Senin, 06 Juli 2026

Perintah kepada semua orang yang bangun tidur agar melakukan istinsar (menyemburkan air dari hidung) untuk menghilangkan bekas setan dari hidungnya.

Bagi orang-orang yang suka ngupil, memasukkan jari jentik ke dalam lubang hidung dan menggerak-gerakannya adalah merupakan suatu kenikmatan tersendiri, apa lagi kalau yang diupil didapatkan, serasa dunia menjadi padang dan pandangan muka menjadi gamblang. 

Namun di balik keasyikannya mengupil, tidak banyak yang menyadari bahwa lubang hidung adalah merupakan tempat yang nyaman bagi setan untuk bercengkerama

Mengapa hidung dijadikan tempat peristirahatan bagi setan? Jawabnya adalah karena hidung merupakan anggota tubuh manusia yang relatif sedikit melakukan fungsi ibadah, atau menurut istilah sebagian ulama’ salaf “hidung adalah merupakan anggota tubuh yang sangat jauh dari nilai ibadah”

Memang keberadaannya berbeda dengan mata, telinga, atau mulut yang sering digunakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Kalau mata bisa menjadi pintu masuknya ilmu agama dan pengetahuan, kalau telinga bisa mendengarkan taushiyah dan pengajaran, dan kalau mulut bisa melafalkan dan mengajarkan serta tersenyum untuk sebuah kebajikan.

Maka hidung tetap pasif dalam peribadatan dan di sinilah setan merasa aman untuk berdiam. Rasulullah bersabda: 

إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ، فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلَاثًا، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيْشُومِهِ.
"Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, hendaklah ia mengeluarkan air dari hidungnya (beristintsar) sebanyak tiga kali. Karena sesungguhnya setan bermalam di dalam rongga hidungnya." (HR. Bukhari Muslim) 

Nabi ﷺ menganjurkan orang yang bangun tidur agar melakukan istinsar tiga kali. Istinsar adalah mengeluarkan air dari hidung setelah memasukkannya karena setan bermalam di dalam hidung seluruhnya.

Perintah kepada semua orang yang bangun tidur agar melakukan istinsar (menyemburkan air dari hidung) untuk menghilangkan bekas setan dari hidungnya. Apabila ia akan berwudu, maka perintah istinsar lebih ditekankan.

📚 Bulugul maram 
Wallohu a'lam semoga bermanfaat ✍️
#Ngaji

Bahkan menurut Imam ar-Ramli, boleh menggabungkan niat qabliyah dan ba'diyah dalam satu shalat (satu takbiratul ihram), seperti menggabungkan qabliyah Zuhur dan ba'diyah Zuhur.

Rugi bila di skip tanpa di baca ! 

Sering terjadi, ketika iqamah sudah dikumandangkan sementara kita belum sempat melaksanakan shalat sunnah qabliyah. Lalu muncul pertanyaan: apakah masih boleh dikerjakan setelah shalat fardhu? Dalam fikih dijelaskan bahwa:

فَيَجُوزُ أَنْ تَكُونَ الْقَبْلِيَّةُ بَعْدَ فِعْلِ الْفَرِيضَةِ وَتَكُونُ أَدَاءً، وَلَا يَجُوزُ أَنْ تَكُونَ الْبَعْدِيَّةُ قَبْلَ فِعْلِ الْفَرِيضَةِ.

Maka boleh shalat sunnah qabliyah dikerjakan setelah shalat fardu, dan shalat qabliyah tersebut tetap dihukumi sebagai adā' (ditunaikan pada waktunya, bukan qadha'). Adapun shalat sunnah ba'diyah tidak boleh dikerjakan sebelum melaksanakan shalat fardu.

Dengan demikian, jika seseorang tertinggal qabliyah, ia masih memiliki kesempatan untuk mengerjakannya setelah fardhu. Adapun ba'diyah memang harus berada setelah shalat fardhu dan tidak sah jika didahulukan. Bahkan dalam sebagian pendapat ulama disebutkan:

بَلْ يَجُوزُ عِنْدَ الرَّمْلِيِّ أَنْ يَنْوِيَ الْقَبْلِيَّةَ وَالْبَعْدِيَّةَ بِإِحْرَامٍ وَاحِدٍ، كَقَبْلِيَّةِ الظُّهْرِ وَبَعْدِيَّتِهَا، لَا سُنَّةِ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ.

Bahkan menurut Imam ar-Ramli, boleh menggabungkan niat qabliyah dan ba'diyah dalam satu shalat (satu takbiratul ihram), seperti menggabungkan qabliyah Zuhur dan ba'diyah Zuhur. Namun tidak boleh menggabungkan niat sunnah Zuhur dengan sunnah Asar, karena keduanya merupakan dua shalat sunnah yang berbeda.

