DAURAH MUKATSAFAH
Syaikh Prof. Dr. Shalih Sindi, hafidzahullahu ta’ala ( Guru Besar Aqidah Universitas Islam Madinah )
Tempat : Masjid Darul Hijrah Komplek STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya.
Hari/tgl : Senin, 4 Mei 2026
#Muqoddimah
- Syirik adalah Menyekutukan Allah dengan selain-Nya dalam hal yang menjadi kekhususan Allah / memberikan hak Allah kepada selain-Nya.
- Besarnya dosa syirik dilihat dari dua sisi :
1. Dosa paling buruk, alasannya:
a. Merendahkan keagungan Allah Yang Maha Agung
b. Menyamakan Allah Yang Mahad Sempurna dengan selain-Nya yang penuh dengan kekurangan
c. Pelakunya adalah manusia paling dzolim
d. Syirik adalah kedurhakaan terbesar kepada Allah. Perbuatan yang sangat berlawanan dengan perintah terbesar Allah berupa tauhid
e. Syirik adalah murni keburukan. Satu-satunya dosa tanpa dorongan dari syahwat, hajat, dan sebab
2. Dosa yang paling keras adzabnya, alasannya:
a. Satu-satunya dosa mengharuskan pelakunya kekal dalam neraka
b. Satu-satunya dosa yang tidak diampuni dosanya jika pelaku tidak tobat ketika meninggal dunia
c. Satu-satunya dosa yang bisa menghapuskan seluruh amal sholih
- Kaidah penting : seorang muslim semakin besar keimanan dan tauhidnya maka akan semakin besar pula rasa takutnya terhadap kesyirikan
- Para ulama menjelaskan bahwa [Surat An-Nisa': 116] { إِنَّ ٱللَّهَ لَا یَغۡفِرُ أَن یُشۡرَكَ بِهِۦ وَیَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَ ٰلِكَ لِمَن یَشَاۤءُۚ وَمَن یُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَـٰلَۢا بَعِیدًا }
adalah merupakan ayat paling kuat dalam melarang kesyirikan, ayat paling menakutkan yang menunjukkan bahaya kesyirikan, dan ayat paling memotivasi untuk bertauhid
- Seorang muslim yang baik hendaknya :
a. Ada rasa takut yang tulus dari hatinya dari dosa syirik, sebab Nabi Ibrohim saja takut terhadap syirik
b. Berdoa agar dijauhkan dari dosa syirik
c. Memperhatikan orang terdekat kita agar terhindar dari syirik
d. Memiliki takut dari syirik harusnya menjadikan kita mempelajarinya agar bisa terhindar darinya
#16 KAIDAH SEPUTAR KESYIRIKAN#
#Kaidah Pertama
"Ibadah tidak sah tanpa tauhid"
قال الله تعالى: «أنا أغنى الشركاء عن الشرك، من عمل عملاً أشرك فيه معي غيري تركته وشِرْكَه»
“Allah Ta’ala berfirman: Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakukan suatu amalan lalu ia menyekutukan-Ku dengan selain-Ku dalam amalan itu, maka Aku tinggalkan dia bersama kesyirikannya. (HR. Imam Muslim)
- Ibadah tanpa tauhid tidaklah bermnfaat sama sekali
#Kaidah Kedua
"Syirik menghapuskan seluruh amal ibadah"
{ وَلَقَدۡ أُوحِيَ إِلَيۡكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكَ لَئِنۡ أَشۡرَكۡتَ لَيَحۡبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ }
[Surat Az-Zumar: 65]
Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “Sungguh jika engkau menyekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi.
#Kaidah Ketiga
"Tauhid dan syirik adalah dua hal yang saling bertentangan dan tidak mungkin bersatu selamanya"
Nabi ﷺ bersabda:
«من لقي الله لا يشرك به شيئًا دخل الجنة، ومن لقيه يشرك به شيئًا دخل النار»
Artinya: “Barang siapa bertemu Allah dalam keadaan tidak menyekutukan-Nya sedikit pun, ia masuk surga. Dan siapa yang bertemu-Nya dalam keadaan berbuat syirik, ia masuk neraka.”(HR. Imam Muslim)
#Kaidah Keempat
“Orang musyrik menyembah Allah hanya secara lahir, bukan secara hakikat (dibarengi tauhid dengan ikhlas).”
- Ibadah yang sebenarnya adalah menyerahkan semua ibadah hanya kepada Allah, sedangkan orang musyrik menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allah
#Kaidah Kelima
"Sebab (hakikat) syirik adalah menjadikan tandingan (bagi Allah) dan menyekutukan-Nya.”
- Tidak ada bedanya antara seorang yang berdoa kepada Malaikat Jibril atau Nabi Muhammad atau Jin atau batu. Semua itu adalah kesyirikan
- Inti syirik adalah memberikan hak Allah kepada selain-Nya, baik dengan menjadikannya tandingan maupun sekutu.
