Makna "Dzalika" dalam Surah Al-Baqarah
{ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ}
"Kata Dzalika (itu) di sini membawa makna yang juga bisa diwakili oleh kata Hadza (ini). Hal ini dikarenakan keduanya, baik hadza maupun dzalika, sama-sama sah digunakan dalam konteks ketika suatu perkara telah disebutkan, lalu diikuti oleh kata tunjuk untuk memberikan keterangan tambahan mengenainya.
Tidakkah Anda menyadari saat seseorang berkata, 'Si fulan telah tiba,' lalu pendengarnya menyahut: 'Kabar itu (dzalika) sudah sampai kepada kami,' atau 'Berita ini (hadza) telah kami terima'?
Maka, penggunaan 'dzalika' (dengan makna 'ini') menjadi tepat karena ia terasa dekat dengan respons yang diberikan dan seolah-olah sosoknya hadir di depan mata. Sementara itu, penggunaan 'dzalika' (dengan makna 'itu') juga tepat karena pembicaraan tersebut sudah selesai diutarakan, dan sesuatu yang sudah selesai posisinya dianggap seperti sesuatu yang sudah lampau atau jauh."
_______
Kesimpulan:
Dalam kaidah bahasa Arab, kata tunjuk jarak jauh (ism isyarah lil ba'id) seperti dzalika terkadang digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang dekat karena saking jelasnya perkara tersebut. Al-Farra' menjelaskan bahwa Dzalika bisa bermakna "ini" karena topiknya sedang hangat dibicarakan (hadir secara kontekstual), atau tetap bermakna "itu" karena informasinya sudah tuntas disampaikan (secara teknis sudah selesai/lampau).
Allahu a'lam
Ibn nashrullah