𝗛𝗔𝗗𝗜𝗔𝗛 𝗕𝗔𝗚𝗜 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗞𝗔𝗡 "𝗔𝗞𝗨 𝗦𝗬𝗔𝗙𝗜'𝗜 𝗙𝗜𝗤𝗜H𝗡𝗬𝗔, 𝗧𝗔𝗣𝗜 𝗔𝗦𝗬'𝗔𝗥𝗜 𝗔𝗤𝗜𝗗𝗔𝗛𝗡𝗬𝗔"
هدية لمن يرددون:( أنا شافعي الفقه أشعري العقيدة) ألا تعجبك عقيدة إمام مذهبك ؟!! .
“Sebuah hadiah bagi mereka yang sering mengucapkan: '(Aku bermazhab Syafi'i dalam fiqh, namun berakidah Asy'ari)'. Tidakkah engkau menyukai akidah imam mazhabmu sendiri?!!"
اعْتِقَادُ الإِمَامِ مُحَمَّدِ بْنِ إِدْرِيسَ الشَّافِعِيِّ من رواية عبدالرحمن بن أبي حاتم الرازي :
"Keyakinan (Akidah) Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i berdasarkan riwayat dari Abdurrahman bin Abi Hatim Ar-Razi:"
وهو اعتقاد مُحقَّق على ست نسخ خطية تحقيق الدكتور عبد المحسن بن محمد القاسم .
إمام و خطيب مسجد النبوي
Dan ini adalah (risalah) akidah yang telah diverifikasi keabsahannya berdasarkan enam naskah manuskrip (khaththiyyah), yang ditahkik oleh Dr. Abdul Muhsin bin Muhammad Al-Qasim, Imam dan Khatib Masjid Nabawi."
بسم الله الرحمن الرحيم
لِلَّهِ أَسْمَاءُ وَصِفَاتٌ جَاءَ بِهَا كِتَابُهُ، وَأَخْبَرَ بِهَا نَبِيُّهُ وَ أُمَّتَهُ.
Milik Allah-lah nama-nama dan sifat-sifat yang telah disebutkan dalam Kitab-Nya, dan telah dikabarkan oleh Nabi-Nya kepada umatnya."
لَا يَسَعُ أَحَداً مِنْ خَلْقِ اللَّهِ قَامَتْ عَلَيْهِ الحُجَّةُ رَدُّهَا ؛ لِأَنَّ القُرْآنَ نَزَلَ بِهَا، وَصَحَ عِنْدَهُ بِقَوْلِ النَّبِيِّ ﷺ فِيمَا رَوَى عَنْهُ العَدْلُ .
Tidaklah diperkenankan bagi seorang pun dari makhluk Allah yang telah tegak hujah (argumen/keterangan) atasnya untuk menolak hal tersebut; karena Al-Qur'an telah turun membawa hal itu, dan telah sahih baginya melalui sabda Nabi ﷺ dalam apa yang diriwayatkan dari beliau oleh perawi yang adil."
فَإِنْ خَالَفَ ذَلِكَ بَعْدَ ثُبُوتِ الحُجَّةِ عَلَيْهِ فَهُوَ بِاللَّهِ كَافِرٌ .
“Maka jika ia menyelisihi hal tersebut setelah tetapnya hujah (dalil) atas dirinya, maka ia telah kafir kepada Allah."
فَأَمَّا قَبْلَ ثُبُوتِ الحُجَّةِ عَلَيْهِ مِنْ جِهَةِ الخَبَرِ فَمَعْذُورٌ بِالجَهْلِ؛ لِأَنَّ عِلْمَ ذَلِكَ لَا يُدْرَكُ بِالعَقْلِ، وَلَا بِالرَّوِيَّةِ وَالفِكْرِ.
