Sabtu, 06 Juni 2026

Hakikat Tawakal

Hakikat Tawakal

Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr hafizhahullah berkata:

وحقيقة التوكل هو عمل القلب وعبوديته اعتماداً على الله وثقةً به والتجاءً إليه وتفويضاً إليه ورضا بما يقضيه له ؛ لعلمه بكفايته سبحانه وحسن اختياره لعبده إذا فوَّض إليه أموره ، مع قيامه بالأسباب المأمور بها واجتهاده في تحصيلها . هذه هي حقيقة التوكل : اعتمادٌ على الله وحده لا شريك له مع فعل الأسباب المأمور بها والقيام بها دون تعدٍّ إلى فعل سببٍ غير مأمور أو سلوك طريق غير مشروع 

“Hakikat tawakal adalah amalan hati dan bentuk penghambaan hati kepada Allah, yaitu dengan bersandar kepada-Nya, percaya penuh kepada-Nya, berlindung dan kembali kepada-Nya, menyerahkan segala urusan kepada-Nya, serta ridha terhadap apa yang Dia tetapkan untuknya. Hal itu karena ia mengetahui bahwa Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi telah mencukupinya, dan bahwa pilihan Allah untuk hamba-Nya adalah pilihan yang terbaik ketika hamba tersebut menyerahkan urusannya kepada-Nya.

Namun, hal itu tetap disertai dengan menempuh sebab-sebab yang diperintahkan dan bersungguh-sungguh dalam mewujudkannya.

Inilah hakikat tawakal: bersandar hanya kepada Allah semata, tanpa sekutu bagi-Nya, disertai dengan melakukan sebab-sebab yang diperintahkan dan menjalankannya, tanpa melampaui batas dengan menempuh sebab yang tidak diperintahkan atau menempuh jalan yang tidak disyariatkan.”

Sumber: https://al-badr.net/muqolat/2489
Ustadz muadz mukhadasin

Darmogandhul, Jawanisasi atau Kristenisasi ? Part. 1

Darmogandhul, Jawanisasi atau Kristenisasi ? Part. 1

Tegese nami Sarengat/yen sare ngadeg kang wadi/kakekate sami apti/ngaben kanang wewadi/kedah rujuk estri jalu/makripat ngretos wikan/sarak sarat laki rabi/ngaben ala den ideni yayah rena. 

Yang dimaksud sarengat, jikalau tidur (sare) berdiri kemaluannya (njengat), tarekat mengajak istri untuk melakukan senggama (taren : meminta perstujuan/kakekat sama-sama ingin/untuk mengadu kemaluan, dan keduanya setuju melakukan/ makripat artinya tahu dan paham syarat-syarat untuk menikah/mengadu hal yang tabu agar direstui ayah dan ibu (hal. 351) 

Oleh Damar Sasangka pengajaran Sunan Kalijaga kepada prabu Brawijaya V ini adalah uraian spiritual tasawuf yang dipadu dengan ajaran tantra yang melambangkan ruh sebagai lingga dan kesadaran akan ruh sebagai yoni. 

Namun benarkah sesophisticated itu Dadmogandhul ? 

Prof. dr. H.M. Rasyidi, mantan Menteri Agama (Pertama) Indonesia, punya pandangan lain tentang hal ini. Darmogandhul dibuat untuk melakukan dekonstruksi atas keluhuran Islam dengan metode othak-athik gathuk ala Jawa dimana konsep kunci dalam Islam diasosiasikan dengan hal-hal yang bersifat cabul. 

Sadat Sarengat, yen sare wadine njengat (Syahadat dan Syari'at itu artinya kalau tidur (sare) kemaluannya njengat), tarekat, taren kang estri (mengajak bersetubuh). 

Pada buku Islam dan Kebatinan, pak Rasyidi mengutip salah satu bagian lain dari Darmogandhul

Dallikal, yen turu nyengkal kang wadi, tegesipun kitabulla, natap mlebu ala wadi, tegese rahabapi, rahaba kang gawe sampur, hudan lil muttakina, yen wis wuda jalu estri, den mutena jroning ala-jroning ala (Darmagandhul).

