Senin, 08 Juni 2026

Sedang puncak segala perkara adalah Jujur

Berkata Imam Syafi'iy - Semoga Allah ta'ala merohmatinya- :
Asal Ilmu adalah Tatsabbut (Cek recek) dan buahnya adalah keselamatan
Asal Waro' adalah Qona'ah (Sederhana) dan buahnya adalah ketenangan
Asal Sabar adalah Hazm (Keteguhan hati) dan buahnya adalah pertolongan
Asal Amal adalah Taufiq (Sesuai Syari'at) dan buahnya adalah keberuntungan
Sedang puncak segala perkara adalah Jujur

AAAA

Tanda khawarij: menuduh ahlu sunnah dengan sebutan murjiah, padahal sejatinya mereka sendiri adalah murjiah

Tanda khawarij: menuduh ahlu sunnah dengan sebutan murjiah, padahal sejatinya mereka sendiri adalah murjiah

Dan antm dapati itu akhir2 di postingan mereka hampir mereka sepakat menuduh dan menyematkan gelar murjiah atau yg lebih spesifik murjiah hukkam kepada mereka para ulama dan asatidzah yg mengajak utk taat pemerintah muslim dan tidak khuruj kpd pemerintah padahal itu perintah Nabi kita dan aqidah ahlu sunnah wal jamaah 

Ternyata mereka ini latah ke nenek moyang khawarij mereka sudah ada warisan turun temurun suka nuduh ahlu sunnah sebagai murjiah, eh ternyata mereka sendiri itu murjiah tapi ga sadar : murjiah lempar orang lain murjiah

Imam Ahmad rahimahullah berkata:

وأما الخوارج فإنهم يسمون أهل السنة والجماعة مرجئة وكذبت الخوارج في قولهم بل هم المرجئة يزعمون أنهم على إيمان وحق دون الناس ومن خالفهم كافر

"Adapun kaum Khawarij, mereka menamakan Ahlus Sunnah wal Jama'ah sebagai MURJIAH.

Mereka KHAWARIJ ini telah berdusta dalam tuduhan mereka itu.

Bahkan MEREKALAH yang lebih pantas disifati sebagai MURJIAH,

karena mereka menganggap bahwa hanya mereka yang berada di atas iman dan kebenaran,

sedangkan manusia selain mereka—siapa saja yang menyelisihi mereka—adalah kafir"

Lha kok aneh ya? Murjiah dan khawarij kan berseberangan kayak minyak dan air ga bisa satu?

Ane juga bingung sebenernya dg statmen imam Ahmad tsb, eh ternyata ga hanya beliau saja yg bilang demikian 

Bahkan ulama lain menyebutkan bahwa ada sempalan khawarij ini yang ternyata gabungan antara murjiah dan khawarij

Syahristany rahimahullah berkata: 

المرجئة أربعة أصناف: مرجئة الخوارج، ومرجئة القدرية، ومرجئة الجبرية، والمرجئة الخالصة

Murji'ah terbagi menjadi empat golongan:
Murji'ah dari kalangan Khawarij.
Murji'ah dari kalangan Qadariyah.
Murji'ah dari kalangan Jabariyah.
Murji'ah murni (al-Murji'ah al-Khālishah).
(Lihat milal wan nihal)

Wah berarti selama ini yang koar2 teriak "dasar murjiah" "dasar murjiah penjilat pemerintah" dan sejenisnya 

Jangan2 mereka sendiri murjiah, lah ada turunan nya ternyata

Double combo berarti: sudah khawarij jadi murjiah pula
https://www.facebook.com/share/p/1LgTqz35tK/

Minggu, 07 Juni 2026

Jangan dikira harga emas itu stabil. Dia fluktuatif, volatil, dan terdampak berbagai isu, sentimen dan regulasi domestik dan global.

Pada 30 januari kemarin, harga emas ANTAM menyentuh 3,4 juta rupiah per gram, lalu terjadi koreksi dan konsolidasi harga. 

Saat ini harga emas ANTAM berada pada posisi 2,8 juta / gram.

Artinya bagi yg beli emas pada 30 Januari senilai 100 juta, misalnya, maka nilainya saat ini -17,64%, yaitu 82,36 juta. (Minus 17,64 juta😬) 

Jangan dikira harga emas itu stabil. Dia fluktuatif, volatil, dan terdampak berbagai isu, sentimen dan regulasi domestik dan global. 

