Minggu, 03 Mei 2026

Ketika saya membaca Minhaju As-Sunnah pertama kali memang ajib luar biasa cara membantahnya, semakin muncul kecintaan saya pada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah

قرأت في ترجمة عالم معاصر كان يقرأ عليه تلاميذه كتاب "منهاج السنة"، وكان كلما قرأ القارئ رد ابن تيمية على ابن المطهر الحلي ، بكى الشيخ وهو يقول: لو لم يؤلِّف شيخ الإسلام هذا الكتاب، من كان سيرد عليه؟!.
#قلت:
منهاج السنة موسوعة تأسيسية، وتحفة من تحف الزمان، لا نظير لها في تاريخ الإسلام
من يعرف نظيرا له ، فليذكره _ تكرّما _ في التعليقات.
Ketika saya membaca Minhaju As-Sunnah pertama kali memang ajib luar biasa cara membantahnya, semakin muncul kecintaan saya pada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah, saya beli kitab ini titip saat Bapak saya rahimahullaah haji tahun 1996, dibelikan oleh Ustadz Umar Budiargo hafizahullaah bersama kitab-kitab yang lain antara lain Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari tahu segitu, semoga jadi amal jariyah Bapak dan Ustadz Umar. 
----------

“Aku membaca dalam biografi seorang ulama kontemporer: murid-muridnya biasa membacakan kepadanya kitab ‘Minhāj as-Sunnah’. Setiap kali pembaca sampai pada bagian bantahan Ibnu Taimiyah terhadap Ibnu al-Muṭahhar al-Ḥillī, sang syaikh itu menangis seraya berkata:
‘Seandainya Syaikhul Islam tidak menulis kitab ini, siapa lagi yang akan membantahnya?!’”
Aku (penulis) berkata:
“Minhāj as-Sunnah adalah sebuah ensiklopedia fundamental, sebuah karya agung dari keajaiban zaman, yang tidak ada tandingannya dalam sejarah Islam.
Barang siapa mengetahui karya yang sebanding dengannya, maka sebutkanlah — sebagai bentuk kebaikan — di kolom komentar.”
Ust noor akhmad setiawan