Sabtu, 18 April 2026

Kawan! Sekali lagi salafy itu metode

Salafy itu metode beragama bukan kelompok.

Salafy itu berrarti mengikuti pemahaman dan praktek beragama generasi salaf. Sehingga yang menjadi fokus salafy adalah gagasan, diskusiya tentang gagasan atau pemikiran, bukan tentang brand  tertentu baik ormas atau partai politik atau lainnya.

Namun ada tangan tangan yang sedang berusaha menggiring agar salafy di indonesia kembali menjadi kelompok, yang bisa dikendalikan dari balik "daun pisang', sebagaimana yang pernah terjadi ketika brand salafy diceburkan ke ambon, dengan brand baru "LJ" bukan RJ atau STMJ.

Hari ini, salafy sedang dipersiapkan ke arah yang sama, makanya sering dibuatkan ring, agar latihan perang perangan melawan ormas..... bukan sibuk berdiskusi tentang gagasan dan pemikiran..... makanya para oknum di balik "daun pisang" itu doyan menanyakan: apa pendapat antum tentang Muhammadiyah, PKS, atau NU, atau MUI dan sejenisnya.

Diskusi tentang ied, bergeser ke tuduhan ke ormasnya, bukan gagasannya....padahal yang berhari raya tidak bersama pemerintah itu banyak, bukan hanya MU, namun oknum oknum itu fokus ke ormasnya.

Kawan! Yuk kembali ke labtop, bahwa salafy itu metode berpikir dan mengamalkan agama, sehingga fokus membicarakan pemikiran dan amalan, bukan ormas atau partai atau lainnya.

Kok gitu? Karena ormas atau partai itu benda, sedangkan islam itu ngurusi perbuatan dan ucapan manusia, sehingga mari kembali ke labtop, diskusi tentang gagasan, pemikiran, amalan, karena itulah obyek hukum dalam Islam.

Sedangkan ormas atau partai atau lembaga bisa berubah seiring dengan perubahan oknumnya..... la yang pegang Al Qur'an, bawa Al  Hadits, menimbun kitab kitab ulama' saja tidak serta merta amalan dan ucapannya sesuai, UU, atau AD ART atau lainnya juga bernasib serupa tidak serta merta dijalankan, tidak serta merta mencerminkan oknumnya .

Coba ingat, dahulu para sahabat menjadi generasi terbaik, dengan islam mereka bersatu, untuk islam mereka berjuang, berbagai perbedaan, suku, kepentingan dan lainnya mereka lupakan demi kejayaan Islam.

Sedangkan saat ini, dengan semakin lama belajar dan dengan alasan manhaj salaf kita berpecah belah, dari hari ke hari semakin banyak varian perpecahannya, bukan semakin bersatu....... Benarkah manhaj salaf itu tidak bisa mempersatukan? Benarkan manhaj salaf itu memang berdampak memecah belah dan memperbanyak perpecahan? 
وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ
وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ
فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ
فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (Ali Imran 103)

Apa anda kira para sahabat tidak memiliki perbedaan metode memahami agama, atau mengamalkan agama?

Di antara mereka terjadi banyak perbedaan, ada metode tekstual dan ada pula metode kontekstual, sebagaimana pada kisah perjalanan para sahabat ketika berperang melawan suku Quraizhoh.

Kawan! Sekali lagi salafy itu metode, karena fokus berdiskusi tentang pemikiran dan amalan, bukan brand tertentu...sehingga kondusif, tidak terjebak pada fanatisme kelompok.....

Kawan! Bukalah mata, bahwa perpecahan, atau perbedaan antara para syikeh di timur tengah ternyata tidak luput dari aspek aspek personal, masak harus diinpor utuh utuh seperti perilaku para pengimpor pakaian bekas?  

