Selasa, 17 Maret 2026

6 hari akhir Ramadhan tahun ini ulama kibar yang ditugaskan ngasih kultum di Masjid Nabawi adalah Syaikh Dr. Abdussalam bin Muhammad asy-Syuwai'ir hafizhahullah

6 hari akhir Ramadhan tahun ini ulama kibar yang ditugaskan ngasih kultum di Masjid Nabawi adalah Syaikh Dr. Abdussalam bin Muhammad asy-Syuwai'ir hafizhahullah. InsyaAllah penuntut ilmu tidak ada yang asing dengan beliau ini. 30 menit habis tarawih beliau isi dengan kajian hukum-hukum seputar 10 malah akhir, i'tikaf, lailatul qadar, zakat dan 'id. Karena saking ramainya jama'ah yang menghadiri majelis beliau, jadi saya harus booking tempat sebelum tarawih di dekat kursi beliau ngisi. 

Berikut beberapa nasehat beliau yang saya ingat:

📚1) Beliau mengatakan bahwa orang-orang sangat mudah mengotori lisan mereka pada kehormatan 2 orang: ulama dan waliyyul amr. Sampai-sampai mereka menganggap hal normal mencederai kehormatan dua personal ini. 

📚2) Perkataan para muhaqqiq dari kalangan ahli ilmu bahwa i'tikaf tidak harus dengan niat i'tikaf. Jadi selama seseorang masuk masjid pada malam 10 terakhir ini kemudian niat ibadah seperti shalat, baca qur'an, menuntut ilmu, dan sebagainya InsyaAllah ia akan dapat pahala beri'tikaf. Rahmat Allah itu lebih luas buat para hamba-Nya yang ingin berbuat baik. 

📚3) Dalam surah Thaha ayat 132 Allah sebutkan bahwa shalat merupakan kunci rezeki, baik rezeki dunia maupun rezeki akhirat. 

وأمر أهلك بٱلصلوٰة وٱصطبر علیها لا نسألك رزقا نحن نرزقك وٱلعاقبة للتقوى

"Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa."

Di malam-malam terakhir Ramadhan tatkala orang-orang sibuk jualan-belanja persiapan lebaran justru yang dilakukan seorang mukmin adalah fokus beribadah. Ia bangunkan keluarganya buat hidupin malam-malam terakhir ini, sebagaimana ini adalah contoh panutan kita Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Allah cuma minta kita beribadah -jika sudah datang waktunya beribadah-, Ia lah yang menjamin rezeki kita. 

📚4) Dahulu para salaf berdiam diri di masjid (I'tikaf) demi menjaga kemurnian pahala puasa mereka. Karena hiruk-pikuk kehidupan di luar masjid bisa saja menjerumuskan seseorang kepada dosa-dosa yang mengurangi pahala puasanya. Namun sekarang dosa bisa terjadi pada seorang yang beri'tikaf jika ia tidak menjaga dirinya dari keburukan gadget. 

📚5) Kita itu diperintahkan berdo'a dan kita diberi pahala bahkan sebelum do'a itu terkabul. Karena do'a itu sendiri adalah ibadah. Mau engkau berdo'a berkali-kali walaupun belum dikabulkan maka engkau tetap dicatat mendapatkan pahala beribadah kepada Allah. 

📚6) Seorang penuntut ilmu hendaknya mencari sendiri orang yang berhak menerima zakat dari kalangan kerabatnya, ga harus terus-terusan numpang nitip ke amil zakat. Karena di balik itu bisa jadi kita ketemu orang-orang yang tak disangka ternyata selama ini adalah kerabat dekat kita, juga dengan itu kita pasti ikut menyambung silaturrahim dengan nanya keadaan mereka, dan apabila mereka merupakan orang miskin yang layak menerima zakat maka kita telah menunaikan dua hal -yakni bayar zakat dan menyambung silaturrahim-. Begitu halnya dengan tetangga. 

|| Madinah al-Munawwarah, 25 Ramadhan 1447 H.
Ustadz muhammad taufiq