“Adapun sebelum tegaknya hujah (dalil) atas dirinya melalui jalur khabar (wahyu), maka ia dimaafkan karena ketidaktahuannya (jahl); sebab ilmu mengenai hal tersebut tidak dapat digapai melalui akal, tidak pula melalui perenungan maupun pemikiran."
وَنَحْو ذَلِكَ : إِخْبَارُ اللَّهِ إِيَّانَا :
“Dan yang semisal dengan itu adalah kabar yang Allah sampaikan kepada kita (tentang diri-Nya):"
أَنَّهُ سَمِيعٌ بَصِيرٌ .
Bahwasanya DIA Maha mendengar dan Maha Melihat
وَأَنَّ لَهُ يَدَيْنِ؛ بِقَوْلِهِ تَعَالَى : (بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ) .
Dan (bahwasanya) Dia memiliki dua tangan; berdasarkan firman-Nya Ta'ala: (Tidak demikian), bahkan kedua tangan-Nya terbentang." (QS. Al-Ma'idah: 64).
وَأَنَّ لَهُ يَمِيناً ؛ بِقَوْلِهِ سُبْحَانَهُ:
(وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِياتُ بِيَمِينِهِ ).
“Dan (bahwasanya) Dia memiliki 'Tangan Kanan'; berdasarkan firman-Nya Subhanahu (Maha Suci Dia): 'Dan langit-langit digulung dengan tangan kanan-Nya.'" (QS. Az-Zumar: 67).
وَأَنَّ لَهُ وَجْهَا ؛ بِقَوْلِهِ تَعَالَى : (كُلُّ شَيْءٍ هَالِكُ إِلَّا وَجْهَهُ) ، وَقَوْلِهِ :(ويبقى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ) .
“Dan (bahwasanya) Dia memiliki 'Wajah'; berdasarkan firman-Nya Ta'ala: 'Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Wajah-Nya.' (QS. Al-Qashash: 88), dan firman-Nya: 'Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.' (QS. Ar-Rahman: 27)."
وَأَنَّ لَهُ قَدَماً ؛ بِقَوْلِهِ ﷺ : حَتَّى يَضَعَ الرَّبُّ فِيهَا قَدَمَهُ، يَعْنِي: فِي جَهَنَّمَ .
“Dan (bahwasanya) Dia memiliki 'Kaki'; berdasarkan sabda Nabi ﷺ: '(Neraka terus bertanya apakah ada tambahan), hingga Tuhan meletakkan Kaki-Nya di dalamnya,' yaitu: di dalam neraka Jahanam."
وَأَنَّهُ يَضْحَكُ مِنْ عَبْدِهِ المُؤْمِنِ؛ بِقَوْلِهِ ﷺ لِلَّذِي قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ : إِنَّهُ لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ يَضْحَكُ إِلَيْهِ .
“Dan (bahwasanya) Dia tertawa karena hamba-Nya yang beriman; berdasarkan sabda Nabi ﷺ mengenai orang yang gugur di jalan Allah: 'Sesungguhnya ia bertemu Allah dalam keadaan Dia (Allah) tertawa kepadanya.'"
وَأَنَّهُ يَهْبِطُ كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا؛ بِخَبَرِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ بِذَلِكَ.
“Dan (bahwasanya) Dia turun setiap malam ke langit dunia; berdasarkan kabar (hadis) dari Rasulullah ﷺ mengenai hal tersebut."
وَأَنَّهُ لَيْسَ بِأَعْوَرَ لِقَوْلِ النَّبِيِّ ﷺ إِذْ ذُكِرَ الدَّجَّالُ، فَقَالَ: «إِنَّهُ أَعْوَرُ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ».
“Dan (bahwasanya) Dia tidaklah buta sebelah; berdasarkan sabda Nabi ﷺ ketika menyebutkan tentang Dajjal, beliau bersabda: 'Sesungguhnya dia (Dajjal) itu buta sebelah, sedangkan Tuhan kalian tidaklah buta sebelah.'"
