Sabtu, 30 Mei 2026

Syubhat: "Kami tidak mencela pemerintah, tapi mengkritik. Bedakan mencela dengan mengkritik!"

Syubhat: "Kami tidak mencela pemerintah, tapi mengkritik. Bedakan mencela dengan mengkritik!" 

Simak fatwa Dr. Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berikut ini:

السؤال : هل يسوغ الاعتراض على ولي الأمر في قرارٍ من القرارات إذا كان فيه خطأ أومعصية، وما العمل في هذا عند السلف الصالح، افتونا مأجورين ؟

Pertanyaan:
Apakah boleh mengkritik waliyul amr terhadap suatu kebijakannya apabila di dalamnya terdapat kesalahan atau kemaksiatan? Bagaimana praktik salafus saleh dalam masalah ini? Mohon fatwanya, semoga Anda mendapat pahala.

الواجب: طاعة ولي الأمر، قال الله ‑ جل وعلا ‑: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ }النساء59

Jawab:
Wajib bagi kita untuk menaati pemimpin. Allah Ta'ala berfirman (yang artinya) : “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah Rasul, dan ulil amri (pemimpin) di antara kalian.” (QS. An-Nisa’: 59).

فالواجب والأصل طاعة ولي الأمرولكن إذا أمر بمعصية فإنه لايطـــاع في هذه المعصــــــية، لقولـه صلى الله عليه وسلم:«لاطاعة لمخلوق في معصية الخالق» وقال عليه الصلاة والسلام:«إنما الطاعة في المعروف ».

Maka kewajiban kita hukum asalnya adalah menaati pemimpin. Akan tetapi, apabila ia memerintahkan suatu kemaksiatan, maka tidak boleh ditaati dalam kemaksiatan tersebut, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam: “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq (Allah)”. Dan sabda beliau Shallallahu'alaihi Wasallam: “Sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam perkara yang ma'ruf (baik)”.

ولكن ليس معنى ذلك أنك تخرج عن طاعة ولي الأمر أوتشق عصا الطاعة، ولكن لاتعمل هذه المعصية، وتطيعه فيما سواها وتبقى على موالاته، وتحت أمرتهِ، ولاتخرج عليه، ولاتحرض عليه، ولاتتكلم فيه في المجالس وعند الناس؛

Namun, ini tidak berarti bahwa seseorang boleh tidak taat kepada pemimpin atau memecah persatuan dan ketaatan. Akan tetapi, ia cukup tidak melakukan kemaksiatan tersebut, sementara dalam perkara selain itu ia tetap menaati pemimpin, tetap loyal kepadanya, tetap berada di bawah kepemimpinannya, tidak memberontak kepadanya, tidak menghasut orang lain untuk menentangnya, dan tidak membicarakan keburukannya di majelis-majelis atau di hadapan orang-orang.

لأن هذا يحدث شراً وفتنةً، ويبغض الناس في ولاة أمورهم في وقتٍ الكفار يتألبون علينا فيه، ويتربصون بنا الدوائر، وربما إذا علموا بهذا أنهم ينفثون سمومهم في هؤلاء المتحمسين من المسلمين

Sebab, hal itu akan menimbulkan keburukan dan fitnah (kerusakan), serta membuat masyarakat membenci para pemimpin mereka, terlebih pada saat orang-orang kafir sedang bersekutu untuk menghadapi kita dan menunggu kesempatan untuk mencelakakan kita. Bisa jadi apabila mereka mengetahui keadaan seperti ini, mereka akan meniupkan racun-racun pemikiran mereka kepada sebagian kaum muslimin yang bersemangat namun kurang ilmu.

ويحرضونهم على ولاة أمورهم، فتحصل الفتنة ويفسد الأمر وعند ذلك تطيب للكافرين النتيجة في التسلط على المسلمين. فولي الأمر المسلم مهما كان فيه خيرٌ كثير وفيه مصالح عظيمة،

Mereka akan menghasut orang-orang tersebut untuk melawan para pemimpin mereka, sehingga terjadilah fitnah (kekacauan) dan kacaulah keadaan. Pada saat itulah orang-orang kafir merasa senang karena berhasil menguasai kaum muslimin.

هو بشر ماهومعصوم؛ قد يخطئ في بعض الأوامر فالطريق أنه يناصح في هذا سراً، توصل إليه النصيحة سراً، ويبين له طريق الصواب،

Seorang pemimpin muslim, bagaimanapun keadaannya, tetap memiliki banyak kebaikan dan maslahat yang besar. Ia adalah manusia, bukan orang yang maksum. Bisa jadi ia keliru dalam sebagian kebijakannya. Maka jalan yang benar adalah menasihatinya secara rahasia; nasihat disampaikan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan dijelaskan kepadanya jalan yang benar.

أما الكلام عنه في المجالس، أو‑ أشد من ذلك ‑ في الخطب، أوفي المحاضرات، فهذا شأن أهل الشقاق وأهل النفاق وأهل الشر الذين يريدون شق عصا الطاعة.

Adapun membicarakannya di majelis-majelis, atau yang lebih parah dari itu, di dalam khutbah-khutbah dan ceramah-ceramah, maka ini adalah ciri orang-orang yang suka menimbulkan perpecahan, orang-orang munafik, dan orang-orang jahat yang ingin memecah persatuan dan merusak ketaatan kepada pemimpin.

___

Transkrip dari fatwa beliau di sini:
https://www.youtube.com/shorts/Oivdq6dsisc

Fawaid Kangaswad | Support Media Dakwah Kami: trakteer.com/kangaswad