Kesimpulannya, qabliyah masih bisa "dikejar" setelah fardhu, sedangkan ba'diyah tidak boleh didahulukan sebelum fardhu. Ini menunjukkan bahwa dalam ibadah sunnah, Islam memberikan keluasan agar seseorang tetap bisa meraih keutamaannya meskipun dalam kondisi terbatas.

📚 Taqriratus Sadidah

Semoga bermanfaat wallohu a'lam ✍️

KELEBIHAN ILMU SYARAK DAN TUJUANNYA

KELEBIHAN ILMU SYARAK DAN TUJUANNYA

ٱلْعُلُومُ ٱلشَّرْعِيَّةُ تَجْعَلُ مِنْكَ إِنْسَانًا مَصْقُولًا ذَكِيًّا، قَوِيَّ ٱلْحُجَّةِ، مُنْضَبِطَ ٱلنَّفْسِ، ذَلِقَ ٱللِّسَانِ، وَاضِحَ ٱلْفِكْرِ، مُسْتَقِيمَ ٱلنَّظَرِ، قَرِيبًا مِنَ ٱللَّهِ، وَٱلْأَخِيرَةُ هِيَ ٱلْغَايَةُ.

Ilmu-ilmu syariah menjadikan seseorang itu:

insan yang terasah dan cerdas,
kuat hujahnya,
terkawal jiwanya,
fasih lisannya,
jelas pemikirannya,
lurus pandangannya,
dekat dengan Allah,

dan yang terakhir itulah tujuan utama.

PENGAJARAN

1. ILMU MEMBINA KEPERIBADIAN

Ilmu syariah bukan sekadar maklumat, tetapi membentuk akal, akhlak dan jiwa.

2. KEKUATAN HUJAH DAN FIKIRAN

Orang berilmu mampu berfikir dengan teratur dan berhujah dengan benar tanpa emosi.

3. PENGAWALAN NAFSU

Ilmu yang benar membantu seseorang mengawal diri daripada mengikuti hawa nafsu.

4. KEDEKATAN DENGAN ALLAH

Matlamat akhir ilmu bukan dunia, tetapi mendekatkan diri kepada Allah ﷻ.

5. TUJUAN TERAKHIR ILMU

Semua kelebihan ilmu kembali kepada satu tujuan utama:

menjadi hamba Allah yang dekat dengan-Nya.

KESIMPULAN

Ilmu-ilmu syariah bukan sekadar kecerdasan intelek, tetapi pembentukan insan yang seimbang antara akal, akhlak dan hubungan dengan Allah ﷻ.
Ustadz abid anuriyy

Minggu, 05 Juli 2026

𝐻a𝑑i𝑠 𝑖n𝑖 𝑚e𝑛e𝑘a𝑛k𝑎n p𝑒n𝑡i𝑛g𝑛y𝑎 𝑏e𝑟a𝑔a𝑚a I𝑠l𝑎m, 𝑟e𝑧e𝑘i y𝑎n𝑔 ℎa𝑙a𝑙 𝑑a𝑛 𝑐u𝑘u𝑝, s𝑒r𝑡a r𝑎s𝑎 𝑞a𝑛a'aℎ 𝑠e𝑏a𝑔a𝑖 𝑘u𝑛c𝑖 𝑘e𝑏e𝑟u𝑛t𝑢n𝑔a𝑛 𝑠e𝑜r𝑎n𝑔 𝑀u𝑠l𝑖m

S𝑢n𝑔g𝑢h b𝑒r𝑢n𝑡u𝑛g o𝑟a𝑛g y𝑎n𝑔 𝑡e𝑙aℎ 𝑚a𝑠u𝑘 𝐼s𝑙a𝑚, d𝑖b𝑒r𝑖k𝑎n r𝑒z𝑒k𝑖 𝑦a𝑛g c𝑢k𝑢p d𝑎n A𝑙l𝑎h m𝑒m𝑏e𝑟i𝑛y𝑎 𝑞a𝑛a'aℎ (r𝑎s𝑎 𝑐u𝑘u𝑝) d𝑒n𝑔a𝑛 𝑎p𝑎 𝑦a𝑛g t𝑒l𝑎h d𝑖b𝑒r𝑖k𝑎n k𝑒p𝑎d𝑎n𝑦a".

