Emang belajar ilmu mantiq itu baik?
Kawan, kadang ada orang yang susah mengerti arti kesehatan kecuali setelah sakit, tidak menghargai waktu luang kecuali setelah sibuk, tidak paham arti harta kecuali setelah jatuh miskin.
Demikian pula halnya dengan ilmu agama, betapa sering anda tidak dapat menghargai ilmu dan kaedah kaedah islam yang diajarkan ulama' kecuali setelah menghadapi syubhat yang menyambar nyambar sebagaimana yang banyak diajarkan dalam ilmu mantiq.....
Ketahuilah bahwa kebenaran yang ada dalam ilmu mantik sejatinya sudah diajarkan oleh ulama' kita dalam ilmu ushul fiqih, qawaid fiqhiyah dll....namun betapa banyak dari kita yang enggan belajar ushul fiqih apalagi qawaid fiqhiyah......namun juga ndak melek kaedah mantiq
Akibatnya sering berpikir dan bersikap semisal kanebo kering.....sebagai contoh: banyak orang yang merasa jos bin kokoh dengan cara menentang praktek praktek demonstrasi, namun bisu atau mungkin tidak sadar bahwa demonstrasi adalah anak kandung demokrasi......sehingga kelu lisannya dengan sistem demokrasi.
Ribut masalah penetapan ied yang berbeda beda, padahal kondisi itu bagaikan anak bungsu dari sistem demokrasi, yang mengajarkan kebebasan berekspresi, masyarakat diberi kebebasan menganut ajarannya masing masing YANG PENTING TIDAK MENGGANGGU ORANG LAIN, atau yang diungkapkan oleh kemenag dengan bahasa : saling menghormati.....apalagi sekedar beda ied, la beda agama aja boleh, bahkan pindah agama juga sah saha saja dalam sistem demokrasi, asalkan tidak saling memaksa.
Ushul fiqih tidak dipelajari dengan baik, mantiqpun tidak dong, qowaid fiqhiyah cuma samar samar.....la terus opo karepmu mase?