Ahmad bin Muhammad bin Mughallis berkata, Muhammad bin Muqatil menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar Abdullah bin al-Mubarak berkata:
Jika suatu atsar telah diketahui, namun masih dibutuhkan ra’yu (ijtihad), maka yang dijadikan rujukan adalah pendapat Malik, Sufyan, dan Abu Hanifah. Akan tetapi, Abu Hanifah yang paling baik di antara mereka dalam kecerdasan, paling tajam pemahamannya, dan paling mendalam dalam fiqih, bahkan beliau yang paling faqih di antara ketiganya.
📚 Manaqib Al-Imam Abi Hanifah, hal.31, karya Adz-Dzahabi