Rabu, 13 Mei 2026

kajian bersama ketua pembina Yayasan Ath Thoifah Al Manshuroh Ustadzuna Aun Rafiq Ghufran حفظه الله ورعاه ومتعه بالصحة والعافية6-6-2021

Bismillah

Notulen kajian bersama ketua pembina Yayasan Ath Thoifah Al Manshuroh Ustadzuna Aun Rafiq Ghufran حفظه الله ورعاه ومتعه بالصحة والعافية
6-6-2021

    1.Pembukaan ustadz Arif Fathul Ulum
    2.Kenikmatan yang Allah ﷻ berikan kepada kita adalah banyak, dan nikmat yang diberikan oleh Allah ﷻ kepada para ulama adalah ilmu. Dan Allah ﷻ tidak pilihkan kita jadi direktur perusahaan yang nikmatnya adalah uang yang ketika dapat banyak pun yang bisa dirasakan cuma sedikit. 
    3.Namun orang yang menunjukkan kepada kebaikan maka yang bisa dia rasakan adalah bukan hanya ilmu yang dia dapatkan tapi juga pahala dia dan pahala orang yang dia ajarkan. 
    4.Mempelajari Al Qur’an bukan hanya menghafal tapi juga harus faham karena banyak yang menghafal namun sengsara dengan nya dan selain itu juga kita ajarkan. 
    5.Allah ﷻ hanya membekali nabi Nya ﷺ dengan wahyu dan beliau menang melawan siapa saja. 
    6.Umat ini menjadi umat terbaik karena amar makruf dan nahi munkar. 
    7.Mengingat dalil dan Allah ﷻ membuat hati tenang dan tidak khawatir, tenang jiwa kita. 
    8.Rasulullah ﷺ bersabda "barangsiapa yang berdakwah kepada petunjuk maka dia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang dia dakwahi".
    9.Kebutuhan dunia kita itu sedikit tapi kita yang rakus. 
    10.Yang kita butuhkan adalah pahala yang banyak yang tidak bisa dicuri orang. 
    11.Kenikmatan ini ada syaratnya: mempelajari ilmu agama yang cukup agar dapat mengajar dengan baik dan jika tidak belajar justru ketika dakwah kita akan menjadi penyesat umat!. 
    12.Syarat berikutnya: ilmu yang dirasakan oleh murid kita adalah buah dari ilmu yang kita miliki, oleh karenanya Rasulullah ﷺ bersabda: "ketika tidak tersisa lagi seorang alim maka orang2 akan menjadikan pemimpin dari orang yang Bodoh" bahkan Rasulullah ﷺ ketika akan wafat masih mendapatkan wahyu. Maka perlu ada tim untuk meningkatkan kualitas ilmu kita.
    13.Syarat ketiga: bahasa Arab, khalifah Umar bin Al Khattab mewajibkan kita berbahasa Arab dan mengharamkan orang yang bisa berbahasa Arab untuk bicara dengan selain bahasa arab.  Dan mudah ketika kita bisa bahasa arab untuk memahami Al Qur’an dan Sunnah jika kita mengerti bahasa arab. Karena Al Qur’an dan Sunnah menggunakan bahas Arab. Dan Allah ﷻ mengatakan: 
(إِنَّاۤ أَنزَلۡنَـٰهُ قُرۡءَ ٰ⁠ نًا عَرَبِیࣰّا لَّعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ)
Yusuf: 2 
"kami turunkan Al Quran dalam bahasa Arab agar kalian mengerti (pelajari)" 
14. Wajib mempelajari akidah Islamiyah dan ini hukumnya fardhu 'ain. Bukan hanya murid namun juga para ustadz dan keluarga kita. Rasulullah ﷺ mengatakan "mereka saling mempelajari Al Qur’an diantara mereka" dan sebaik baiknya tempat belajar bersama adalah di masjid, Rasulullah ﷺ bersabda "sebaik baik tempat di muka bumi adalah masjid2nya, dan seburuk buruknya tempat adalah pasar2nya". 

15. Guru pelajaran umum juga wajib belajar agama, karena ilmu umum ini menjadi bermanfaat jika digunakan untuk mendukung ilmu agama sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin dalam kitabul ilmi. 

16. Guru juga wajib belajar hukum-hukum islam (fikih, adab, dan akhlak). 

17. Ustadz harus memiliki akhlak yang mulia, bagaimana akhlak yang mulia itu? Kata Aisyah رضي الله عنها : akhlaknya Nabi ﷺ adalah Al Qur'an. Berapa lama kita memegang hp kita? Sedangkan kita melupakan akhlak kita yaitu Al Qur’an?! Jangan sampai kita hanya memerintah dan kemudian kita lupa diri kita sendiri, Allah ﷻ berfirman: 
(۞ أَتَأۡمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلۡبِرِّ وَتَنسَوۡنَ أَنفُسَكُمۡ وَأَنتُمۡ تَتۡلُونَ ٱلۡكِتَـٰبَۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ)
[Surah Al-Baqarah 44]

18. Disiplin dalam bekerja, tidak datang terlambat dan pulang cepat, bagaimana berbicara dengan sesama ustadz di depan santri, dan adab muamalah sesama kita. 

19. Guru atau ustadz harus tahu Kitab-kitab yang diajarkan kepada santri. Bukan semua kitab penulisnya ahlus sunnah maka perlu kita periksa terlebih dahulu. Buku2 yang kita dapatkan dari pihak luar kita wajib baca dan pilah materinya yang sesuai dengan syariat dan tidak mengandung penyimpangan. Jika kita berilmu insya Allah kita tidak akan berselisih, perselisihan itu muncul karena kebodohan, karena ilmu itu adalah nur cahaya. 

20. Para ustadz yang mengajar umum perlu ada persyaratan untuk belajar agar bisa menyeleksi materi yang diajarkan. 

21. Guru harus bisa menjadi contoh dan Qudwah bagi orang lain dalam segala aspek kehidupan. Para ulama kita luar biasa menulis hadis menulis kitab mereka dengan itu menjaga agama kita. Seandainya mereka main internet saja maka hilang agama kita. 
وَيَقُولُ الْقُرْآنُ : مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ، فَشَفِّعْنِي فِيهِ

22. Dan ketika kita menasihati kita menasihati dengan Al Qur’an dan Sunnah bukan dengan ucapan orang, beliau pernah dikunjungi Intel karena dianggap melarang sholat di masjid yang ada kuburan, mereka membawa banyak laporan, maka beliau membacakan hadis "Allah ﷻ melaknat yahudi dan nasrani karena menjadikan kuburan nabi nabi mereka sebagai masjid", mereka bilang "terus bagaimana masi-masjid yang ada" beliau katakan: kalau bapak mau hadis nabi Muhammad ﷺ ya ini kalau masjid yang ada ya beda urusan lagi, dan mereka pulang kitab yang beliau tunjukkan (terjemah riyadhus sholihin). 

23. Disiplin kerja. 

24. Perlu adanya ijtimak rutin, Rasulullah ﷺ saja diperintahkan oleh Allah ﷻ untuk musyawarah maka kita harus mencontoh beliau. 
﴿وشاورهم في الأمر﴾

25. Perlunya musyawarah perbaikan kurikulum, karena ini adalah amanat dan jangan sampai kita khianat. 

26. Mencari asatidz yang sudah mengenal sunnah. 

27. Perlunya ada dana untuk pengembangan pondok pesantren. 

Kurang lebihnya mohon maaf, dicatat dengan hp seadanya. 
✏️AH
Ustadz achmad handika 
https://www.facebook.com/share/1LPmAkRe7v/
Ustadz arif fathul ulum