- Jalan-jalan yang digunakan untuk menyebarkan syubhat seputar tauhid:
a. Menyelewengkan makna kalimat tauhid
b. Propaganda bahwa tauhid itu tidak terbagi-bagi alias satu kesatuan, yang meyakini tauhid Rububiyah otomatis meyakini tauhid Uluhiyan
c. Propaganda penyamaan antara tauhid Rububiyah dengan tauhid Uluhiyah, berusaha disama2kan padahal sebenarnya berbeda
d. Propaganda bahwa orang yang sudah masuk Islam tidak akan keluar darinya (murtad)
e. Propaganda pembatasan syirik hanya pada menyembah berhala, adapun selainnya bukan syirik, seperti berdoa kepada wali, dst..
#Kaidah Keenam
“Tauhid tidak akan dipahami kecuali dengan lima perkara.”
a. Memahami hakikat tauhid serta pembagiannya
b. Memahami hakikat syirik sebagaimana dijelaskan dalam Quran dan Sunnah
c. Memahami perbedaan tauhid Rububiyah dan tauhid Uluhiyah
d. Memahami makna ibadah dengan benar
e. Memahami kondisi kaum musyrikin di jaman Nabi
- Faidah memahami kondisi kaum musyrikin di jaman Nabi :
a. Memahami ayat-ayat yang sebab turunnya berkaitan dengan mereka, celaan terhadap mereka, bantahan kepada mereka, peristiwa yang melatarbelakangi turunnya suatu ayat.
b. Memahami bahwa apabila ada sebuah perbuatan bisa menjadikan kafir di jaman Nabi, maka apabila perbuatan tersebut dilakukan pada jaman sekarang juga berkonsekuensi menjadikan kafir
c. Mengenali dan membongkar berbagai syubhat yang disebarkan oleh pihak yang mengajak kepada kesyirikan (dengan taufiq dari Allah)
d. Kesyirikan yang dilakukan di jaman Nabi juga dilakukan orang jaman sekarang, bahkan ada yang lebih parah
#Kaidah Ketujuh
"Awal mula terjadi kesyirikan pada kaum nabi Nuh"
- Sebab awal terjadinya kesyirikan:
a. Sebabnya berlebihan dalam mengagungkan orang-orang sholih
b. Terjadi kesyirikan ketika ilmu dilupakan
c. Kesyirikan yang dilakukan terhadap orang sholih dan terhadap uluhiyah
d. Patung berhala yang dijadikan wasilah sebenarnya adalah sesembahan selain Allah
#Kaidah Kedelapan
"Sekedar mengenal Allah dan beribadah kepada-Nya maaih tetap disebut musyrik, sebagaimana pada jaman Nabi
- Beberapa kondisi/sifat musyrik jaman Nabi
a. Musyrik jaman Nabi bukanlah Ateis yang mengingkari adanya Tuhan
b. Musyrik jaman Nabi meyakini Allah sebagai Pencipta, Pemberi rejeki, Pengatur alam semesta
c. Musyrik jaman Nabi beribadah kepada Allah dengan beberapa jenis ibadah, meskipun ibadah mereka hanyalah secara lahir (bentuknya saja), bukan secara hakikat (yang sebenarnya) dibarengi tauhid
d. Musyrik jaman Nabi mengakui Allah sebagai Rabb sekaligus menyekutukan Allah dengan selain-Nya
#Kaidah Kesembilan
"Sebab terbesar yang mendorong mereka untuk melakukan kesyirikan adalah berharap syafaat"
- Alasan mereka membuat wasilah/perantara :
a. Keyakinan mereka ketika langsung meminta kepada Allah adalah perbuatan tidak beradab
b. Keyakinan mereka dengan membuat perantara akan lebih besar kemungkinan hajat dikabulkan Allah
- Perbuatan diatas adalah qiyas/perumpamaan paling rusak/parah dengan sebab berikut :
a. Pemimpin dunia bisa jadi tidak mengenal kita, makanya butuh perantara yang memperkenalkan kita
b. Terkadang pemimpin adalah seorang yang keras dan tidak penyayang, oleh karenanya butuh perantara
- Sedangkan Allah Maha Mengetahui seluruh hamba-Nya dan Allah juga Maha Penyayang yang memerintahkan kita agar berdoa langsung kepada-Nya
#Kaidah Kesepuluh
"Musyrik jaman Nabi menyakini Tauhid Rububiyah secara umum saja"
- QS. Az-Zukhruf: 87
﴿وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ﴾
Artinya: “Jika engkau bertanya kepada mereka: ‘Siapa yang menciptakan mereka?’ niscaya mereka akan menjawab: ‘Allah.’”
- QS. Al-‘Ankabut: 61
﴿وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ... لَيَقُولُنَّ اللَّهُ﴾
Artinya: “Jika engkau bertanya kepada mereka: ‘Siapa yang menciptakan langit dan bumi?’ pasti mereka menjawab: ‘Allah.’
