### **Pembahasan Pertama: Metode Senyuman dan Candaan**
Di antara metode yang digunakan Rasulullah ﷺ dalam menangani perselisihan rumah tangga adalah metode senyuman dan candaan. Beliau ﷺ melihat bahwa ada situasi tertentu di mana kemarahan tidak akan berguna, apalagi kekerasan. Oleh karena itu, betapa banyak situasi yang beliau hadapi dengan senyuman yang penuh kasih sayang, atau candaan manis yang mengubah suasana hati sepenuhnya.
Betapa banyak masalah yang tidak memiliki solusi kecuali dengan senyuman atau candaan manis yang memberikan kesan ceria, serta menjauhkannya dari lingkaran keseriusan yang terkadang justru memperburuk masalah dan membuatnya sulit diselesaikan.
Telah banyak disebutkan dalam Sunnah yang suci mengenai contoh-contoh senyuman beliau ﷺ saat terjadi perselisihan. Saya akan membatasi pada satu contoh saja untuk menjelaskan metode ini:
**Diriwayatkan dari Aisyah رضي الله عنها, ia berkata:**
> "Aku bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika engkau singgah di sebuah lembah yang di dalamnya terdapat sebuah pohon yang buahnya telah dimakan, dan engkau menemukan pohon lain yang belum dimakan sedikit pun; di pohon manakah engkau akan menggembalakan untamu?"
> Beliau menjawab: **"Di pohon yang belum dimakan (buahnya)."**
>
Dalam riwayat Abu Nu'aim ditambahkan: Aisyah berkata: "Maksudnya adalah aku (satu-satunya istri yang dinikahi dalam keadaan gadis)." Yakni bahwa Rasulullah ﷺ tidak menikahi gadis selain dirinya (Aisyah).
**Dalam riwayat lain:**
Aisyah berkata: Rasulullah ﷺ menemuiku pada suatu hari, lalu aku bertanya: "Dari mana saja engkau hari ini?"
Beliau menjawab: **"Wahai Humaira (yang kemerah-merahan pipinya), aku tadi berada di tempat Ummu Salamah."**
Aku berkata: "Apakah engkau tidak merasa kenyang (bosan) dengan Ummu Salamah?"
Maka beliau pun **tersenyum**.
Kemudian aku berkata: "Wahai Rasulullah, kabarkanlah kepadaku; jika engkau singgah di antara dua lereng gunung, yang satu sudah pernah digembalai dan yang lainnya belum pernah digembalai, di manakah engkau akan menggembala?"
Beliau menjawab: **"Di tempat yang belum pernah digembalai."**
Aku berkata: "Maka aku tidaklah seperti istri-istrimu yang lain; setiap istrimu pernah menjadi milik laki-laki lain selain dirimu (pernah menikah sebelumnya)."
Aisyah berkata: **Maka Rasulullah ﷺ pun tersenyum.**
### **Analisis**
Ini adalah pertanyaan wajar yang bersumber dari semangat seorang istri terhadap suaminya dan rasa cemburunya. Namun, terkadang seorang suami melihat pertanyaan ini sebagai campur tangan dalam urusannya. Semangat istri yang berlebihan bisa membuatnya mendebat, membantah, dan bertengkar dengan suaminya, sehingga masalah membesar, keraguan meningkat, dan mosi tidak percaya muncul di antara keduanya. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan boikot (didiamkan) atau perceraian.
Tidak ada solusi yang lebih baik untuk menghadapi situasi di mana istri melontarkan puluhan pertanyaan saat suami sedang lelah dan penat, selain dengan metode **senyuman manis dan candaan yang ceria.**