Ada seseorang yang sholat di samping Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin al-Badr hafizhahumallah, ketika di tasyahud akhir orang tersebut masih terus memanjangkan sujudnya, memperbanyak doa dan munajat sampai di pertengahan tasyahud, dia (memperlambat diri) tidak mengikuti imam.
Ketika selesai sholat, syaikh mengucapkan salam kepadanya dan mengatakan: "Wahai saudaraku yang mulia, aku melihat anda tadi memperpanjang sujud" maka orang itu menggenggam tangannya sambil menahan emosi lalu mengatakan: “emangnya kenapa, itukan doa? Dan begini dan begitu…
Maka syaikh berkata: “AKU MEMOHON KEPADA ALLAH AGAR SEMUA DOA DAN PERMOHONAN ANDA DIKABULKAN OLEH-NYA.
maka lelaki tersebut mengucap: “Amin “dan mulai mereda emosinya mulai tenang dan tidak terbawa emosi lagi.
Kemudian Syaikh berkata: “ulama menjelaskan bahawa mengikuti imam itu hukumnya wajib, sedangkan memanjangkan sujud itu sunnnah, maka yg sunnah tidak boleh didahulukan atas yg wajib.
Maka lelaki itu berkata: semoga Allah membalas anda dengan kebaikan.
=======
Akhlak yang baik dari Syaikh Abdurrozzaq dalam menginginkan kebaikan untuk orang lain menyebabkan hidayah itu masuk kepada hati orang tsb. Terkadang kita semangat menyampaikan hujah namun kita kurang bisa memilih cara yg tepat.
Saya bersyukur kepada Allah ada ustadz kita (yakni Ustadz Dr. Firanda Andirja hafizhahullah) yang pernah melazimi syaikh abdurrazzag semoga beliau bisa menjadi jembatan ilmu dan akhlak dari gurunya, ilmu yang luas dan akhlak yg mulia. Semoga Allah menjaga keduanya.
Uff