Anda ndak percaya, simak saja 2 link berikut: 

https://www.youtube.com/watch?v=hNWXBMi4mm8

https://www.youtube.com/watch?v=icxr0J_Fka0

Semoga mencerahkan.
https://www.facebook.com/share/1E8XiiZkC6/

Jumat, 17 April 2026

Imam al-Hafiz Abu al-Qasim Ismail bin Muhammad at-Taimi al-Asbahani (535H) berkata:

Imam al-Hafiz Abu al-Qasim Ismail bin Muhammad at-Taimi al-Asbahani (535H) berkata:

Ini adalah mazhab Malik, ath-Thauri, al-Auza‘i, asy-Syafi‘i, Hammad bin Salamah, Hammad bin Zaid, Ahmad, Yahya bin Sa‘id al-Qattan, ‘Abdurrahman bin Mahdi, dan Ishaq bin Rahawaih:

Sesungguhnya sifat-sifat Allah yang Dia sifatkan diri-Nya dengannya, dan yang disifatkan oleh Rasul-Nya seperti pendengaran, penglihatan, wajah, dua tangan, dan selainnya daripada sifat-sifat-Nya semuanya adalah menurut 𝗭𝗔𝗛𝗜𝗥𝗡𝗬𝗔 yang diketahui dan masyhur.

Tanpa membayangkan bagaimana keadaannya (tanpa kaifiyyah), tanpa menyerupakan (dengan makhluk), dan tanpa 𝗺𝗲𝗻𝘁𝗮𝗸𝘄𝗶𝗹𝗸𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮. 

Berkata Ibn ‘Uyainah: ‘Setiap sesuatu yang Allah sifatkan diri-Nya dengannya, maka membacanya itu adalah tafsirnya.’
Kemudian beliau menjelaskan: ‘Iaitu ia kekal atas zahirnya, tidak boleh dipalingkan kepada makna majaz dengan sebarang bentuk takwil.

Ini Taqrir akidah Ahlussunnah terhadap nas Sifat Tuhan mereka menetapkan sesuai zahir ayat namun, Asymatur kata kalau berpegang pada zahir membawa kepada Kesesatan bahkan Kufur.Mereka sesat kan dan kufurkan Wahabi Tetapi Pada hakikat mereka sesat kan serta kufur kan Kibar Imam2 Ahlssunnah.
ust muhammad nur syafiq

aib sebelum pernikahan

Musibah dunia Islam hari ini adalah bahwa mereka telah tersesat dari jalan yang lurus, di mana mereka mengira telah memahami Islam yang dapat mewujudkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat secara bersamaan.

مصيبة العالم الإسلامي اليوم مصيبة أخطر وقد يستنكر بعضكم هذا الذي أقوله مصيبة العالم الإسلامي اليوم أخطر من احتلال اليهود لفلسطين مصيبة العالم الإسلامي اليوم أنهم ظلوا سواء السبيل أنهم معرفوا الإسلام الذي به تتحقق سعادة في الدنيا ولا آخر معا وإذا عاش المسلمون في بعض الظروف أذي الله مضطهدين من الكفار والمشركين وقتلوا وصلبوا ثم ماتوا فلا شك أنهم ماتوا سعداء ولو عاشوا في الدنيا أذي الله مضطهدين أما من عاش عزيزا في الدنيا وهو بعيد عن فهم الإسلام كما أراد الله عز وجل ورسوله فهو سيموت شقيا وإن عاش سعيدا في الظاهرة  
https://www.facebook.com/share/v/1B5LmcPijd/


Musibah dunia Islam hari ini adalah musibah yang paling berbahaya, dan mungkin sebagian dari kalian akan menyangkal apa yang saya katakan ini: Bahwa musibah dunia Islam hari ini lebih berbahaya daripada pendudukan Yahudi atas Palestina.
Musibah dunia Islam hari ini adalah bahwa mereka telah tersesat dari jalan yang lurus, di mana mereka mengira telah memahami Islam yang dapat mewujudkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat secara bersamaan.
Jika umat Islam hidup dalam beberapa kondisi yang menyakitkan karena ditindas oleh orang-orang kafir dan musyrik, lalu mereka dibunuh dan disalib, maka tidak diragukan lagi bahwa mereka mati dalam keadaan bahagia. Walaupun mereka hidup di dunia dalam keadaan tersiksa, namun bagi siapa saja yang hidup mulia di dunia tetapi jauh dari pemahaman Islam sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, maka ia akan mati dalam keadaan celaka, meskipun secara lahiriah ia terlihat hidup bahagia."