#Kaidah Kesebelas
"Segala yang telah ditetapkan sebagai ibadah maka memalingkan kepada selain Allah hukumnya adalah syirik"
- Sebagaimana sujud kepada selain Allah adalah kesyirikan, maka berdoa kepada selain Allah juga dihukumi syirik
- Doa yang dihukumi syirik ada 3 macam :
a. Berdoa kepada orang yang telah meninggal dunia
b. Berdoa kepada orang yang tidak hadir/tidak bisa mendengar doa (orangnya ghoib)
c. Berdoa/meminta kepada yang tidak mampu untuk mengabulkan permintaannya kecuali hanya Allah
- Adapun meminta tolong kepada orang lain yang masih hidup, mampu melakukan permintaan, hadir/bisa mendengar permintaan maka hukumnya boleh
#Kaidah Kedua belas
“Yang menjadi patokan kesyirikan adalah hakikat (realita), bukan sekadar nama/istilahnya.”
- Apabila hakikat sesuatu adalah kesyirikan maka jangan tertipu dengan namanya yang diubah menjadi tawasul, menghormati orang sholih, dst
#Kaidah Ketiga belas
"Orang-orang sholih mereka dimuliakan oleh Allah dan mereka tidak bisa memberikan kemuliaan kepada orang lain, mereka menyembah Allah dan tidak boleh disembah"
- Syaikh Sholih membawakan kisah obrolan antara orang musyrik dengan awam bertauhid. Musyrik berkata: kalian tidak memuliakan para wali orang sholih mujahidin dengan tawasul kepada mereka padahal mereka hidup disisi Allah senantiasa diberikan rezeki. Ahli tauhid menjawab : seandainya bunyi ayat "yarzuquun" maka benar yang engkau katakan, akan tetapi justru kami meminta kepada Rabbnya para orang sholih Yang Maha Pemberi rejeki kepada hamba-Nya, ayatnya berbunyi "yurzaquun"
#Kaidah Keempat belas
"Hukum yang terdapat pada salah satu syahadat berlaku juga hukum bagi syahadat satunya"
- Seorang yang meyakini ada nabi setelah Rasulullah maka dia dihukumi kafir, apalagi orang yang melakukan kesyirikan akan lebih berhak dihukumi sebagai kafir pula.
#Kaidah Kelima belas
"Hukum yang terdapat pada sebagian ibadah berlaku juga pada ibadah yang lainnya"
- Menyembelih untuk selain Allah adalah kesyirikan, maka puasa bagi selain Allah juga kesyirikan
- Cara berdalil salah yang dilakukan orang musyrik :
a. Menyelewengkan “sisi penunjukan dalil” : seperti berdalil dengan { وَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱلَّذِینَ قُتِلُوا۟ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ أَمۡوَ ٰتَۢاۚ بَلۡ أَحۡیَاۤءٌ عِندَ رَبِّهِمۡ یُرۡزَقُونَ }
[Surat Ali 'Imran: 169]
b. Berdalil dengan cara tidak benar : seperti berdalil dengan hadits palsu
#Kaidah Keenam belas
"Sifat-sifat yang dengannya tegak asal iman harus terkumpul semuanya, sedangkan sifat-sifat yang menyebabkan kufur besar tidak harus semuanya terkumpul.”
- Sahnya iman seorang harus dengan terkumpulnya pokok keimanan, yakni rukun iman, dengan keyakinan dalam hati, pengakuan dengan lisan, penerimaan dan ketundukan dengan beramal
- Jika salah satu pokok ini hilang, maka iman tidak sempurna bahkan bisa gugur.
- Sedangkan kufur besar cukup dengan satu perbuatan atau keyakinan saja dan tidak harus semua bentuk kekufuran terkumpul.
- contoh : menghina Allah atau agama Islam, berdoa selain Allah, menolak kewajiban yang sudah jelas, meyakini rukun iman kecuali iman kepada hari kiamat, meskipun menjalankan seluruh ibadah.
- Satu saja dari itu diamalkan sudah bisa menjadikan seseorang jatuh pada kufur akbar.
- Kesimpulan: Iman itu butuh kumpulan unsur (tidak cukup satu saja), sedangkan Kufur akbar itu cukup satu sebab saja sudah menjatuhkan ke dalam kekufuran.
- Doa agar hati tetap di atas hidayah. Allah berfirman:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
(QS. Ali ‘Imran: 8)
- Doa Nabi agar dijauhkan dari kesyirikan
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ
- Doa agar istiqamah
اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ القُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Link Dauroh Sesi 1
https://www.youtube.com/live/KxfX1I-OBYk?si=V_uRMKdkCm99k8Tq
Link Dauroh Sesi 2 & 3
https://www.youtube.com/live/hPJlYZ-mmic?si=DFiumbylKNRd4RiC