Muhammad yanu atmadji blog
blog ini berisikan kumpulan faedah faedah ilmu yang sangat bermanfaat kepada diri saya pribadi
Jumat, 05 Juni 2026
"fitnah Takfir" oleh syaikh Albani
(mengulang kembali) studi mengenai kriteria Ihsan menurut hadits jaringan jagal indonesia 5 juni 2026 hari jumat
Kamis, 04 Juni 2026
Rumah terakhir yang ditempati Imam Al-Albani di Yordania sebelum wafatnya رحمه الله
Hukum Berkuliah di Fakultas Hukum
1. Hukum Berkuliah di Fakultas Hukum
- Syekh al-Albani menjelaskan bahwa jika tidak ada percampuran lawan jenis (ikhtilat) di kampus tersebut, dan mahasiswa tersebut sudah memiliki dasar pemahaman hukum syariat yang kuat (terutama terkait masalah muamalah dan jual beli), maka ia diperbolehkan mempelajari hukum positif
- Tujuan belajarnya adalah sekadar untuk mengetahui, memperluas wawasan, serta memahami sistem hukum yang digunakan oleh negara-negara saat ini .
- Namun pada realitasnya, Syekh menilai kondisi ideal ini sangat sulit terwujud
- Mahasiswa sering kali belum memiliki dasar agama yang kokoh, sehingga dikhawatirkan hukum positif tersebut justru mempengaruhi hati dan menyimpangkannya dari agama Oleh karena itu, pada akhirnya beliau tidak menyarankan (tidak menasihati) untuk mengambil studi tersebut
2. Menolak Prinsip "Tujuan Menghalalkan Cara"
- Muncul argumen bahwa jika umat Islam tidak mempelajari hukum positif, hak-hak kaum muslimin akan hilang, atau tidak ada pengacara yang bisa membela umat Islam dalam persidangan .
- Syekh al-Albani menegaskan bahwa argumen tersebut lahir dari kaidah non-Islam, yaitu "Tujuan menghalalkan segala cara" Beliau mengumpamakannya dengan larangan wanita muslimah kuliah kedokteran di tempat yang terjadi ikhtilat parah dengan alasan "umat butuh dokter wanita"
- Menurut beliau, umat Islam yang taat (seperti kalangan salafi) harus tetap menjaga prinsip agama dan tidak boleh merendahkan moral atau menerobos larangan demi kemaslahatan tersebut Urusan profesi pengacara atau dokter tersebut pasti akan tetap dipenuhi oleh kaum muslimin lainnya yang mungkin tidak terlalu ketat atau belum terlalu memperhatikan masalah halal-haram seperti mereka sehingga kebutuhan publik akan tetap terpenuhi tanpa harus mengorbankan prinsip agama kita
3. Hukum Menggunakan Jasa Pengacara untuk Mengambil Hak
- Di akhir video, penanya bertanya mengenai situasi di mana seorang muslim terzalimi (misalnya dalam kasus sengketa lalu lintas, penipuan cek, atau uangnya dirampas) dan ia membutuhkan bantuan hukum
- Penanya memastikan apakah boleh mendatangi pengacara untuk membela haknya di hadapan pengadilan tersebut
- Syekh al-Albani menjawab bahwa jika tujuannya adalah untuk mengambil hak yang terzalimi dalam rincian masalah seperti yang disebutkan, maka hal itu diperbolehkan dan tidak ada larangan sama sekali
- https://youtu.be/FFvrj3Wdmek?si=TSsXuyn8pUhfBvJp
قصة ابڪت الشيخ الألباني رحمه اللّٰه Kisah yang Membuat Syaikh Al-Albani رحمه الله Menangis
Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah (Al-Hafiz Zainuddin Abdul Rahman bin Ahmad bin Rajab) adalah seorang imam dan ulama besar, namun beliau merupakan sosok yang sangat zuhud, warak, dan rendah hati
Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah (Al-Hafiz Zainuddin Abdul Rahman bin Ahmad bin Rajab) adalah seorang imam dan ulama besar, namun beliau merupakan sosok yang sangat zuhud, warak, dan rendah hati
Salah seorang muridnya menceritakan sebuah kisah:
Suatu hari, ketika kami sedang berada di salah satu majelis ilmu bersama syekh kami (Ibnu Rajab), beliau menjelaskan sebuah permasalahan agama secara mendalam dengan penjelasan yang sangat luar biasa menakjubkan
Kemudian di hari yang sama, kami diundang bersamanya untuk menghadiri majelis salah seorang hakim agung (pembesar qadhi) . Di majelis tersebut, orang-orang yang hadir mulai membahas permasalahan agama yang sama dengan yang dibahas oleh Syekh Ibnu Rajab sebelumnya .Namun, penjelasan mereka sama sekali tidak ada apa-apanya dan tidak mendekati keindahan penjelasan yang disampaikan oleh syekh kami di majelisnya .
