AYAH YANG TIDAK MENCARI MENANTU KAYA
Sa‘īd bin al-Musayyib رحمه الله adalah salah seorang ulama besar dari kalangan tabi‘in.
Putrinya pernah dilamar untuk putra Khalifah ‘Abdul Malik bin Marwān. Namun Sa‘īd tidak memilih kemegahan istana untuk putrinya.
Suatu hari, salah seorang muridnya, Ibn Abī Wadā‘ah, beberapa hari tidak terlihat di majelisnya. Ketika kembali, Sa‘īd bertanya ke mana ia pergi.
“Istriku meninggal dunia,” jawabnya.
Sa‘īd kemudian bertanya,
“Apakah engkau sudah menikah lagi?”
Ia menjawab,
“Semoga Allah merahmatimu. Siapa yang mau menikahkan putrinya denganku, sementara aku hanya memiliki dua atau tiga dirham?”
Sa‘īd menjawab singkat:
“Aku.”
Murid itu terkejut.
Namun Sa‘īd benar-benar menikahkan putrinya dengannya dengan mahar yang sangat sederhana.
Putri seorang ulama besar, yang pernah dilamar untuk keluarga khalifah, justru dinikahkan dengan seorang penuntut ilmu yang miskin.
Setelah menikah, Ibn Abī Wadā‘ah menggambarkan istrinya:
فَإِذَا هِيَ مِنْ أَجْمَلِ النَّاسِ، وَأَحْفَظِ النَّاسِ لِكِتَابِ اللهِ، وَأَعْلَمِهِمْ بِسُنَّةِ رَسُولِ اللهِ ﷺ، وَأَعْرَفِهِمْ بِحَقِّ زَوْجٍ
“Ternyata ia termasuk wanita yang paling cantik, paling kuat hafalan Al-Qur’annya, paling memahami Sunnah Rasulullah ﷺ, dan paling mengetahui hak seorang suami.”
Beberapa waktu kemudian, ketika Ibn Abī Wadā‘ah hendak keluar rumah untuk menghadiri majelis Sa‘īd bin al-Musayyib, istrinya bertanya:
إِلَى أَيْنَ تَذْهَبُ؟
“Engkau hendak pergi ke mana?”
Ia menjawab:
إِلَى مَجْلِسِ سَعِيدٍ أَتَعَلَّمُ الْعِلْمَ
“Ke majelis Sa‘īd untuk belajar ilmu.”
Sang istri lalu berkata:
اجْلِسْ، أُعَلِّمْكَ عِلْمَ سَعِيدٍ
“Duduklah. Aku akan mengajarkan kepadamu ilmu Sa‘īd.”
Betapa indahnya pilihan seorang ayah. Ia tidak mencari menantu yang paling kaya, tetapi lelaki yang baik agama dan akhlaknya; dan kepada lelaki itulah ia menitipkan seorang putri yang telah ia bekali dengan Al-Qur’an, Sunnah, dan ilmu.
Sumber kisah: diriwayatkan dalam biografi Sa‘īd bin al-Musayyib, antara lain dalam Ḥilyat al-Awliyā’ karya Abū Nu‘aim dan Siyar A‘lām al-Nubalā’ karya al-Dzahabī.
https://www.facebook.com/share/1DdxwH1DqA/