Senin, 16 Maret 2026

SETENGAH MATANG

SETENGAH MATANG

Ibnul Qayyim -rahimahullah- menjelaskan
وإذا اجتمع في الرجل الرأي والشجاعة فهو الذي يصلح لتدبير الجيوش وسياسة أمر الحرب. والناس ثلاثة: 
رجل، ونصف رجل، ولا شيء. 
١-فالرجل من اجتمع له أصالة الرأي والشجاعة فهذا الرجل الكامل كما قال أحمد بن الحسين المتنبي: 
الرأي قبل شجاعة الشجعان ... هو أول وهي المحل الثاني 
فإذا هما اجتمعا لنفس مرة ... بلغت من العلياء كل مكان 
٢-ونصف الرجل وهو من انفرد بأحد الوصفين دون الآخر 
٣-والذي هو لا شيء من عري من الوصفين جميعا". 
“Jika pada diri seseorang terkumpul kecerdasan berpikir dan keberanian, maka dialah orang yang layak mengatur pasukan dan memimpin urusan perAang.

Manusia ada tiga jenis: orang yang sempurna, setengah matang, dan tidak berarti.

1. Orang yang sempurna adalah orang yang memiliki ketajaman berpikir dan keberanian sekaligus. Inilah manusia yang lengkap. Sebagaimana syair Al-Mutanabbi:
الرأي قبل شجاعة الشجعان ... هو أول وهي المحل الثاني 
فإذا هما اجتمعا لنفس مرة ... بلغت من العلياء كل مكان 
Pendapat yang matang itu sebelum keberanian para pemberani,
ia yang pertama, sedangkan keberanian di posisi kedua.
Jika keduanya berkumpul pada diri seseorang,
ia akan mencapai kedudukan yang tinggi di mana saja.
2. Setengah matang adalah orang yang hanya memiliki salah satu dari dua sifat itu, yaitu hanya cerdas tanpa keberanian, atau berani tanpa pemikiran yang matang.
3. Adapun yang tidak berarti adalah orang yang tidak memiliki keduanya sama sekali, tidak memiliki pemikiran yang baik dan tidak pula keberanian.”
[((الفروسية)) لابن القيم (٥٠٥)].
Ustadz nurhadi nugroho