Kami pun memandangi syekh kami, berharap beliau akan angkat bicara, menjelaskan kepada mereka, dan memberikan faedah agar keutamaan ilmu beliau tampak di hadapan mereka . Sebagai murid, tentu kami ingin keutamaan guru kami terlihat dan kami merasa bangga dengannya. Akan tetapi, beliau memilih untuk diam saja .
Ketika kami beranjak pergi, saya dan beberapa teman mendekati beliau dan berkata, "Semoga Allah membalas kebaikan Anda dan menambah keutamaan Anda. Anda telah menjelaskan permasalahan ini kepada kami dengan begitu rinci di masjid, namun ketika masalah ini dibahas di majelis tadi, Anda sama sekali tidak menyampaikan apa pun kepada mereka. Mengapa Anda tidak memberi tahu mereka?" .
Mendengar hal itu, beliau mengucapkan sebuah kalimat yang mencerminkan jiwa yang bersih dari kesombongan ilmu .Beliau berkata:
"Majelis bersama kalian (di masjid) adalah karena Allah, sedangkan majelis tadi adalah majelis yang diinginkan untuk urusan dunia."
https://youtu.be/yDj6--4bqoc?si=TqN0yiytaItspzyM
Disibukkan dengan Dunia Melemahkan Tauhid
Disibukkan dengan Dunia Melemahkan Tauhid
[00:00] Tidak diragukan lagi bahwa kesibukan dengan urusan dunia dapat melemahkan tauhid. Sebab, tauhid bukanlah sekadar perkara logika atau akal saja; tauhid adalah ilmu dan amal, serta ketundukan kepada Allah Azza wa Jalla.
[00:12] Semakin kuat dunia masuk ke dalam hati dan seseorang semakin disibukkan dengan syahwat—baik yang mubah (diperbolehkan), apalagi yang diharamkan—maka perhatian terhadap tauhid akan semakin melemah.
[00:27] Ambil contoh, berapa persentase orang yang peduli dan mempelajari buku-buku para ulama dakwah? Setiap orang mungkin berkata, "Kami tahu Kitab Tauhid dan kami tahu kitab-kitab penjelasannya." Namun, ketika Anda bertanya kepada mereka tentang rincian masalah di dalamnya, mereka tidak tahu. Bahkan terkadang orang tersebut dinisbatkan sebagai ahli ilmu atau penuntut ilmu. Hal ini tentu menunjukkan adanya kekurangan dalam banyak masalah.
[00:44] Banyak masalah yang dibahas oleh para ulama dakwah di dalam kitab-kitab mereka, seperti dalam kitab Ad-Durar As-Saniyyah atau kitab-kitab risalah lainnya, yang belum pernah dilihat atau dibaca oleh sebagian orang. Padahal, hubungan dengan kitab-kitab ini adalah hubungan dengan dakwah itu sendiri, karena hubungan dengan dakwah adalah hubungan dengan tauhid.
[01:04] Hubungan ini dapat dibangun melalui beberapa cara utama:
- Generasi muda dan para penuntut ilmu harus menaruh perhatian besar pada kitab-kitab para ulama dakwah.
- [01:16] Mereka harus terhubung dengan para ulama yang dapat menjelaskan makna dari perkataan para ulama dakwah tersebut, karena membaca sendiri saja tidaklah cukup.
Penyebaran Praktik Syirik dan Sihir
[01:27] Ada banyak masalah yang wajib disebarluaskan dan dijelaskan di tengah masyarakat. Ambil contoh, masalah sihir. Saat ini, para wanita kerap didatangi oleh orang-orang tertentu yang mempermudah mereka untuk pergi ke tukang sihir atau dukun. Terkadang para suami tidak menyadarinya. Sang istri mungkin beralasan, "Saya mau pergi ke pak kiai/ustaz untuk dirukyah," tanpa memberi tahu kenyataan sebenarnya tentang apa yang ia lihat atau apa yang dilakukan oleh orang tersebut.
[01:50] Banyak orang yang mempraktikkan perdukunan, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi. Sihir kini semakin tersebar, dan cara membantahnya hanyalah dengan tauhid.
