Muhammad yanu atmadji blog
blog ini berisikan kumpulan faedah faedah ilmu yang sangat bermanfaat kepada diri saya pribadi
Senin, 27 April 2026
Telah Meninggal DuniaSyaikh Prof Dr. Ali Ahmad al-Sālūs, salah seorang Ulama Ahli Ekonomi Islam, dan juga ahli dalam masalah Syi'ah, karena beliau pernah langsung belajar ke Qum dan Najaf.
pesan dari Syekh Saleh Al-Suhaimi mengenai sikap bijak dalam menghadapi perselisihan (khilafiyah).
Video ini berisi pesan dari Syekh Saleh Al-Suhaimi mengenai sikap bijak dalam menghadapi perselisihan (khilafiyah). Berikut adalah ringkasan pesan beliau yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia:
1. Jangan Membawa Perselisihan Luar ke Negeri Sendiri
- Beliau mengingatkan bahwa terkadang muncul perselisihan di wilayah tertentu, lalu ada orang yang membawanya masuk ke negeri mereka sendiri padahal negeri tersebut sedang tenang [00:03].
- Hal ini dapat menyebabkan permusuhan di antara sesama muslim karena masalah yang sebenarnya tidak terkait langsung dengan mereka [00:17].
2. Sikap Terhadap Pembawa Berita yang Memecah Belah
- Jika ada orang yang datang hanya untuk mencela, menyesatkan (tafsiq), atau membid'ahkan (tabdi') orang lain, maka hendaknya ditolak dengan sopan [01:04].
- Katakan kepada mereka: "Jika Anda ingin mengajarkan 'Qalallah wa Qalarasul' (Al-Qur'an dan Hadis), kami terima dengan senang hati. Namun jika ingin menyeret kami ke dalam perselisihan, kembalilah dari mana Anda datang" [01:16].
3. Fokus pada Hal yang Dibutuhkan Masyarakat
- Beliau memberikan contoh tentang seorang dai yang berceramah di depan masyarakat pedalaman yang masih polos (fitrah) [02:39].
- Masyarakat tersebut belum mengenal istilah-istilah teologis yang rumit (seperti Asy'ariyah, Muktazilah, atau Jahmiyah) dan lebih membutuhkan bimbingan dasar seperti tata cara wudhu, bersuci, dan tauhid yang benar [02:50].
- Membahas bantahan-bantahan teologis yang rumit kepada orang awam yang tidak mengenalnya justru merupakan bentuk "kebisingan" atau gangguan (tasywish), bukan perlindungan (tahshin) [03:02].
Kesimpulan:
Syekh menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam berdakwah. Fokuslah pada apa yang dibutuhkan umat dan jangan menyebarkan kegaduhan atau perpecahan dengan membawa-bawa perselisihan yang tidak perlu ke tengah masyarakat yang sedang damai.
Video lengkapnya dapat Anda lihat di sini: https://youtu.be/qTT91LfJRyI
"Lima Buku Penting bagi Siapa Saja yang Ingin Memperdalam dan Menguasai Ilmu Aqidah" oleh Syaikh Shalih Sindi.
Video ini berjudul "Lima Buku Penting bagi Siapa Saja yang Ingin Memperdalam dan Menguasai Ilmu Aqidah" oleh Syaikh Shalih Sindi. Berikut adalah ringkasan poin-poin penting dan daftar buku yang direkomendasikan dalam video tersebut:
Syaikh menekankan bahwa bagi seorang penuntut ilmu, sangat penting untuk memiliki perhatian besar terhadap ilmu aqidah agar memiliki landasan yang kokoh [00:00]. Beliau menjamin jika Anda membaca buku-buku ini dengan serius dan teliti, Anda akan mencapai kemantapan dalam ilmu aqidah [00:31].
5 Buku Rekomendasi untuk Memperdalam Aqidah:
-
Taisir al-Aziz al-Hamid Syarah Kitab at-Tauhid [01:16]
- Karya Syaikh Sulaiman bin Abdullah bin Muhammad bin Abdul Wahab.
- Ini adalah syarah (penjelasan) Kitab Tauhid yang paling agung dan menjadi rujukan utama para ulama setelahnya.
-
At-Tanbihat as-Sunniyah 'ala al-Aqidah al-Wasithiyyah [01:59]
- Karya Syaikh Abdul Aziz bin Nashir ar-Rasyid.
- Dianggap sebagai salah satu syarah terbaik dan paling bermanfaat untuk Kitab Wasithiyyah. Buku ini mudah dipahami dan berisi kutipan-kutipan berharga dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Qayyim.
-
Syarah Aqidah Thahawiyyah [03:00]
- Karya Ibnu Abil Izz al-Hanafi.
