Minggu, 03 Mei 2026

Bagaimana Nabi menyelesaikan Konflik Rumah Tangga?

Bagaimana Nabi menyelesaikan Konflik Rumah Tangga?

Suatu ketika, Hafshah mengatakan ke Shafiyyah bahwa ia anak seorang Yahudi.

Mendengar itu Shafiyyah sedih hingga nangis, lalu masuk ke rumahnya. 

Nabi pun bertanya, kenapa engkau menangis? Akhirnya Shafiyah melapor kalau dia dibilang anak seorang Yahudi oleh Hafshah. 

Lalu Nabi mengatakan:

إنك لابنةُ نبِيٍّ وإن عمَك لنبيٌّ وإنك لتحتَ نبِيِّ فبِمَ تفخرُ عليك؟ 
Kamu itu anak keturanan Nabi (Nabi Harun), paman kamu juga Nabi (Nabi Musa) dan sekarang kamu istri Nabi (Nabi Muhammad). Siapa yang berani berbangga dihadapanmu (masalah Nasab)? 

ثم قال اتقي اللهَ يا حفصةُ

Lalu Nabi mendatangi Hafshah dan memberikan Nasihat:

Bertaqwalah engkau kepada Allah wahai Hafsah.

Kisah ini menyimpan banyak sekali faidah, di antaranya bahwa konflik rumah tangga itu akan selalu ada di setiap rumah, bahkan di rumah Nabi sekalipun. 

Namun bedanya, bagaimana menyelesaikan konflik tersebut dengan elegan dan bijaksana. Kalau Nabi menyelesaikan konflik dengan santai, penuh wibawa,tegas, tanpa amarah.

Bagaimana dengan kita?

Kisah di atas ada di buku kami “Mengenal Ummahatul Mukminin - Istri-istri Nabi -”

Ketika “Mau” akan kami kirimkan pdfnya di kolom komentar. 

Barakallahu fikum wa Jazakumullah khair 

Abu Yusuf Akhmad Ja’far