Ath-Thahiri Hafidzahullah Ta’ala.
Nasihat-nasihat bagi Dai
Bersama Syaikh Dr. Muhammad Hisyam Ath-Thahiri Hafidzahullah Ta’ala.
1. Ikhlas
Tujuan dakwah adalah tersebarnya Tauhid dan Sunnah
Tanda ikhlas seorang dai adalah yang paling penting tersebarnya Tauhid dan Sunnah, melalui siapapun itu. Tidak harus melalui kita.
Dan kita senang dengan hal itu.
Dakwah itu bukan monopoli satu dua orang, tapi tugas bersama sama dengan taawun antara sesama dai.
2. Senantiasa Menuntut Ilmu
Di antara ciri Dai Salafi adalah senantiasa bersama ilmu. Sesibuk apapun harus meluangkan waktu untuk belajar.
Karena sedikitnya ilmu berpotensi tergelincir atau terjatuh kepada kesalahannya sangat tinggi.
Jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang sudah kita miliki. Karena telah lulus dari jenjang tertentu, atau sudah menjadi figur.
3. Qudwah Hasanah
Senantiasa memberi contoh yang baik. Orang orang melihat kita ini sebagai orang baik yang patut dicontoh, sehingga kita harus jaga perilaku kita, jangan sampai memberi contoh hal-hal yang tidak baik.
4. Hikmah dalam berdakwah
Hukum asal dakwah itu dengan lemah lembut, dan senantiasa lalukan dakwah seperti itu. Adapun dakwah dengan cara syiddah maka itu kondisional, ketika dibutuhkan saja. Bukan secara hukum asal.
5. Tadarruj / Bertahap
Dalam dakwah harus mementingkan yang lebih penting daripada yang selainnya.
Misal : Kesyirikan dibahas terlebih dahulu dan diberikan edukasi untuk umat, sebelum bid’ah dan maksiat.
Point-point di atas yang saya ingat, kurang lebihnya begitu.
Di akhir beliau memberi nasihat tentang pentingnya persatuan sesama ahlussunnah dan senantiasa taawun di atas kebaikan dan takwa.
Hal-hal yang menghalangi persatuan berupa permasalahan pribadi atau yang lainnya maka harus di skip demi maslahat yang lebih besar.
Pertemuan yang singkat namun sarat akan faidah yang menambah semangat kita untuk senantiasa berdakwah di jalan Allah.
Semarang, 12 Muharram 1448 H
Abu Yusuf Akhmad Ja’far
Siapa saja yang memusuhi orang-orang yang memberi nasihat, tetapi membiarkan golongan ateis (kafir), maka dia bukanlah seorang Salafi. Meskipun dia mengaku sebagai Salafi, pada hakikatnya dia telah keluar dari pokok manhaj Salafiyah dan memisahkan diri darinya,
Siapa saja yang memusuhi orang-orang yang memberi nasihat, tetapi membiarkan golongan ateis (kafir), maka dia bukanlah seorang Salafi. Meskipun dia mengaku sebagai Salafi, pada hakikatnya dia telah keluar dari pokok manhaj Salafiyah dan memisahkan diri darinya, kendati sebelumnya dia dibesarkan dan tumbuh hingga matang dalam manhaj tersebut. Sebab ciri Salafiyin adalah sebagaimana firman Allah:
'Bersikap lemah lembut terhadap orang-orang beriman dan bersikap tegas terhadap orang-orang kafir.'
Jumat, 26 Juni 2026
pencucian uang
Dr. Salman Duaij Hamad Busaeed didalam jurnal ilmu syariah universitas islam Madinah, volume 56 nomor 202, tahun 2022, halaman 523–572, yang berjudul Ghaslul Mal wa Hukmu Hiyazatihi wal Intifa' bihi wa Subulut Takhallus minhu menyebutkan,
أن عملية غسل الأموال هي تحويل المال من صفة غير مشروعة إلى صفة تبدو مشروعة، وأن مصادر الأموال المغسولة قد تكون تقليدية أو معاصرة، وأن الجريمة الأصلية التي نشأ عنها المال المغسول محرمة، كما تحرم حيازة المال المغسول على غاسله، وعلى من آل إليه بطريق الإرث، ولا يجوز في الأصل الانتفاع بالمال المغسول.
"Proses pencucian uang adalah mengubah status harta dari yang tidak sah menjadi seolah-olah sah. Sumber harta yang dicuci dapat berasal dari berbagai jenis, baik tradisional maupun modern. Kejahatan asal yang menjadi sumber pencucian uang hukumnya haram. Demikian pula haram bagi pelaku pencucian uang untuk menguasai harta tersebut, termasuk bagi orang yang memperolehnya melalui jalan warisan. Oleh karena itu, pada asalnya tidak boleh memanfaatkan harta yang telah dicuci tersebut."