WANITA ITU TAK PERNAH SALAH

*.::  WANITA ITU TAK PERNAH SALAH  ::.*

Sedikit kisah salah satu sahabat A'sya al Maazinii yang sedang punya masalah sama istrinya Mu'adzah, sampai-sampai dia melantunkan sebuah syair yg riwayatkan di kitab Tarikh al Kabiir ( 1 / 61 ) :

يا مالك الناس وديان العرب *** أني لقيت ذربة من الذرب
غدوت أبغيها الطعام في رجب *** فخلفتني بنزاع وهرب
أخلفت العهد ولطت بالذنب *** *وهن شر غالب لمن غلب*

Artinya secara ringkas ... Wahai Rasulullah sungguh diriku terkena musibah, musibah mendapatkan istri yg kejam utk diriku, padahal yg lainnya mendapakan seorang istri yg shalehah, taat dan setia dgn suaminya, adapun diriku sungguh yg aku dapatkan musibah diatas musibah, aku menjalankan kewajibanku utk menafkahi istriku, namun ketika masalah datang dan tak kunjung terselesaikan, ia lari dariku, dia ingkari janji sebagai seorang istri, pun dia tak merasa bersalah  ...

Ketika itu Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam pun sampai membuat permisalan / pepatah dr bait syair tersebut

هن شر غالب لمن غلب

Artinya walaupun laki2 itu kuat dan tegas namun ketika berhadapan dgn perempuan maka laki2 itupun akan kalah karena wanita tak pernah salah

Jadi jgn heran dengan tabiat wanita karena Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam pun mengakui bahwa wanita merasa takkan pernah bersalah.

============

Anton Abdillah Al Atsary.

Imam Ubayd Allah ibn Sa'id al-Sijzi رحمه الله berkata dalam risalahnya kepada أهل زبيد:

Imam Ubayd Allah ibn Sa'id al-Sijzi رحمه الله berkata dalam risalahnya kepada أهل زبيد:

Wajib diketahui bahawa apabila Allah Ta‘ala mensifatkan diri-Nya dengan suatu sifat yang difahami dalam 𝗯𝗮𝗵𝗮𝘀𝗮 𝗔𝗿𝗮𝗯 dan ayat itu ditujukan kepada mereka dengan makna yang biasa mereka gunakan sesama mereka,serta Allah tidak menjelaskan bahawa makna itu berbeza daripada yang mereka fahami.

dan Nabi ﷺ juga tidak mentafsirkannya dengan tafsiran yang menyelisihi zahir,
maka sifat itu difahami berdasarkan makna zahir yang mereka fahami dan kenali.

Beliau juga berkata:

Para imam telah bersepakat bahawa sifat-sifat Allah tidak diambil kecuali dengan Wahyu dan begitu juga penjelasannya tidak boleh kecuali dengan wahyu.

Maka kata-kata ahli kalam yang:
menafikan sifat-sifat Allah atau
menetapkannya hanya dengan akal semata-mata atau mentakwilkannya kepada makna yang menyelisihi zahir adalah suatu kesesatan.

Tidak boleh mensifatkan Allah melainkan dengan apa yang Allah sifatkan untuk diri-Nya, atau yang disifatkan oleh Rasul-Nya ﷺ.

Itu pun apabila hadis tersebut sahih dan tidak ada syubhat pada kesahihannya.
Adapun riwayat-riwayat yang lemah atau jalan yang tidak sahih, maka tidak boleh dijadikan pegangan dalam akidah tentang zat dan sifat Allah.

Ini berdasarkan kesepakatan para ulama ahli athar (ahli hadis).
ust muhammad nur syafiq

Takut Miskin? Itu Red Flag Iman”

“Takut Miskin? Itu Red Flag Iman”

Dikatakan kepada Salamah bin Dinar:
“Apakah engkau tidak takut miskin?”

Beliau menjawab:
ﺃﺧﺎﻑ اﻟﻔﻘﺮ ﻭﻣﻮﻻﻱ ﻟﻪ ﻣﺎ ﻓﻲ اﻟﺴﻤﺎﻭاﺕ ﻭﻣﺎ ﻓﻲ اﻷﺭﺽ ﻭﻣﺎ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻭﻣﺎ ﺗﺤﺖ اﻟﺜﺮﻯ .
“Apakah aku harus takut miskin, sementara Tuhanku memiliki segala yang ada di langit, di bumi, di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah?”

Jāmi‘ al-‘Ulūm wa al-Ḥikam (2/859)