𝑃e𝑛j𝑒l𝑎s𝑎n "وَ رُزِقَ كَفَافًا":
A𝑟t𝑖n𝑦a r𝑒z𝑒k𝑖 𝑦a𝑛g h𝑎l𝑎l d𝑎n m𝑒n𝑐u𝑘u𝑝i k𝑒b𝑢t𝑢h𝑎n, 𝑡i𝑑a𝑘 𝑏e𝑟l𝑒b𝑖h𝑎n d𝑎n t𝑖d𝑎k k𝑒k𝑢r𝑎n𝑔a𝑛.
P𝑒n𝑗e𝑙a𝑠a𝑛 "وَ قَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ":
A𝑟t𝑖n𝑦a A𝑙l𝑎h m𝑒n𝑔a𝑛u𝑔e𝑟aℎk𝑎n k𝑒p𝑎d𝑎n𝑦a r𝑎s𝑎 𝑞a𝑛a'aℎ (p𝑢a𝑠/𝑐u𝑘u𝑝) d𝑒n𝑔a𝑛 𝑟e𝑧e𝑘i y𝑎n𝑔 𝑡e𝑙aℎ 𝑑i𝑏e𝑟i𝑘a𝑛 𝑘e𝑝a𝑑a𝑛y𝑎.

𝐾e𝑠i𝑚p𝑢l𝑎n:
𝐻a𝑑i𝑠 𝑖n𝑖 𝑚e𝑛e𝑘a𝑛k𝑎n p𝑒n𝑡i𝑛g𝑛y𝑎 𝑏e𝑟a𝑔a𝑚a I𝑠l𝑎m, 𝑟e𝑧e𝑘i y𝑎n𝑔 ℎa𝑙a𝑙 𝑑a𝑛 𝑐u𝑘u𝑝, s𝑒r𝑡a r𝑎s𝑎 𝑞a𝑛a'aℎ 𝑠e𝑏a𝑔a𝑖 𝑘u𝑛c𝑖 𝑘e𝑏e𝑟u𝑛t𝑢n𝑔a𝑛 𝑠e𝑜r𝑎n𝑔 𝑀u𝑠l𝑖m

___
___

ucapan Al Imam As Safarini yg dibawakan dalam acara Kajian Manhaj Aqidah Muhammadiyah kemarin oleh Ust Nur Fajri Romadhon

Diantara ucapan Al Imam As Safarini yg dibawakan dalam acara Kajian Manhaj Aqidah Muhammadiyah kemarin oleh Ust Nur Fajri Romadhon adalah yg tertera di dalam "Lawaihul Anwar" cetakan terbaru ini
#ahlussunnah #atsariyyah #asyairoh #maturidiyyah #muhammadiyah
Noor ahyadi rahman

Bersabarlah, karena tidak akan datang kepada kalian suatu masa melainkan masa setelahnya lebih buruk daripadanya, hingga kalian berjumpa dengan Rabb kalian",

#WASIAT_BERSABAR

Az Zubair bin Adi rahimahullah berkata:

أتَينا أنَسَ بنَ مالِكٍ، فشَكَونا إليه ما نَلقى مِنَ الحَجَّاجِ، فقال: اصبِروا؛ فإنَّه لا يَأتي علَيكُم زَمانٌ إلَّا الذي بَعدَه شَرٌّ منه، حتَّى تَلقَوا رَبَّكُم. سَمِعتُه مِن نَبيِّكُم صلَّى اللهُ عليه وسلَّم.

Kami mendatangi Anas bin Malik, lalu kami mengadukan kepadanya penderitaan yang kami alami akibat kedzaliman Al Hajjaj bin Yusuf. Maka beliau berkata, "Bersabarlah, karena tidak akan datang kepada kalian suatu masa melainkan masa setelahnya lebih buruk daripadanya, hingga kalian berjumpa dengan Rabb kalian", aku mendengar hal itu langsung dari Nabi kalian shallallahu alaihi wasallam. [ HR. Bukhari, no. 7068]
----------------
- Wajib kembali kepada ulama yang terpercaya manhaj dan ilmunya, terlebih di zaman fitnah.
- Hadits ini menunjukkan kebenaran sabda Nabi, bahwa akan datangnya pemimpin dan penguasa dzalim. 
- Wasiat Anas bin Malik sesuai wasiat Nabi supaya umat bersabar.
Ustadz alif el qibty

Hal yang menyebabkan kelompok-kelompok Islam menyimpang dari jalan yang lurus adalah karena mereka mengabaikan satu rukun ketiga yang telah ditegaskan dalam kedua wahyu (Al-Qur'an dan As-Sunnah), yaitu pemahaman generasi salaf yang saleh terhadap Al-Qur'an dan As-Sunnah."

"Hal yang menyebabkan kelompok-kelompok Islam menyimpang dari jalan yang lurus adalah karena mereka mengabaikan satu rukun ketiga yang telah ditegaskan dalam kedua wahyu (Al-Qur'an dan As-Sunnah), yaitu pemahaman generasi salaf yang saleh terhadap Al-Qur'an dan As-Sunnah."

Syaikhuna Abdul Malik Ramadhany hafidzahullahu ta'ala 

Sittudduror min ushuli ahlil atsar
Ustadz adi abdul jabar