(Dzalikal : jika tidur kemaluannya nyengkal (bangkit), kitabu la, kemaluan lelaki masuk di kemaluan perempuan dengan tergesa-gesa, raiba fihi : perempuan yang pakai kain, hudan : telanjang (wuda), lil muttaqien : sesudah telanjang, kemaluan lelaki termuat dalam kemaluan wanita. 

(diterjemahkan oleh Prof. Dr. H.M. Rasyidi dalam Islam dan Kebatinan, hal. 17) 

Muatan kristenisa nampak pada bagian dimana Darmogandhul meramalkan bahwa di masa yang akan datang bangsa Jawa akan meninggalkan Islam untuk memeluk agama Kristen (agama kawruh). 

Terkait penerjemahan secara cabul, dalam budaya keagamaan masyarakat Kristen Barat memang ada pentradisian olok-olok terhadap lawan teologinya. 

Misal kalau kita runut, sebutan Maometto dalam Satanic Versesnya Salman Rushdie. Nama itu dimunculkan oleh Dante saat menyebut Nabi Muhammad dalam La Diviana Comedia. 

Dalam pandangan Dante, neraka itu ada sepuluh lapis. Lapis pertama, permukaan siksanya paling ringan, dan lapis kesepuluh paling berat. 

Di lapisan paling bawah, diperuntukkan bagi Iblis, sedangkan Maometto ada di lapisan ke sembilan, satu tingkat di atas Iblis. 

Hal ini dikarenakan Maometto menyebarkan perpecahan dalam dunia Kristen. Sehingga ia dihukum dengan cara digergaji tubunya dari anus sampai kepala terus menerus. 

Pandangan Dante ini muncul karena pada masa itu, dalam pandangan Kristen Barat, Islam adalah sebuah sekte Kristen yang sesat. 

Nah makanya jangan heran, bila di belakang kaum rahayu yang sangat anti Arab dan Islam itu, aslinya mereka bukan bicara atas nama budaya Jawa tapi lebih didorong kepentingan keberhasilan penginjilan. 

Penjelasan lanjutan, akan kita kupas di edisi berikutnya.

Sumber :
Darmagandhul, Kisah Kehancuran Jawa dan Ajaran-Ajaran Rahasia, Damar Sasangka
Islam dan Kebatinan, HM. Rasyidi
Orientalisme, Erdward Said
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0dhdXW8axW6CW2RMgAJPpwco3TcmqVARcqUuyNy386Y6MU9ubFjgBWh6pXy5jWYDGl&id=1063249772&mibextid=Nif5oz
Arif wibowo

orang yg berpoligami itu ada 4 type

Hukum asal wasail dakwah adalah tauqifiyah, ushul ini diantara ushul dakwah ahli sunnah.

Hukum asal wasail dakwah adalah tauqifiyah, ushul ini diantara ushul dakwah ahli sunnah.

Sebagian pihak menjadi isykal bagi mereka tentang apa yang kami sebutkan di status sebelumnya,
ushul tersebut diantara ushul yang disebutkan syeikh Abdussalam barjas رحمه الله تعالى beliau menulis risalah dengan judul:
الحجج القوية على أن وسائل الدعوة توقيفية 
Hujjah yang kuat bahwa wasilah dakwah adalah tauqifiyah.

Yang beliau inginkan dari makna wasilah adalah metode yang digunakan untuk berdakwah, bukan sarana dan alat menyampaikan dakwah, selama sarana dan alat tersebut tidak haram secara dzat dalam pandangan syari.

