Rabu, 13 Mei 2026

Ringkasan Amalan HajiAmalan Hari Pertama yaitu Hari Kedelapan (8 Dzulhijjah)

Ringkasan Amalan Haji
Amalan Hari Pertama yaitu Hari Kedelapan (8 Dzulhijjah)
Jamaah berihram untuk haji dari tempatnya, lalu mandi, memakai wewangian, dan mengenakan pakaian ihram. Kemudian mengucapkan:
“Labbaika hajjan, labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni‘mata laka wal mulk, laa syariika lak.”
“Aku memenuhi panggilan-Mu untuk berhaji. Ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”
Menuju Mina dan tinggal di sana sampai terbit matahari pada hari kesembilan. Di Mina melaksanakan shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh. Setiap shalat dilakukan pada waktunya, dan shalat yang empat rakaat diqashar (dipendekkan).
Amalan Hari Kedua yaitu Hari Kesembilan (Hari Arafah)
Setelah matahari terbit menuju Arafah. Shalat Zhuhur dan Ashar dengan qashar dan jama’ taqdim. Disunnahkan singgah di Namirah sebelum tergelincir matahari jika memungkinkan.
Setelah shalat, memperbanyak dzikir dan doa sambil menghadap kiblat serta mengangkat tangan hingga matahari terbenam.
Setelah matahari terbenam menuju Muzdalifah. Di sana melaksanakan shalat Maghrib tiga rakaat dan Isya dua rakaat, lalu bermalam hingga terbit fajar.
Amalan Hari Ketiga yaitu Hari Raya (‘Id / 10 Dzulhijjah)
Shalat Subuh di Muzdalifah setelah terbit fajar, lalu memperbanyak dzikir dan doa sampai langit benar-benar terang.
Bergerak menuju Mina sebelum matahari terbit.
Ketika sampai di Mina, menuju Jumrah Aqabah lalu melemparnya dengan tujuh kerikil secara berturut-turut sambil bertakbir pada setiap lemparan.
Menyembelih hadyu bagi yang memiliki kewajiban hadyu.
Mencukur habis rambut atau memendekkannya. Dengan itu terjadi tahallul awal, sehingga boleh memakai pakaian biasa dan memakai wewangian, serta halal seluruh larangan ihram kecuali hubungan suami istri.
Turun ke Makkah untuk melaksanakan Thawaf Ifadhah, yaitu thawaf haji. Setelah itu melakukan sa’i antara Shafa dan Marwah bagi jamaah tamattu’, dan juga bagi selain tamattu’ apabila belum melakukan sa’i saat thawaf qudum.
Dengan itu terjadi tahallul kedua, sehingga seluruh larangan ihram menjadi halal termasuk hubungan suami istri.
Kembali ke Mina dan bermalam pada malam tanggal sebelas.
Amalan Hari Keempat yaitu Tanggal Sebelas (11 Dzulhijjah)
Melempar tiga jumrah: ula, wustha, lalu aqabah. Masing-masing dengan tujuh kerikil secara berurutan sambil bertakbir pada setiap lemparan. Dilakukan setelah tergelincir matahari. Dianjurkan berhenti untuk berdoa setelah jumrah ula dan wustha.
Bermalam di Mina pada malam kedua belas.
Amalan Hari Kelima yaitu Tanggal Dua Belas (12 Dzulhijjah)
Melempar tiga jumrah sebagaimana hari sebelumnya.
Keluar dari Mina sebelum matahari terbenam bagi yang ingin mengambil nafar awal (pulang lebih cepat). Jika ingin menunda, maka tetap bermalam di Mina.
Amalan Hari Keenam yaitu Tanggal Tiga Belas (13 Dzulhijjah)
Hari ini khusus bagi yang mengambil nafar tsani (menunda kepulangan), yaitu:
Melempar tiga jumrah sebagaimana dua hari sebelumnya.
Setelah itu keluar dari Mina.
Penutup
Amalan terakhir sebelum meninggalkan Makkah adalah Thawaf Wada’. والله أعلم.
ustadz noor akhmad setiawan