Selasa, 31 Maret 2026

Perang Jamal memang dapat menjadi pelajaran dalam akidah, tetapi bukan untuk dijadikan bahan menghakimi individu atau membenarkan sikap berlebihan

Perang Jamal memang dapat menjadi pelajaran dalam akidah, tetapi bukan untuk dijadikan bahan menghakimi individu atau membenarkan sikap berlebihan, melainkan sebagai cermin bagaimana para sahabat yang mulia bisa berbeda dalam ijtihad tanpa keluar dari kebenaran dan keimanan. Dari sini tampak bahwa menjaga persatuan umat, menahan lisan, dan berhusnuzan kepada para pendahulu adalah bagian dari prinsip Ahlusunnah. Demikian pula teks-teks salaf tentang shalat bersama pemimpin harus dipahami dalam konteksnya: menjaga keutuhan jamaah dari perpecahan, bukan dijadikan dalil umum tanpa melihat sebab dan tujuannya. Perbedaan di masa kini dalam ranah ijtihad tidak otomatis menjadi penyimpangan akidah, melainkan bagian dari keluasan syariat. Maka pelajaran terbesarnya bukan sekadar mengetahui peristiwa, tetapi belajar bersikap adil, tidak tergesa dalam menilai, dan memahami agama dengan kedalaman ilmu serta amanah, bukan dengan penyederhanaan yang menyesatkan. Wallahua'lam
Ust abdullah yahya