[02:02] Sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: "Setiap kali pengamalan terhadap peninggalan para nabi (yaitu tauhid dan keimanan) melemah di suatu negeri, maka para penyihir akan semakin kuat di sana." Hal ini karena para penyihir bekerja sama dengan setan untuk menimbulkan penyakit atau ikatan sihir. Hukuman bagi penyihir adalah hukuman bagi seorang murtad, karena ia memang telah murtad dan kafir. [02:35] Seorang penyihir adalah kafir, karena tidak mungkin seseorang bisa menyihir kecuali dengan melakukan kesyirikan.
[02:44] Memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai hal ini termasuk memberikan pemahaman tentang pokok agama (usuluddin). Banyak orang meremehkan urusan penyihir dan dukun dengan dalih "dia hanya mengobati atau meramal". Padahal ketika kita melihat apa yang ada di tempat mereka, kita mendapati kemenyan dan ritual seperti yang dilakukan para dukun.
Bentuk-Bentuk Syirik yang Diremehkan
[02:55] Contoh lain dari meremehkan bentuk kesyirikan adalah masalah zodiak/ramalan bintang. Seseorang membawa majalah yang berisi ramalan zodiak ke rumahnya. Kemudian anak muda, wanita, atau bahkan kepala rumah tangga membaca ramalan tersebut: "Zodiak Gemini: Anda akan mendapatkan uang, kebahagiaan, atau Anda akan bepergian."
[03:13] Ketahuilah, ini adalah perdukunan (keperamalan)! Barangsiapa yang membacanya, maka ia sama saja telah mendatangi dukun. Ketika Anda mendatangi dukun, pilihannya adalah Anda sekadar bertanya atau Anda memercayainya. [03:36] Barangsiapa yang membaca ramalan tersebut, hukumnya sama dengan orang yang mendatangi dukun. Jika ia memercayainya, maka ia dihukumi telah memercayai dukun. Dan barangsiapa memercayai apa yang dikatakan dukun, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Ini adalah bentuk syirik asghar (syirik kecil) atau perdukunan yang masuk ke dalam rumah-rumah. Di manakah para ahli tauhid untuk mengingkari hal ini?
[03:52] Masalah lainnya adalah ucapan syirik yang sering digunakan oleh anak-anak maupun orang dewasa (syirik asghar). Banyak orang yang menyandarkan nikmat atau keselamatan kepada manusia. Misalnya ucapan: "Kalaulah bukan karena pilot, pasti akan terjadi begini," atau "Kalaulah bukan karena si fulan, pasti akan begini." Ini tidak diragukan lagi termasuk jenis kesyirikan yang ditolak oleh dakwah tauhid.
[04:15] Saya sendiri pernah melihat di sebuah tempat di Riyadh, seekor domba disembelih di depan pintu sebuah rumah oleh pemiliknya yang termasuk orang awam atau jahil. Saya meminta pemilik rumah untuk keluar, namun ia tidak keluar, dan kemudian terjadi hal-hal lainnya. Intinya, bagaimana kejahilan (kebodohan terhadap agama) ini bisa sampai ke tingkat ini?
[04:36] Seseorang datang kepadanya dan berkata, "Kita harus menyembelih sesuatu di sini." Sebagian kontraktor atau pekerja bangunan juga melakukan hal serupa; ketika mereka menuangkan semen pertama untuk tiang atau atap rumah, mereka berkata, "Kita harus menyembelih hewan." [04:51] Apa ini? Ini semua adalah penyembelihan yang ditujukan untuk menolak gangguan atau kejahatan jin.
Ada banyak masalah tauhid yang tidak diketahui oleh penduduk negeri ini, padahal mereka berada di atas fitrah, tetapi mereka tidak mengetahuinya karena kebodohan.
Pentingnya Al-Wala' wal Bara' dan Menjaga Tauhid Tetap Hidup
[05:02] Yang lebih besar dari itu adalah masalah Al-Wala' wal Bara' (loyalitas dan berlepas diri). Ada orang yang mencintai pelaku syirik, atau hatinya tidak merasa benci dan asing terhadap orang musyrik. Ia melihat kesyirikan, namun hatinya tidak merasa marah atau cemburu karena Allah. Bagaimana orang seperti ini bisa menjadi seorang muwahhid (ahli tauhid) yang jujur, yang mengerti dan paham tentang tauhid?
[05:22] Mengapa demikian? Karena syirik adalah bentuk penghinaan dan celaan terhadap Allah Jalal wa Ala. Seseorang jika ayahnya atau dirinya sendiri dihina, ia pasti akan marah dan bertindak. Lalu bagaimana bisa hatinya tidak merasa marah ketika Allah Jalal wa Ala yang dicela dan dihina? Ia melihat peribadatan kepada selain Allah, namun ia biasa saja.
