Terkadang pada malam-malam yang mulia ini, Allah menguji seorang hamba dengan memperlihatkan kepadanya orang lain yang tampak kurang bersemangat dalam ibadah dan ketaatan.
Jika kita melihat hal itu, jangan meremehkan amal mereka dan jangan memandang rendah keadaan mereka. Karena ketaatan adalah karunia dari Allah; Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia juga bisa mencabutnya kapan saja.
Kesungguhanmu dalam beribadah bukan semata karena kemampuan kita, tetapi karena taufik dari Allah. Sedangkan orang yang lalai dari ibadah bisa jadi sedang kehilangan taufik tersebut.
Sikap yang benar ketika melihat saudara kita kurang dalam ibadah adalah mendoakan mereka, agar Allah membuka hati mereka dan memberikan taufik untuk kembali kepada kebaikan.
Hakikatnya, tidak ada seorang pun yang mampu tekun beribadah kecuali karena Allah mengizinkannya. Jika bukan karena pertolongan-Nya, seorang bisa saja menjadi bagian dari orang-orang yang terhalang dari kebaikan.
Maka siapa saja yang diberi taufik untuk beribadah, hendaknya ia memperbanyak memuji Allah dan bersungguh-sungguh bersyukur kepada-Nya atas nikmat tersebut.