Syekh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr bercerita, suatu ketika saat beliau sedang mengajar di kelas, ada seorang murid dari Afrika yang pada hari-hari biasa sangat antusias dan selalu menunjukkan sikap positif ketika mengikuti pelajaran.
Syekh pun menyukai karakter dan semangatnya dalam menuntut ilmu.
Namun, pada suatu hari, murid ini tampak berbeda. Ia tidak menunjukkan sikap seperti biasanya. Syekh merasa ada sesuatu yang janggal.
Setelah pelajaran selesai, Syekh bertanya kepada murid yang lain, “Apa yang terjadi dengan Fulan hari ini? Mengapa ia terlihat berbeda?”
Murid tersebut menjawab, *“Apakah engkau tidak mengetahui bahwa ibunya baru saja meninggal dunia?”*
Dari kisah ini, Syekh mengambil pelajaran yang sangat berharga.
Boleh jadi perubahan sikap seseorang bukan tanpa sebab, tetapi karena masalah yang sedang ia hadapi.
Maka, kita perlu bijaksana dalam menyikapi perubahan tersebut.
Kita berusaha untuk memaklumi dan memahami kondisi yang ada.
Tetaplah mengingat kebaikan-kebaikannya. Jangan sampai satu kesalahan atau perubahan sesaat menghapuskan begitu banyak kebaikan yang pernah ia lakukan.
Perlakukanlah orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Ingat, muamalah yang baik tidak akan melahirkan kecuali kebaikan pula.
— Faidah dari Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr (Pembahasan kitab “Bahjatu Qulūbi al-Abrār”)
Ust saleh hasan