Kemudian beliau menyebutkan beberapa wasilah dakwah yang bid’ah yang di gunakan oleh ahli bid’ah dari kalangan hizbiyah ikhwanjiyah dan yang semisal dengan mereka adalah: 
- Akting atau drama dalam dakwah
- Baiat kebid’ahan seperti baiat jamaah islamiyah ikhwanjiyah, atau yang semisal dengan mereka seperti di lakukan para liqowers.

Syeikh Barjas رحمه الله تعالى juga menulis risalah khusus tentang keharaman dan kebid’ahan ketika menjadikan akting atau drama dan sandiwar sebagai sarana dakwah, dengan judul:
إيقاف النبيل على حكم التمثيل

Karena tidak akan lepas dari kebohongan dan kedustaan atau ada unsur menyerupai karakter fasiq atau bahkan kafir, dan munculnya konsep dakwah seperti itu datang dari para kuffar.

Risalah tersebut diberi pengantar oleh dua imam besar Rabi’ bin hadi رحمه الله تعالى dan Shalih Al Fauzan حفظه الله تعالى

Hendaknya kita tidak latah dan tolong jangan normalisasi kebodohan dengan membuat konten agar menarik tanpa menimbang pandangan syariat, serta para dai yang menisbatkan diri pada manhaj salaf hendaknya bertaubat dan menghapus video mereka yang berupa akting dan sandiwara, jangan jadi yahudi yang menggunakan konsep Tujuan membolehkan segala cara
إن الغاية تبرر الوسيلة
Ust abu ishaq faruq 

gara gara ujub

Sekarang semua dianggap ustadz, kiyai atau ulama' atau ahli ilmu.Sedangkan dulu, dibedakan antara ulama' dan qusshos (pendongeng) .

Sekarang semua dianggap ustadz, kiyai atau ulama' atau ahli ilmu.

Sedangkan dulu, dibedakan antara ulama' dan qusshos (pendongeng) .

Ulama' itu mengajarkan ilmu secara sistematis, dimulai dari yang kecil alias paling mendasar berlanjut ke evel berikutnya.

Sedangkan qusshos adalah penceramah yang fokusnya  memainkan  atau mengguncang perasaan audiens walaupun menggunakan hadits hadits atau riwayat riwayat lemah bahkan palsu, yang penting dapat menjadikan perasaan audiena tersentuh lalu mereka terbawa emosi sesaat.

Adapun ulama' selalu membangun keilmuan dengan mengedepankan dalil yang sahih baik dalil aqli maupun naqli, dwngan berpikir kritis, dan selalu metodologi berpikir yang dapat dipertanggung jawabkan. 

Fokus mereka hanya menyimpulkan kesimpulan hukum berdasarkan data dan analisa yang ilmiah alias rasional, selaras dengan prinsip-prinsip penalaran,

Adapun pendongeng atau qusshos maka bagi mereka yang penting adalah menarik perrhatian publik dan menyentuh perasaan orang banyak sehingga mendapatkan simpati dari masyarakat luas.

Eh, bagaimana dengan facebooker atau youtuber atau sejenis, seperti saya ini, malu dibilang ulama' namun gengsi dibilang qusshos.... ya sudahlah monggo apa saja yang nyaman bagi anda untuk saya. ...saya insyaAllah legowo lan narimo.

Semoga bermanfaat,
Ustadz Dr muhammad arifin badri Ma

Waspadalah wahai saudaraku, termasuk penyakit kesyirikan yang sangat mematikan, menular, dan tidak disadari adalah: menjadi hamba dunia

Waspadalah wahai saudaraku, termasuk penyakit kesyirikan yang sangat mematikan, menular, dan tidak disadari adalah: menjadi hamba dunia

Seluruh perhatiannya utk urusan dunia, mengumpulkan harta, siang malam mengamati ekonomi, senang sedihnya tergntung dunia dan harta, bahkan lebih parah tidak peduli walau rusak aqidah dan manhaj nya dikarenakan syahwatnya kpd harta, seperti menyalahkan takdir, khuruj kepada pemerintah, mengutamakan dan memuji n negri2 kafir lbh afdhal krn makmur daripada negri muslim beriman tapi kismin, bahkan menolak hadits yang jelas2 hanya krn bertentangan dengan nafsu syahwat dunia nya

penyakit syirik ini yang sudah diwanti2 Nabi kita shallallahu alaihi wa sallam yang akan menjadi cobaan dan fitnah terberat bagi umat ini

