Kamis, 28 Mei 2026

ORANG JUJUR YANG KUTEMUI

ORANG JUJUR YANG KUTEMUI

Di Mina saya mendengar sendiri ada kuli bangunan naik haji. Beliau menangis ketika menyebutkan pekerjaannya. Bukan karena merasa hina, tapi tidak menyangka bahwa Allah telah memilihnya untuk menjadi tamu-Nya. Si Bapak bercerita ia tidak mempunyai amalan istimewa, hanya saja ia berusaha jujur dalam bekerja. Sesederhana itu. Ya, sesederhana itu. Ternyata siapa yang jujur amalannya, maka Allah akan membukakan pintu keajaiban baginya.

Istri bapak itu juga bekerja. Ketika si bapak menyebut istrinya bekerja, yang muncul dalam benak saya mungkin pekerjaannya berjualan, atau mengajar, atau yang lainnya. Ternyata pekerjaannya di luar prediksi saya. Apa pekerjaannya? Pekerjaan istrinya menyabit rumput untuk memberi makan ternak. Jenis pekerjaan yang jika disebutkan kepada kaum hawa di zaman ini, mungkin mereka berkata jenis pekerjaan yang tidak meratukan istri. Pekerjaan "aneh" yang jauh dari hiruk pikuk dunia. Tidak seperti kita, yang sedikit-sedikit merasa harus memberitahu dunia kita sedang apa. Hidup macam apa itu kawan!

Allah juga mempertemukan saya dengan seorang bapak tua yang dulunya kepala cabang suatu perusahaan. Beliau mengundurkan diri dari pekerjaannya karena tidak mau diajak korupsi. Tiga hari menjelang batas pelunasan biaya haji ia tidak mempunyai uang sepersenpun. Beliau menangis memikirkannya dan Allah menjawab tangisannya dengan pelunasan haji dari jalan yang tak disangka-sangka. Satu lagi orang jujur yang saya temui. Sungguh, dipertemukan dengan orang-orang jujur di tempat mulia adalah rezeki dari Allah, dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Ustadz Al mizzi