Ust hafit muhammad
التعليق على اعتقاد السلف الذي ذكره سحنون المالكي(ت: ٢٤٠هـ)
التعليق على اعتقاد السلف الذي ذكره سحنون المالكي(ت: ٢٤٠هـ)
- للسماع ( درس واحد) اضغط هنا:
https://t.me/mn80773/528
• وفيه:
- ترجمة سحنون.
- عيادة المريض فضلها ومنافعها للعائد والمريض.
- الإيمان بالبعث كيف يكون؟ ومن أولهم وعددهم والفرق بين النبي والرسول، وثمرة ذلك.
-الأيمان بالبعث، وثمرته.
- الإيمان بالحساب، تعريفه وأدلته والحكمة منه، ومن يحاسب من هؤلاء( الأنبياء، المؤمنون، الكفار، الجن، الحيوانات).؟
وثمرة ذلك.
- الجنة والنار وأدلة وجودهما وبقائهما، وثمرة ذلك.
- تقديم أبي بكر وعمر، ونقل الإجماع، وخطبة على بن أبي طالب في ذلك، وبيان مكانة الصحابة في صحة معتقدنا.
- كلام الله وأدلته وحقيقته وبيان فساد القول بخلق القرآن من وجوده ومفاسد القول بخلق القرآن.
- قواعد نافعة في الأسماء والصفات.
- رؤية الله اثباتها والرد على من انكرها ومن يراه في الموقف ورؤية الله في الدنيا ومناما
وفي الجنة، ما الصحيح منها؟
المخالفون في الرؤية وبيان وجودهم ووجوب تعلم العقيدة
.
- الاستواء أدلته.
- معاملة الحكام، وبيان الخروج بالكلام وذكر ذي الخوصيرة والخوارج القعدية كعمران بن حطان.
- فضل من مات على السنة.
- الإجازة خاصة باعتقاد سحنون خاصة، وكتاب سير أعلام النبلاء للحافظ الذهبي عامة رحمهما الله.
**Komentar (Syarah) terhadap Akidah Salaf yang Disebutkan oleh Sahnun Al-Maliki (Wafat: 240 H)**
* **Untuk mendengarkan (1 pelajaran saja), silakan klik di sini:**
https://t.me/mn80773/528
• **Materi di dalamnya meliputi:**
* Biografi singkat (Tarjamah) Imam Sahnun.
* Keutamaan menjenguk orang sakit serta manfaatnya bagi yang menjenguk maupun yang dijenguk.
* Bagaimana cara beriman kepada Hari Kebangkitan? Siapa orang yang pertama kali dibangkitkan, jumlah mereka, perbedaan antara Nabi dan Rasul, serta buah (manfaat) dari keimanan tersebut.
* Beriman kepada Hari Kebangkitan dan buah manisnya.
* Beriman kepada Hari Hisab (perhitungan amal): definisi, dalil-dalil, hikmah di baliknya, serta siapa saja yang akan dihisab di antara makhluk-makhluk berikut (para Nabi, orang mukmin, orang kafir, jin, dan hewan)? Serta buah dari keimanan tersebut.
* Surga dan Neraka: dalil-dalil keberadaan serta kekekalan keduanya, beserta buah keimanannya.
* Mendahulukan Abu Bakar dan Umar (dalam keutamaan), penukilan ijmak (kesepakatan ulama), khotbah Ali bin Abi Thalib mengenai hal tersebut, serta penjelasan tentang kedudukan para sahabat dalam keabsahan akidah kita.
* Kalamullah (Firman Allah): dalil-dalilnya, hakikatnya, penjelasan tentang batilnya pendapat yang menyatakan bahwa Al-Qur'an adalah makhluk, serta dampak buruk dari pendapat tersebut.
* Kaidah-kaidah yang bermanfaat dalam memahami Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah (Asma' wa Shifat).
* Ru'yatullah (melihat Allah): penetapan dalilnya dan bantahan terhadap yang mengingkarinya, siapa yang bisa melihat-Nya di padang mahsyar, hukum melihat Allah di dunia, melihat Allah dalam mimpi, dan melihat Allah di Surga (mana pendapat yang sahih di antara hal-hal tersebut?). Penjelasan tentang kelompok yang menyimpang dalam masalah ini dan kewajiban mempelajari akidah.
* Al-Istiwa' (bersemayamnya Allah di atas Arsy) beserta dalil-dalilnya.
* Cara bersikap dan berinteraksi terhadap penguasa (pemerintah), penjelasan tentang bentuk pembangkangan (khuruj) melalui ucapan, serta penyebutan kisah Dzul Khuwaishirah dan kelompok Khawarij Al-Qa'adiyyah (Khawarij yang tidak ikut berperang tetapi memprovokasi lewat kata-kata) seperti Imran bin Hattan.
* Keutamaan orang yang wafat di atas Sunnah.
* Pemberian ijazah: secara khusus untuk kitab Akidah Sahnun, dan secara umum untuk kitab *Siyar A'lam an-Nubala'* karya Al-Hafiz Adz-Dzahabi, semoga Allah merahmati keduanya.
Langganan:
Postingan (Atom)