[05:37] Sebagian orang juga menonton berbagai saluran televisi yang menayangkan hal-hal yang bertentangan dengan tauhid, seperti sihir, perdukunan, penyembahan, atau kisah-kisah karomah wali yang menyimpang, urusan sufi, dan sejenisnya. Ia melihatnya seolah-olah itu adalah hal yang biasa. Sebagian orang juga meremehkan kehadiran di acara-acara maulid (yang menyimpang).
[05:54] Intinya, ada banyak hal yang masuk ke dalam kehidupan kita yang membutuhkan edukasi. Tauhid itu jika tidak disuarakan dan dijelaskan secara terus-menerus terang-terangan, maka ia akan dilupakan.
[06:03] Ingatlah hadis Ibnu Abbas di dalam Shahih Al-Bukhari tentang sebab awal mula penyembahan berhala di zaman Nabi Nuh 'alaihis salam (seperti berhala Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr). Berhala-berhala itu awalnya dibuat berupa patung-patung orang saleh untuk menghormati mereka. [06:19] Namun, ketika ilmu agama telah sirna (terhapus), patung-patung tersebut akhirnya disembah. Ketika ilmu telah hilang, manusia akan mewarisi sesuatu tanpa ada lagi yang melarangnya.
Generasi berikutnya akan berkata, "Orang tua kami tidak pernah melarang kami, kami tidak tahu apa-apa." Anda dapati orang-orang tua saat ini masih memiliki pemahaman tauhid yang istimewa, tetapi pertanyaannya, apakah tauhid ini sudah diwariskan kepada anak-anak kecil mereka?
Kewajiban Para Pendakwah dan Keutamaan Tauhid
[06:34] Harus ada keberlanjutan dalam mengajarkan tauhid. Perkara terbesar yang harus ditanamkan di dalam hati generasi muda dan manusia adalah tauhid. Karena barangsiapa yang menghadap Allah dalam keadaan bertauhid dan tidak berbuat syirik sedikit pun, maka dosa-dosanya akan diampuni.
[06:44] Allah berfirman (dalam hadis qudsi): "Wahai anak Adam, seandainya engkau mendatangi-Ku dengan membawa dosa seisi bumi, kemudian engkau menemui-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku akan mendatangi-mu dengan ampunan seisi bumi pula."
Maka sarana terbesar untuk mendapatkan ampunan dosa dan kebaikan yang paling agung adalah tauhid. Dan pembahasan mengenai hal ini sangatlah panjang.
[07:08] Oleh karena itu, wajib bagi para khatib untuk menelusuri fenomena-fenomena kesyirikan ini, menyampaikannya kepada masyarakat, serta memperingatkan mereka darinya. Wajib bagi para khatib dan dai untuk menyampaikan masalah tauhid. Tauhid itu didakwahkan secara global maupun secara teperinci dalam setiap permasalahannya.
[07:20] Jelaskan tentang tauhidul qulub (tauhidnya hati), ketundukan kepada Allah, rasa cinta (mahabbah), harap (raja'), kembali bertaubat (inabah), tawakal, dan rasa takut (khauf) kepada Allah Jalal wa Ala. Banyak orang saat ini yang kehilangan rasa takut kepada Allah. Jenazah lewat di hadapannya, namun tidak ada rasa takut. Musibah terjadi, tidak ada rasa takut. Ayat-ayat Al-Qur'an diperdengarkan, tidak ada rasa takut. Rasa takut telah melemah, padahal takut adalah salah satu bab dan ibadah yang agung dalam tauhid.
[07:45] Para malaikat yang bertauhid pun takut kepada Rabb mereka yang berada di atas mereka. Allah berfirman: "Hingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata: 'Apakah yang telah difirmankan oleh Rabbmu?'" Maka menumbuhkan rasa takut kepada Allah Jalal wa Ala adalah ibadah yang agung. Masyarakat harus dididik di atas masalah tauhid ini.
[08:05] Namun, barangsiapa yang hidupnya tidak bersama tauhid, ia tidak akan mampu berdakwah kepadanya dengan baik, baik secara global maupun secara teperinci. Oleh karena itu, kita harus hidup bersama tauhid agar kita bisa mendakwahkannya dengan cara yang terbaik.
Ya, demikian.
Tautan Video: Https://youtu.be/jfopd3t_O24?si=t_v3JJaNKXBpQ3jZ