Rabu, 06 Mei 2026

Pertanyaan:"Yang Mulia Syekh, semoga Allah memberikan taufik kepada Anda. Ada yang bertanya: Apakah membicarakan kesalahan-kesalahan para dai dan menjelaskannya termasuk dalam ilmu al-jarh wa at-ta'dil (kritik dan pujian perawi) ataukah termasuk dalam kategori adu domba (namimah) dan gunjing (ghibah)?" [00:01]

https://youtu.be/DeUyX-GhHvk?si=cVxq83g3TamHFTeG
Pertanyaan:
"Yang Mulia Syekh, semoga Allah memberikan taufik kepada Anda. Ada yang bertanya: Apakah membicarakan kesalahan-kesalahan para dai dan menjelaskannya termasuk dalam ilmu al-jarh wa at-ta'dil (kritik dan pujian perawi) ataukah termasuk dalam kategori adu domba (namimah) dan gunjing (ghibah)?" [00:01]
Jawaban Syekh Saleh al-Fawzan:
"Bukan (bukan ilmu jarh wa ta'dil), itu termasuk adu domba dan gunjing. Hal tersebut tidak diperbolehkan karena dapat memicu keburukan di antara para penuntut ilmu." [00:15]
Syekh kemudian menjelaskan langkah yang seharusnya diambil:
Nasihat Pribadi: Jika Anda melihat kesalahan pada seorang penuntut ilmu atau seorang ulama, hendaknya Anda memberikan nasihat secara langsung (empat mata) antara Anda dan dia. [00:22]
Larangan Mencela di Depan Umum: Tidak diperbolehkan duduk-duduk di majelis hanya untuk mencela orang lain. Hal ini tidak membawa manfaat, justru membawa mudarat (kerugian). [00:27]
Dampak Negatif: Syekh menekankan bahwa fenomena ini telah menyebabkan perpecahan dan kelompok-kelompok (tahazzub) di kalangan umat, sehingga perbuatan tersebut sangat dilarang. [00:36]