dari cuitan Syekh Sulaiman Ar-Ruhaili
> "Seorang pencari kebenaran yang tulus niatnya, baginya cukup satu dalil shahih dengan pemahaman para Salaf (generasi pendahulu yang saleh) untuk ia ikuti.
> Sebaliknya, pengikut hawa nafsu akan melontarkan sanggahan terhadap setiap dalil dan tidak mau tunduk padanya. Ia akan terus hanyut di balik syubhat (kerancuan pemikiran) dan ketidakjelasan.
> Ia merasa senang dengan perkataan orang yang sedikit ilmunya hanya karena sesuai dengan hawa nafsunya, namun ia menolak perkataan ulama-ulama besar karena menyelisihi hawa nafsunya. Hakikat agamanya adalah apa yang sesuai dengan seleranya, bukan apa yang diinginkan oleh Pelindungnya (Allah).
> Kita memohon kepada Allah kemuliaan dalam segala urusan dan hidayah menuju apa yang Dia ridhai."
>
### **Poin-Poin Utama Pesan:**
* **Ketulusan vs. Hawa Nafsu:** Perbedaan utama antara pencari kebenaran dan pengikut hawa nafsu terletak pada sikap mereka terhadap dalil.
* **Metode Pemahaman:** Menekankan pentingnya memahami dalil sesuai dengan pemahaman para sahabat dan generasi awal Islam (Salaf).
* **Objektivitas Ilmiah:** Peringatan agar tidak memilih-milih pendapat ulama hanya berdasarkan kecocokan dengan keinginan pribadi.