Al-Ḥalīm
Al-ḥilm berarti ketenangan dan kelapangan dada: tidak tergesa-gesa.
Ia tidak dipancing oleh kemarahan, tidak dikuasai oleh amarah, dan tidak terdorong oleh perbuatan makhluk untuk segera membalas dendam dengan tujuan pembalasan.
Ia menunda hukuman agar orang yang bersalah diberi kesempatan memperbaiki kekurangannya.
Sifat santunnya terhadap para hamba didasari cinta, rahmat, dan memberi ruang bagi alasan serta ketidaktahuan.
Namun terhadap orang zalim, Dia tetap menangguhkannya, hingga jika Dia mengambilnya, Dia tidak akan melepaskannya, bahkan bisa semakin menambahnya.
Karena itu tidak boleh tertipu oleh sifat santun Allah sehingga terus berani melakukan maksiat.
Maka jangan sampai kesabaran Allah terhadapmu membuatmu merasa aman, padahal jika Dia menghendaki Dia dapat menyingkap tirai (menampakkan aib) darimu dan tidak memaafkanmu.
Dan Allah mencintai sifat ḥilm pada hamba-hamba-Nya:
orang yang memaafkan, memaklumi, tidak tergesa-gesa dalam kemarahan dan gangguan,
lapang dadanya terhadap manusia, dan memberi udzur pada mereka.