Selasa, 19 Mei 2026

Mana yang lebih utama: datang lebih awal ke masjid atau shalat sunnah di rumah?

Mana yang lebih utama: datang lebih awal ke masjid atau shalat sunnah di rumah?

Ada hadits-hadits yang menganjurkan untuk bersegera datang ke masjid. Di antaranya sabda Nabi ﷺ:
> «لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لَاسْتَبَقُوا إِلَيْهِ...»  
“Seandainya manusia mengetahui keutamaan adzan dan shaf pertama, lalu mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan undian, niscaya mereka akan mengundinya. Seandainya mereka mengetahui keutamaan datang lebih awal ke masjid, niscaya mereka akan berlomba-lomba menuju kepadanya...” (HR. Bukhari)

Ada juga hadits yang menganjurkan shalat sunnah di rumah:

> «أَفْضَلُ الصَّلَاةِ صَلَاةُ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ»  
“Sebaik-baik shalat seseorang adalah shalat di rumahnya kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari)

Cara menggabungkan hadits-hadits ini:

1. Hukum asalnya, yang lebih dianjurkan adalah bersegera datang ke masjid, lalu mengerjakan sunnah qabliyah di masjid. Ini diamalkan oleh sebagian salaf.
2. Adapun shalat sunnah lainnya seperti:
   - Sunnah ba’diyah
   - Dhuha
   - Dan sunnah mutlak  
   Maka lebih utama dikerjakan di rumah.

   Kecuali:
   - Sunnah yang memang disyariatkan berjamaah seperti tarawih, Id, dan kusuf, maka lebih utama di masjid.
   - Jika khawatir malas mengerjakan sunnah ba’diyah setelah pulang, maka boleh mengerjakannya di masjid.
3. Ini berlaku bagi makmum. Adapun imam, maka yang tampak dari sunnah Nabi ﷺ beliau biasa shalat sunnah qabliyah di rumah lalu keluar mengimami manusia. Terkadang beliau shalat di masjid karena ada kebutuhan atau untuk menjelaskan bolehnya hal tersebut.

[Syaikh Dr. Ahmad Al-Khalil -hafidzahullah-]
Ust nurhadi nugroho