**Ibnu Rajab Al-Hanbali** mengenai makna "bosan" atau "jemu" dalam beribadah.
Ibnu Rajab menjelaskan makna "bosan" di sini, beliau berkata:
"Beliau (Nabi ﷺ) melarang memutuskan amal dan meninggalkannya, sebagaimana sabda beliau kepada Abdullah bin 'Amru: *'Janganlah engkau menjadi seperti si fulan, dulu ia biasa bangun malam (salat tahajud) lalu ia meninggalkan bangun malam tersebut.'*
Dan sabda beliau: *'Sesungguhnya Allah tidak akan bosan hingga kalian bosan'*, dan dalam riwayat lain: *'Allah tidak akan jemu hingga kalian jemu'*. Rasa bosan dan jemu terhadap amal mengharuskan seseorang untuk memutus dan meninggalkannya.
Jika seorang hamba sudah merasa jemu terhadap suatu amal dan memutusnya, maka Allah pun akan memutus pahala dari amal tersebut. Sesungguhnya seorang hamba dibalas sesuai dengan amalnya; barangsiapa yang meninggalkan amalnya, maka terputuslah pahala dan ganjarannya jika ia memutuskannya bukan karena alasan uzur seperti sakit, safar (perjalanan), atau usia senja.
...
Makna ini juga berlaku dalam doa, bahwa seorang hamba akan dikabulkan doanya selama ia tidak tergesa-gesa dengan mengatakan: *'Aku sudah berdoa tapi belum juga dikabulkan'*, lalu ia pun meninggalkan doa tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa jika seorang hamba terus-menerus berdoa dan merengek (bersungguh-sungguh) di dalamnya, niscaya ia akan dikabulkan. Namun, jika ia memutus doa dan merasa lambat dikabulkan, maka ia pun terhalang dari pengabulan tersebut.
Penyebutan 'pencegahan' dari Allah ini dinamakan sebagai 'kebosanan' (secara bahasa) sebagai balasan atas kebosanan dan kejemuan sang hamba, sebagaimana firman Allah Ta'ala: *'Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka'* [QS. At-Taubah: 67]. Allah menamakan pengabaian dan pembiaran terhadap mereka sebagai 'lupa' sebagai balasan atas tindakan mereka yang melupakan-Nya. Inilah pendapat yang paling jelas mengenai masalah ini."
### Poin Utama:
1. **Konsistensi:** Kita dilarang berhenti dari kebiasaan baik tanpa alasan mendesak (uzur).
2. **Keadilan Balasan:** Allah memberikan pahala selama kita beramal. Jika kita berhenti karena bosan, maka pahala tersebut berhenti mengalir.
3. **Adab Berdoa:** Jangan menyerah dalam berdoa hanya karena merasa belum dikabulkan. Teruslah meminta (istiqamah).
4. **Sifat Allah:** Istilah "bosan" atau "lupa" bagi Allah dalam konteks ini adalah *Muqabalah* (balasan yang serupa secara bahasa), bukan berarti Allah memiliki sifat kekurangan seperti manusia.