وَأَنَّ الْمُؤْمِنِينَ يَرَوْنَ رَبَّهُمْ سبحانه وتعالى يَوْمَ القِيَامَةِ بِأَبْصَارِهِمْ كَمَا يَرَوْنَ القَمَرَ لَيْلَةَ البَدْرِ.
“Dan (bahwasanya) orang-orang mukmin akan melihat Tuhan mereka Subhanahu wa Ta'ala pada hari kiamat dengan mata kepala mereka, sebagaimana mereka melihat bulan pada malam purnama."
وَأَنَّ لَهُ إِصْبَعاً ؛ بِقَوْلِهِ صلى الله عليه وسلم: مَا مِنْ قَلْبٍ إِلَّا وَهُوَ بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أصابع الرَّحْمَنِ .
“Dan (bahwasanya) Dia memiliki 'Jari'; berdasarkan sabda Nabi ﷺ: 'Tidak ada satu hati pun kecuali ia berada di antara dua jari dari jari-jari Ar-Rahman (Zat Yang Maha Pengasih).' "
فَإِنَّ هَذِهِ المَعَانِي الَّتِي وَصَفَ اللَّهُ تَعَالَى بِهَا نَفْسَهُ، وَوَصَفَهُ بِهَا رَسُولُهُ ؛ مِمَّا لَا يُدْرَكُ حَقِيقَةُ ذَلِكَ بِالفِكْرِ وَالرَّوِيَّةِ.
“Sesungguhnya makna-makna ini—yang Allah Ta'ala telah menyifati diri-Nya dengannya, dan yang Rasul-Nya telah menyifati-Nya dengannya—adalah termasuk hal-hal yang tidak dapat digapai hakikatnya melalui pemikiran maupun perenungan."
وَلَا يُكَفَّرُ بِالجَهْلِ بِهَا أَحَدٌ ؛ إِلَّا بَعْدَ انْتِهَاءِ الخَبَرِ إِلَيْهِ بِهَا .
“Dan tidak ada seorang pun yang dikafirkan karena ketidaktahuannya terhadap hal-hal (sifat-sifat) tersebut; kecuali setelah sampai kepadanya khabar (dalil/wahyu) mengenai hal itu."
فَإِنْ كَانَ الوَارِدُ بِذَلِكَ خَبَراً يَقُومُ فِي الفَهْمِ مَقَامَ المُشَاهَدَةِ فِي السَّمَاءِ؛ وَجَبَتِ الدَّيْنُونَةُ عَلَى سَامِعِهِ بِحَقِيقَتِهِ، وَالشَّهَادَةُ عَلَيْهِ كَمَا عَايَنَ وَسَمِعَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ.
“Maka apabila informasi yang datang mengenai hal itu merupakan kabar yang kedudukannya di dalam pemahaman sama seperti menyaksikan langsung di langit; maka wajib bagi pendengarnya untuk tunduk/beragama dengan hakikat (makna) tersebut, serta bersaksi atasnya sebagaimana ia melihat dan mendengar langsung dari Rasulullah ﷺ."
وَلَكِنْ نُثْبِتُ هَذِهِ الصِّفَاتِ، وَنَنْفِي التَّشْبِيهَ كَمَا نَفَى ذَلِكَ عَنْ نَفْسِهِ تَعَالَى ذِكْرُهُ؛ فَقَالَ:( لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ) .
"Akan tetapi, kita menetapkan sifat-sifat ini dan menafikan (meniadakan) penyerupaan (tasybih), sebagaimana Dia—Maha Tinggi sebutan-Nya—telah menafikan hal itu dari diri-Nya sendiri; maka Dia berfirman: 'Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.'" (QS. Asy-Syura: 11).
( تم بحمد الله)
https://www.facebook.com/share/p/18XogmHzrd/
Abu nawaf rosyidi
Di share oleh ustadz yusuf abu ubaidah
https://www.facebook.com/share/1NiPr54XfT/