Investasi di instrument apapun (tentu saja yg halal), selama niatnya untuk jangka panjang dan menggunakan uang dingin, InsyaAllah tetap menguntungkan. Dengan syarat FUNDAMENTAL kokoh dan value wajar.

Darmagandhul : Jawanisasi atau Kristenisasi (2)

Darmagandhul : Jawanisasi atau Kristenisasi (2)

Ada dua tulisan tentang Darmagandhul yang saya baca. Pertama karya Damar Sasangka, karena komplit, ada teks jawa, terjemahan dan juga tafsir penulisnya. 

Kemudian yang kedua adalah Tesis ustadz Susiyanto di UMS Surakarta, Misi Kristen dan Orientalisme dalam serat Darmagandhul yang gamblang menjelaskan motif penulisan Darmgandhul.

Dalam penelaahan ustadz Susiyanto, Darmagandhul ini ditulis menggunakan nama alias, bukan nama sungguhan, yakni Ki Kalam Wadi dengan tahun penulisan tercermin dalam sengkalan "Wuk Guna Ngesti Nata."

Wuk Guna Ngesti Nata itu menunjukkan angka 1830 tahun Jawa atau kalau dikonversi ke tahun Masehi yaitu di tahun 1887/1888 Masehi.

Nah, apa yang terjadi pada tahun itu ?
Ustadz Susiyanto mengutip temuan Karel Steenbrink yakni surat Snouck Hurgronje kepada seorang tokoh Partai Kristen Belanda, Holle yang bertanggal 28 Januari 1889. 

Surat tersebut dibuat Snouck sebelum kedatangannya ke Hindia Belanda. Dalam surat tersebut, Snouck menyetujui pemikiran Holle, bahwa Islam adalah bahaya yang sangat besar bagi pemerintah kolonial. Dia menyetujui satu usul Holle, yaitu usaha Kristenisasi daerah yang masih animis, walaupun hal ini harus dilakukan secara tidak langsung dengan sokongan nyata dari pemerintah.

Selain dari Holle, riwayat hidup Sadrach juga bisa kita pantengin. Sadrach lahir tahun 1835 M, dibaptis pada tahun 1867 di usia 32 tahun dan mati pada tahun 1924 M di usia 89 tahun. Berarti tahun ditulisnya Darmagandhul itu berada pada puncak misionarisme Sadrach.

Pandangan yang menyebut Darmagandhul ditulis Ranggawarito jelas tertolak karena Ranggawarito meninggal pada tahun pada tahun 1873 M.

Juga pendapat yang menyatakan Darmagndhul ditulis oleh Kyai Tunggul Wulung, misionaris Kristen pendiri desa Bondo juga tertolak, karena Tunggul Wulung meninggal 29 April 1885.

Selain itu, pasca Darmagandhul, partai-partai konservatif di Belanda memang mencanangkan gerakan Kristenisasi Nusantara. 

De Kerstening van Indië blijve roeping van het Christenvolk in het moederland, maar vinde, alsook uit staatkundig en maatschappelijk oogpunt van overwegend belang, bij de koloniale Regeering, tegemoitkoming, beide in het verleenen van volle vrijheid en in het geldelijk steunen van onderwijs en krankenvenpleging.

Pengkristenan Nusantara tetap merupakan panggilan rakyat Kristen Eropa (Belanda), yang jika ditinjau dari segi kenegaraan maupun kemasyarakatan adalah juga sangat penting. Maka dari itu, pemerintah kolonial harus memberikan kebebasan yang seluas-luasnya dan tunjangan keuangan dalam melakukan pendidikan dan perawatan (misi).

Demikian politik Kristenisasi yang dikutip oleh ustad Muhammad Isa Anshory, dalam tesisnya di UMS juga.

Nah apakah pandangan ini tercermin dalam teks-teks yang ada dalam Darmagandhul ? Kita kutip pelan-pelan dalam serial berikutnya.
https://www.facebook.com/share/p/1Cm1njgTsU/

kenaikan harga karena kedzaliman hamba , dan penurunan harga disebabkan kebaikan hamba semua itu dikarenakan penciptaan Allah semata

