IDUL FITRI 1447 H/2026 TERBELAH MENJADI TIGA
Yang kita khawatirkan terjadi. Umat Islam terbelah menjadi 3 Hari dalam merayakan idul Fitri
1. Ramadan Rabu 18/2/2026 hingga idul fitri hari jumat 20 Maret 2026, karena Rabu 18/3/2026 tidak ada hilal, sebab secara hisab bulan terbenam sebelum matahari maka mereka ikmal Ramadhan menjadi 30 hari.
Negara-negara yang berhari raya 20 Maret 2026 adalah:
1) Arab Saudi
2) Uni Emirat Arab (UEA)
3) Bahrain
4) Qatar
5) Kuwait
6)Turki
7) Maladewa
8) Lebanon
9) Palestina
10) Yaman
11) Irak
12) Sudan
13) Djibouti
14) Somalia
15) Uganda
16) Nigeria
17) Chad
18) Gambia
19) Guinea
20) Benin
21) Senegal
22) Kamerun
23) Australia
Di Indonesia diikuti oleh Ormas Muhammadiyah atas dasar KHGT
Pondok Modern Gontor dan Pondok al Falah Ploso
Dan banyak elemen2 lain.
(NB.salah satu bukti rujyat hilal 19 Maret kita dapat di jam 20.40 PM, diposting oleh المصور الفلسطيني
2. Ramadan Rabu 18/2/2026 hingga idul fitri hari Kamis 19 Maret 2026, karena Rabu 18/3/2026 hilal di Afghanistan sudah dilihat dibeberapa tempat katanya.
Negara lain yang berhari raya Kamis ini adalah
1) Afghanistan
2) Niger dan
3) Mali.
Klaim rukyat ini bertabrakan dengan seluruh metode hisab, sebab secara hisab bulan terbenam sebelum matahari.
Di Indonesia banyak juga kelompok masyarakat muslim yang ikut .
3. Ramadan Kamis 19/2/2026 hingga idul fitri hari Sabtu 21 Maret 2026, karena Kamis 19/3/2026 tidak terlihat hilal, dan secara hisab bulan di ketinggian 3.51 dan elongasi 6.06 (dibulatkan menjadi 6,1)
Kurang sedikit dari kriteria MABIMS ketinggian 3° elongasi 6,4°
Negara yang berhari raya 21 Maret 2026
1) Indonesia.
2) Singapura.
3) Malaysia
4) Brunei
Sementara itu, sejumlah negara besar seperti India, Bangladesh, Pakistan, dan Iran masih menunggu.
Sungguh ini fenomena Hari Raya yang membawa keprihatinan yang mendalam, sebab menggambarkan pekerjaan rumah yang kompleks.
1. Tidak harmoninya antara falak dan rukyah, antar Ormas yang mengikuti falak dan yang mengikuti rukyah
2. Kurangnya kesadaran untuk bersatu di kalangan ulama dan umaro antar negara-negara Islam, masing-masing cukup dengan rukyah masing-masing, atau rukyah regional yang sdh disekapati, padahal bisa dilakukan kesepakatan yang lebih sesuai dengan kemajuan zaman dan universalitas Islam, sebab secara fiqih sudah ada "wihdatu Rukyah".
Semoga dibalik metidak kompakan ini ada hikmah bagi yang berfikir.
Yang jelas salah satunya adalah dalam memaknai hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam harus lebih bijak:
الفطرُ يومَ يفطرُ الناسُ والأضحى يومَ يُضحِّي الناسُ.
Idul fitri adalah hari dimana manusia berbuka, dan idul adha adalah hari dimana manusia berkorban. (HR.Tirmidzi dari Aisyah)
Ketika umat Islam dalam 1 negara terbelah puasa dan hari rayanya jangan masing-masing kelompok mengklaim diri merekalah yang menjadi ukuran، Kita perlu memahami keadaan Masing-masing, dan udzur masing-masing, dengan tetap mengupayakan persatuan dan hal hal yang bisa mempersatukan dalam ningkai sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam
Dalam hal ini yang perlu direnungkan adalah ucapan
Syaikhul Islam Zakaria al Anshori dalam Kitabnya Asnal Mathalib tentang orang yang telat mengetahui adanya hilal sehingga harus sholat di tanggal 2 Syawal secara ada'an bukan qodho'an.
(وَصَلَّاهَا فِي الْغَدِ أَدَاءٌ ) ، قَالُوا : وَلَيْسَ يَوْمُ الْفِطْرِ أَوَّلَ شَوَّالٍ مُطْلَقًا، بَلْ يَوْمُ فِطْرِ النَّاسِ، وَكَذَا يَوْمُ النَّحْرِ يَوْمُ يُضَحِّي النَّاسُ، وَيَوْمُ عَرَفَةَ الْيَوْمُ الَّذِي يَظْهَرُ لَهُمْ أَنَّهُ يَوْمُ عَرَفَةَ ، سَوَاءُ التَّاسِعُ وَالْعَاشِرُ ؛ وَذَلِكَ لِخَبَرِ : «الْفِطْرُ يَوْمَ يُفْطِرُ النَّاسُ، وَالْأَضْحَى يَوْمُ يُضَحِّي النَّاسُ ، رَوَاهُ التَّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ،
وَفِي رِوَايَةٍ لِلشَّافِعِيِّ :وَعَرَفَةَ يَوْمَ يُعَرِّفُونَ».
Semoga tulisan ini ada manfaatnya.
Selamat berhari raya idul fitri 1447 H.
Ustadz Dr agus hasan bashori