Rasulullah ﷺ bersabda:
إنَّ لكلِّ أُمَّةٍ فتنةً
"Sesungguhnya setiap umat memiliki fitnah (ujian) tersendiri"
وإنَّ فتنةَ أُمَّتي المالُ
"Dan sesungguhnya fitnah (ujian) umatku adalah harta"
(Riwayat tirmidzi)

Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memberikan ancaman yang keras bagi budak dan hamba dunia

Rasulullah ﷺ bersabda:

تعِس عبدُ الدينارِ
Celakalah budak dinar.

تعِس عبدُ الدرهمِ
Celakalah budak dirham.

تعس عبدُ الخميصةِ
Celakalah budak pakaian mewah.

تعس عبدُ الخميلةِ
Celakalah budak permadani yang indah.

تعِس وانتكَس
Celakalah dia dan terjungkallah dia.

وإذا شيكَ فلا انتقشَ
Dan apabila ia tertusuk duri, semoga ia tidak mendapatkan orang yang mencabutnya.
(HR. Al-Bukhari)

Bagaimana bisa seseorang jadi budak dan hamba harta?

Dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah beliau berkata:

صار عبدًا لها
Ia telah menjadi budak bagi harta-harta tersebut.

لأنَّ هذه الأشياء ملكته
Karena perkara-perkara itu telah menguasainya.

يرضى بحصولها، ويغضب بفواتها
Ia ridha ketika mendapatkannya dan marah ketika kehilangannya.

فصار عبدًا ذليلًا لها، هذا من وجهٍ
Maka ia menjadi seorang budak yang hina di hadapan harta tersebut. Ini dari satu sisi.

ومن وجهٍ آخر
Dari sisi yang lain,

أن هذه الأشياء الثلاثة - وقد جاء في لفظ أوسع من هذا أنها أربعة - ملكت قلبه واستولت عليه
bahwa tiga perkara ini — dan dalam riwayat lain yang lebih luas disebutkan empat perkara — telah menguasai hatinya dan mengendalikan dirinya.

حتى كانت هي فكره وعقله وإرادته
Sampai-sampai itulah yang menjadi pikiran, akal, dan kehendaknya.

وهذا هو حقيقة العبودية
Dan inilah hakikat perbudakan yang sebenarnya.

فصارت العبودية من وجهين
Maka perbudakan itu terjadi dari dua sisi.

الوجه الأول: أنه قد ذَلَّ لها بحيث يكون رضاه وغضبه تبعًا لحصولها أو عدمه
Sisi pertama: ia telah tunduk dan hina di hadapannya, sehingga rasa ridha dan marahnya bergantung pada ada atau tidaknya harta tersebut.

الوجه الثاني: أنها ملكت قلبه، بحيث تكون هي فكره وتفكيره وعقله وحركاته
Sisi kedua: harta itu telah menguasai hatinya, sehingga seluruh pikiran, renungan, akal, dan gerak-geriknya berkisar padanya.

لا يسعى إلا لها ولا يتوقف عن السعي إلا لها
Ia tidak berusaha kecuali untuk mendapatkannya, dan tidak berhenti berusaha kecuali karenanya.

وليس المعنى: أن الرجل ينصب الدينار ويسجد له، أو يركع له
Bukanlah maksudnya seseorang menegakkan dinar lalu sujud kepadanya atau rukuk untuknya.

فإن النبي صلى الله عليه وسلم لم يُردْ هذا
Karena Nabi ﷺ tidak menghendaki makna seperti itu.

(Lihat: Fath Dzi al-Jalali wal Ikram 15/162–163)