Dan ketika itu: maka mahalnya (harga) disebabkan oleh kenaikan harga, dan murahnya (harga) disebabkan oleh penurunannya. Keduanya termasuk di antara sekian banyak kejadian yang tidak ada penciptanya melainkan Allah semata. Tidak ada sesuatu pun dari kejadian tersebut yang terjadi melainkan dengan kehendak dan kekuasaan-Nya.
Akan tetapi, Dia—Maha Suci Dia—telah menjadikan sebagian perbuatan hamba-hamba-Nya sebagai sebab bagi sebagian kejadian lainnya. Sebagaimana Dia menjadikan tindakan pembunuhan oleh seorang pembunuh sebagai sebab kematian orang yang dibunuh. Dan Dia menjadikan kenaikan harga terkadang disebabkan oleh kezaliman para hamba, sedangkan penurunannya terkadang disebabkan oleh kebaikan (ihsan) sebagian manusia,"
Syaikhul islam ibnu taimiyah

Sabtu, 06 Juni 2026

Bershalawat Kepada Nabi ﷺ sebelum Memanjatkan Do'a*

*Bershalawat Kepada Nabi ﷺ sebelum Memanjatkan Do'a*

Bershalawat saat akan memanjatkan doa disebutkan dalam hadits Fudholah bin ‘Ubaid, 
ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seseorang memanjatkan doa dalam shalatnya, lalu ia tidak memanjatkan shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pun berkata, “Orang ini terlalu tergesa-gesa dalam doanya.” Kemudian beliau memanggilnya lalu menegurnya atau mengatakan kepada lainnya, “Jika salah seorang di antara kalian berdoa, maka mulailah dengan memuji Allah, menyanjung-Nya, lalu bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mintalah doa yang diinginkan.” 
(HR. Al-musnad (6/18), Sunan Abu Daud, no. 1481. Syaikh Al Albani menilai hadits ini shahih dalam kitab Shahih Al-Jami’ no. 648)

Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan bahwa ada tiga tingkatan dalam bershalawat saat berdo’a:
- Bershalawat sebelum memanjatkan doa setelah memuji Allah.
- Bershalawat di awal, pertengahan dan akhir doa.
- Bershalawat di awal dan di akhir, lalu menjadikan hajat yang diminta di pertengahan doa.

Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan pula bahwa membaca shalawat pada saat berdoa, kedudukannya seperti membaca Al-Fatihah dalam shalat. 
فمفتاح الدعاء الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم كما أنّ مفتاح الصلاة الطهور
“Maka pembuka doa adalah shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Untuk shalat, pembukanya adalah dengan bersuci”.

[Kitab Fiqhu Al-'Adiyyah Wa Al-Adzkar, Syaikh Abdul Razzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr, hal. 434 ]

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

✓ Boleh di share seluasnya tanpa mengurangi isi tulisan.
AAAA

Hakikat Tawakal

Hakikat Tawakal

Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr hafizhahullah berkata:

وحقيقة التوكل هو عمل القلب وعبوديته اعتماداً على الله وثقةً به والتجاءً إليه وتفويضاً إليه ورضا بما يقضيه له ؛ لعلمه بكفايته سبحانه وحسن اختياره لعبده إذا فوَّض إليه أموره ، مع قيامه بالأسباب المأمور بها واجتهاده في تحصيلها . هذه هي حقيقة التوكل : اعتمادٌ على الله وحده لا شريك له مع فعل الأسباب المأمور بها والقيام بها دون تعدٍّ إلى فعل سببٍ غير مأمور أو سلوك طريق غير مشروع 

“Hakikat tawakal adalah amalan hati dan bentuk penghambaan hati kepada Allah, yaitu dengan bersandar kepada-Nya, percaya penuh kepada-Nya, berlindung dan kembali kepada-Nya, menyerahkan segala urusan kepada-Nya, serta ridha terhadap apa yang Dia tetapkan untuknya. Hal itu karena ia mengetahui bahwa Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi telah mencukupinya, dan bahwa pilihan Allah untuk hamba-Nya adalah pilihan yang terbaik ketika hamba tersebut menyerahkan urusannya kepada-Nya.

Namun, hal itu tetap disertai dengan menempuh sebab-sebab yang diperintahkan dan bersungguh-sungguh dalam mewujudkannya.

Inilah hakikat tawakal: bersandar hanya kepada Allah semata, tanpa sekutu bagi-Nya, disertai dengan melakukan sebab-sebab yang diperintahkan dan menjalankannya, tanpa melampaui batas dengan menempuh sebab yang tidak diperintahkan atau menempuh jalan yang tidak disyariatkan.”

Sumber: https://al-badr.net/muqolat/2489
Ustadz muadz mukhadasin