- Buku ini berisi pembahasan penting yang tidak ditemukan di dua buku sebelumnya. Sebagian besar isinya merupakan nukilan dari pemikiran Syaikhul Islam dan Ibnu Qayyim.
-
Mukhtashar as-Shawa'iq al-Mursalah [05:01]
- Karya asli Ibnu Qayyim, diringkas oleh Al-Mushili.
- Buku ini sangat bermanfaat untuk memberikan kemampuan dalam membela aqidah dan mendiskusikan atau membantah pemikiran kelompok yang menyimpang [05:29].
-
Thariq al-Hijratain [06:00]
- Karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.
- Buku ini memuat pembahasan yang sangat detail dan mendalam yang mungkin tidak ditemukan di buku-buku lain [06:14].
Saran Metode Belajar:
- Membaca dengan Teliti: Baca sambil menyiapkan pena untuk mencatat faedah penting dan hal-hal yang sulit dipahami guna dicari jawabannya nanti [03:44].
- Mengulang Bacaan: Syaikh menyarankan untuk membaca buku-buku penting ini sebanyak dua kali agar informasinya terukir kuat di dalam pikiran [04:13].
- Pentingnya Bahasa Arab: Syaikh juga mengingatkan bahwa untuk menjadi ahli dalam ilmu syariah, seseorang wajib menguasai ilmu bahasa Arab sebagai pondasi utama [08:00].
Setelah menguasai buku-buku di atas, Syaikh menyarankan untuk terus mendalami karya-karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qayyim, dan para imam dakwah karena karya mereka memberikan ringkasan dan sari pati dari persoalan ilmu [07:29].
Video asli dapat ditonton di sini: https://youtu.be/KikiYd-IlgQ
Video ini berisi penjelasan dari Syekh Saleh Sindi yang membantah klaim Muhammad Hassan Walad al-Dadu mengenai pengelompokan Ahlus Sunnah
https://youtu.be/KwbEUSACQ54?si=2HzFfCOGKgnVytHA
Video ini berisi penjelasan dari Syekh Saleh Sindi yang membantah klaim Muhammad Hassan Walad al-Dadu mengenai pengelompokan Ahlus Sunnah. Berikut adalah ringkasan poin-poin penting dari video tersebut:
Kritik terhadap Klaim "Tiga Kelompok Ahlus Sunnah"
- Istilah Ahlus Sunnah yang Mulia: Syekh Saleh Sindi menekankan bahwa istilah "Ahlus Sunnah" adalah gelar yang sangat mulia dan terhormat, sehingga tidak boleh disematkan secara sembarangan kepada kelompok yang memiliki penyimpangan akidah [00:00].
- Bantahan terhadap Pembagian Kelompok: Video ini menanggapi pernyataan Muhammad Hassan Walad al-Dadu yang mengklaim bahwa Ahlus Sunnah terbagi menjadi tiga madzhab akidah: Ahlul Hadits (Salafi), Asy'ariyah, dan Maturidiyah [00:10].
Perbedaan Mendasar yang Sangat Dalam
Syekh Saleh menjelaskan bahwa perbedaan antara pengikut Salaf (Ahlus Sunnah yang sebenarnya) dengan kelompok Asy'ariyah bukan hanya sekadar masalah sifat Allah, melainkan mencakup hal-hal fundamental lainnya:
- Metode Pengambilan Dalil (Istidlal): Terdapat celah besar dalam cara kedua kelompok ini menerima dan memahami dalil agama [01:38].
- Sifat-Sifat Allah: Kelompok tersebut cenderung menolak atau melakukan takwil (penafsiran menyimpang) terhadap sebagian besar sifat Allah [01:55].
- Masalah Iman: Syekh menyebut mereka beraliran Murji'ah dalam masalah iman, yang berbeda dengan keyakinan para Salaf [02:18].
- Masalah Takdir: Mereka dianggap menganut paham Jabariyah melalui konsep Kasb (usaha), di mana mereka meyakini manusia seolah-olah dipaksa secara batin namun tampak memilih secara lahir [02:28].
Kesimpulan Syekh Saleh Sindi
- Bukan Bagian dari Ahlus Sunnah: Beliau menegaskan bahwa sangat keliru jika menganggap kelompok-kelompok tersebut sebagai bagian dari Ahlus Sunnah. Menurutnya, akidah mereka justru lebih dekat dengan paham Jahmiyah jika dilihat dari metode pendalilannya [03:38].
- Tujuan Istilah Ahlus Sunnah: Istilah ini dibuat untuk membedakan antara mereka yang mengikuti Islam murni sesuai tuntunan Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya dengan kelompok yang telah tercampur oleh inovasi (bid'ah) dalam akidah [05:05].
Video ini dapat ditonton selengkapnya di sini: الشيخ صالح سندي يبين غلط هذا الادعاء