Rabu, 06 Mei 2026

Ngeri! Mereka Membolehkan Berdoa Kepada Selain Allah

Ngeri! Mereka Membolehkan Berdoa Kepada Selain Allah

Hasan as-Saqaf -hadaahullah-, tokoh ahlul kalam yang sering menghembuskan syubhat terhadap dakwah sunnah, dalam kitab-kitabnya terang-terangan membolehkan berdoa dan beribadah kepada selain Allah.

Dia dan ahlul kalam secara umum membolehkan ibadah kepada selain Allah dengan syarat yang dijadikan tujuan ibadah itu tidak dianggap Tuhan selain Allah. Contohnya, boleh beribadah kepada wali selama tidak menganggap wali sebagai Tuhan. 

Dalam kitabnya, at-Tandid biman 'Addadat Tauhid, ia mengatakan:

وأما الدعاء, فليس جميعه عبادة إلا إذا دعونا من نعتقد فيه صفات الربوبية أو صفة واحد منها

"Adapun doa, tidak semua doa adalah ibadah. Kecuali jika kita berdoa kepada sesuatu yang diklaim memiliki sifat-sifat rububiyah atau salah satu sifat rububiyah" (at-Tandid, hal. 25).

Ia juga mengatakan:

وإنما يكون الدعاء عبادة إذا كان لله أو لمن يعتقد الداعي أن للمدعو صفة من صفات الربوبية

"Doa itu termasuk ibadah jika ditujukan kepada Allah atau ditujukan kepada sesuatu yang dianggap memiliki salah sifat rububiyah (sifat ketuhanan)" (at-Tandid, hal. 26).

Ia juga mengatakan:

فاتضح أن مجرد النداء أو الاستغاثة أو الاستعانة أو الخوف أو الرجاء أو التوسل أو التذلل, لا يسمى عبادة

"Jelaslah bahwa sekedar doa, atau istighatsah, atau isti'anah, atau takut, atau roja', atau tawasul, atau tadzalul (merendahkan diri) bukanlah termasuk ibadah" (at-Tandid, hal. 27).

Artinya, jika itu semua bukan ibadah, maka boleh ditujukan kepada selain Allah selama tidak dianggap sebagai Tuhan!! Subhanallah, ini keyakinan yang mengerikan sekali. 

Ini juga sangat identik dengan keyakinan orang-orang syi'ah Rafidhah. al-Khomaini, ulama syiah, ia berkata:

وبعد أن تبين أن الشرك هو طلب الشيء من غير رب العالمين على أساس كونه إلها, فإن ما دون ذلك ليس بشرك, ولا فرق في ذلك بين حي وميت, فطلب الحاجة من الحجر أو الصخر ليس شركا

"Setelah jelas bahwa kesyirikan adalah meminta sesuatu kepada selain Rabbul 'Alamin dengan keyakinan bahwa yang diminta itu adalah Tuhan. Adapun jika tidak demikian, maka bukanlah kesyirikan. Dan sama saja baik yang diminta itu masih hidup ataupun mati. Maka meminta suatu hajat kepada baru keramat bukanlah kesyirikan" (Kasyful Asyrar, hal. 49).

Allahul musta'an wa ilaihit tuklan! Maka tidak heran orang-orang ahlul kalam dan orang-orang Rafidhah tidak ada perhatian sama sekali kepada dakwah tauhid. Karena memang dakwah tauhid bertentangan 180 derajat dengan akidah mereka. 

Padahal jelas bahwa semua bentuk ibadah hanya boleh ditujukan kepada Allah Ta'ala semata. Allah Ta'ala berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ

"Dan Rabb-mu telah memerintahkan supaya kalian jangan beribadah kepada kepada-Nya" (QS. Al-Isra': 23).

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku (saja)” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56).

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu hanyalah milik Allah, karena itu janganlah kalian menyembah apapun (di dalamnya) selain (menyembah) Allah” (QS. Al-Jin: 18).

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun” (QS. An-Nisa`: 36).

وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

“Dan barangsiapa berdoa kepada selain Allah di samping berdoa kepada Allah, padahal tidak ada satu dalilpun baginya tentang itu, maka benar-benar balasannya ada pada Tuhannya. Sungguh tiada beruntung orang-orang kafir itu” (QS. Al-Mu`minun: 117).

Ya Allah, lindungilah kami dari kesyirikan. Teguhkanlah kami di atas Islam. Wafatkanlah kami di atas tauhid yang lurus.

Fawaid Kangaswad | https://lynk.id/kangaswad