Selasa, 05 Mei 2026

Tidaklah Dia menahan sesuatu darinya kecuali untuk memberinya (yang lebih baik).

فما منعه إلا ليعطيه 
ولا ابتلاه إلا ليعافيه 
ولا أماته إلا ليحييه

فتأمّل حال الجنين يأتيه غذاؤه وهو الدم من طريق واحدة وهو السُّرَّة، فلما خرج من بطن الأم وانقطعت تلك الطريق فتح له طريقين اثنين وأجرى له فيهما رزقا أَطْيَب وأَلَذّ من الأول، لبنا خالصا سَائِغًا...

فإذا تمت مدة الرضاع وانقطعت الطريقان بالفِطَام، فتح طرقا أربعة أكمل منها: طَعَامَان وشَرَابَان فالطعامان من الحَيَوَان والنَّبَات والشرابان من المِيَاه والأَلْبَان ..

فإذا مات انقطعت عنه هذه الطرق الأَرْبَعَة، لكنه سبحانه فتح له إن كان سعيدا طرقا ثَمَانِيَة وهي أبواب الجَنَّة الثَّمَانِيَة.

ابن القيم / الفوائد
“Tidaklah Dia menahan sesuatu darinya kecuali untuk memberinya (yang lebih baik).
Tidaklah Dia mengujinya kecuali untuk menyembuhkannya.
Dan tidaklah Dia mematikannya kecuali untuk menghidupkannya (kembali).
Maka renungkanlah keadaan janin: ia mendapatkan makanannya berupa darah melalui satu jalan saja, yaitu tali pusar. Ketika ia keluar dari perut ibunya dan jalan itu terputus, Allah membukakan baginya dua jalan, dan mengalirkan rezeki melalui keduanya yang lebih baik dan lebih lezat dari sebelumnya, yaitu susu yang murni lagi mudah diminum.
Kemudian, ketika masa menyusu telah sempurna dan dua jalan itu terputus karena disapih, Allah membukakan baginya empat jalan yang lebih sempurna: dua makanan dan dua minuman. Dua makanan itu berasal dari hewan dan tumbuhan, dan dua minuman itu dari air dan susu.
Lalu ketika ia meninggal, terputuslah darinya empat jalan tersebut. Namun Allah—jika ia termasuk orang yang berbahagia—membukakan baginya delapan jalan, yaitu delapan pintu surga.
— Ibn Qayyim al-Jawziyyah, Al-Fawā’id
Unas