Apakah Anda pernah bertemu seseorang yang dalam kesehariannya kurang empati, cenderung menghakimi, sulit menerima perbedaan, merasa satu-satu-satunya yang benar dalam memahami agama, kaku dalam bersikap, mudah tersinggung ketika dikritik, sering menyampaikan kebenaran persepsinya tanpa mempertimbangkan cara dan kondisi orang lain, serta kurang mampu menjaga kenyamanan dalam interaksi sosial—namun ketika orang-orang mulai menjaga jarak atau menjauh, ia justru menafsirkan hal itu sebagai tanda bahwa dirinya sedang berada di jalan para nabi atau para dai yang dimusuhi oleh umatnya? 🤔
Lalu menurut Anda, melalui jalan apa seseorang dengan pola seperti ini bisa mulai sadar?