Nukilan Pandangan Syaikh Ibnu 'Utsaimin tentang Penggunaan Hisab untuk Menafikan Klaim Rukyat
☆☆☆
Masalah (251) (18/8/1417 H)
Aku bertanya kepada guru kami (Syaikh Ibnu 'Utsaimin)—semoga Allah merahmatinya: “Apakah hisab dari observatorium astronomi dapat dipakai dalam penetapan hilal?”
Beliau menjawab: “Menurut pandangan kami, hal itu dipakai dalam penafian, bukan dalam penetapan. Maksudnya, apabila ada seseorang mengatakan bahwa ia telah melihat hilal, sementara observatorium menyatakan bahwa hilal tidak mungkin lahir pada malam itu, di tempat tersebut, maka kita mengambil penafian observatorium. Namun jika observatorium menetapkan bahwa hilal sudah lahir pada malam itu, sedangkan tidak seorang pun dari manusia melihatnya dengan penglihatan langsung, maka kita tidak memakai penetapan observatorium tersebut, karena yang menjadi tolok ukur adalah rukyat secara alami.”
Sumber kutipan: Arsip Multaqa Ahl al-Hadits, “Masā’il Daqīqah fī al-Ṣiyām” oleh Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, hlm. 289.
☆☆☆
Teks Asal:
مسألة (251) (18/ 8/1417هـ) سألت شيخنا رحمه الله: هل يعمل بحساب المراصد الفلكية في إثبات الهلال؟
فأجاب: الذي نرى أن يعمل به في النفي لا في الإثبات. ومعنى ذلك: أنه لو قال شخص أنه رأى الهلال، والمراصد تقول إن الهلال لا يمكن أن يولد هذه الليلة في هذا المكان، فإنا نعمل بنفي المرصد. ولو قرر المرصد أن الهلال مولود الليلة، ولم يره أحد من الناس رؤية مجردة لم نعمل بإثبات المرصد، لأن العبرة بالرؤية الطبيعية.
ص289 - أرشيف ملتقى أهل الحديث - مسائل دقيقة في الصيام للشيخ ابن عثيمين رحمه الله - المكتبة الشاملة الحديثة
Link: https://al-maktaba.org/book/31621/56791#p16
☆☆☆
Sumber: Grup WA
Note: Pandangan di atas tentu bukanlah merupakan hal baru dan telah dinyatakan oleh sebagian ulama lainnya, semisal al-'Allamah as-Subki asy-Syafi'i, dan lain-lain.