Menurut Muhaddits yang paling senior yang masih hidup pada Abad ini As-Syaikh 'Abdul Muhsin Al-'Abbâd Al-Badr hafizhahullâh, Al-Jarh Wat Ta'dîl Zaman ini (jika yang dibicarakan selain ilmu hadîts) tempatnya adanya di mahkamah (maksudnya selesaikan di pengadilan bukan di medsos).
قول الشيخ عبد المحسن العباد :
السؤال: هل علم الجرح والتعديل انقطع وزال وأنه لا يحتاج إليه في رجال هذا العصر ؟
الجواب:
" الجرح والتعديل فيما يتعلق بالنسبة للسابقين والذين يترتب على جرحهم وتعديلهم ثبوت الأحاديث أو عدم ثبوتها الموجودون والمتأخرون ليس عندهم شيء يأتون به إلا ما أتى به السابقون وإنما ينظرون في كلام السابقين قال فلان كذا وقال قال فلان كذا وقال فلان كذا ثم يخلصون إلى نتيجة .
أما بالنسبة لهذا الزمان فالتعديل والتجريح موجود في المحاكم عند الشهود عندما يشهدون على شخص بأن عليه كذا فإن المدعى عليه يجرح الشهود بما يعلمهم فيهم حتى يتخلص من شهادتهم إذا كانوا غير موثوقين وغير معتبرين.
وكذلك أيضا في الناس الذين يحصل منهم الإضلال ويحصل منهم الإفساد فكونه يبين حالهم حتى يحذروا يعني هذا يعني أمر مطلوب .
لكن التوسع في هذا والاشتغال فيه حتى يؤدي الأمر إلى أن يتكلم أهل السنة في أهل السنة وينفر بعضهم من بعض هذا لا يصلح ولا ينبغي".اهــ
المصدر:
"شرح علل الترمذي رقم الشريط 429 الدقيقة 62 والثانية 13"
As-Syaikh 'Abdul Muhsin Al-'Abbâd hafizhahullâh ditanya: "Apakah ilmu al-jarh wat ta'dîl sudah terputus dan berhenti, dan sesungguhnya para rijâl pada zaman ini tidak lagi butuh kepadanya ?."
Jawab:
"Al-Jarh wat ta'dîl itu berhubungan dengan perkara yang berkaitan dengan sunnah bagi orang-orang terdahulu yang jarh dan ta'dîl mereka dapat mengakibatkan tsubûtul ahâdîts (tetapnya hadîts-hadîts), atau tidak tsubûtnya hadîts-hadîts tersebut, mereka yang ada dan yang datang di kemudian hari tidaklah ada sedikitpun di sisi mereka untuk datang dengannya kecuali apa yang orang-orang terdahulu telah datang dengannya.
Dan sesungguhnya mereka hanyalah melihat kepada kalâm orang-orang terdahulu, ia berkata: Fulân begini, dan ia berkata: fulân begini, dan ia berkata: fulân begini, kemudian sampailah ia kepada kesimpulan.
Adapun dengan nisbah kepada zaman ini, maka at-ta'dîl dan at-tajrîh adanya di mahkamah (pengadilan) ketika para saksi tatkala mereka menyaksikan seseorang bahwasanya ia berada di atas keadaan begini, dan sesungguhnya orang yang tertuduh akan menjarh para saksi dengan apa yang ia ketahui yang ada pada mereka, sampai ia terbebas dari persaksian mereka jika mereka tidak dapat dipercaya, dan tidak dianggap.
Demikian pula pada orang-orang yang didapatkan dari mereka kesesatan, dan didapatkan dari mereka perbuatan merusak, maka ia menjelaskan keadaan mereka sampai mereka ditahdzîr, ini merupakan perkara yang dituntut.
Tetapi memperluas dalam perkara ini, dan menyibukkan diri padanya, sampai mengembalikan perkara kepada di mana ahlussunnah mencela ahlussunnah lainnya, dan sebagian mereka menjauh dari sebagian yang lain, maka ini tidak akan memperbaiki, dan tidaklah layak."
Sumber:
[Syarh 'Ilal At-Tirmidziy no rekaman 429, menit 62, dan bagian kedua no 13]
Kekeliruan, kritik, dan saran terkait terjemahan sampaikan pada penerjemah
FB Penerjemah: Dihyah Abdussalam
IG Penerjemah: @mencari_jalan_hidayah