Pada tahun 70an, DDII mengirim para da'i ke Pedalaman kalimantan. Buya Natsir meminta tolong kepada koleganya KH. Abdurrahman Syamsuri (pengasuh ponpes Karangasem Muhammadiyah Paciran Lamongan) Untuk mengutus kader-kadernya.
Di antara murid-murid yang diutus adalah:
1. Ustadz Mudhofir Mu'ti (Lamongan), rahimahullah
2. Ustadz Aunur Rofiq (Gresik) rahimahullah
3. Ustadz Habib Syafi'i (Lamongan), rahimahullah
3. Ustadz Chomsaha (Abu Nida) hafizhahullah
Selama beberapa tahun kemudian semuanya diberi tugas baru untuk melanjutkan study ke universitas al-Imam Muhammad Bin Saud Riyadh KSA.
Pada awal tahun 80an mereka Pulang ke tanah air dan mendedikasikan diri mereka untuk dakwah tauhid. (semoga Allah merahmati yg sudah meninggal dan menjaga yg masih hidup).
Keempat ustadz di atas adalah murid dari KH. Abdurrahman Syamsuri yang merupakan murid dari Hadratuss syaikh Hasyim Asy'ari, namun setelah pulang ke Paciran beliau lebih condong ke gerakan tajdid dan purifikasi islam yang dimotori Masyumi dan Muhammadiyah kala itu.
Ustadz Mudhofir Mu’thi mengajari kami kitab Fathul Majid Syarh kitab tauhid, beliau berkhidmat di persyarikatan Muhammadiyah dan ketika masih hidup pernah menjabat ketua majelis Tabligh PDM Lamongan. Begitu juga ustadz habib syafi’i mengajari kami kitab aqidah. Adapun ustadz Aun dan ustadz Abu Nida beliau mendirikan pesantren.
Rahimallahu al jami’
Ustadz Dr fadlan fahamsyah
https://www.facebook.com/share/1ChhrQK6m1/