"(Penjelasan Risalah Tauhid 29) | Oleh Syekh Saleh bin Humaid | Rabu 15-09-1447".
Pendahuluan: Pembagian Tauhid
Syekh Saleh bin Humaid menjelaskan bahwa tauhid terbagi menjadi tiga bagian utama [02:00]:
- Tauhid Rububiyah: Mengesakan Allah dalam perbuatan-Nya, seperti menciptakan, memberi rezeki, dan mengatur alam semesta [06:03].
- Tauhid Uluhiyah: Mengesakan Allah dalam perbuatan hamba, yaitu semua ibadah kita (doa, rasa takut, harapan, sembelihan) hanya ditujukan kepada Allah semata [07:46].
- Tauhid Asma' wa Shifat: Mengesakan Allah dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya [10:36].
Definisi Tauhid Asma' wa Shifat
Beliau menjelaskan bahwa tauhid ini adalah keyakinan bahwa Allah Esa dalam kesempurnaan mutlak dari segala sisi, baik dalam keagungan maupun kemuliaan [11:24]. Ini dilakukan dengan:
- Menetapkan apa yang Allah tetapkan untuk diri-Nya dalam Al-Qur'an.
- Menetapkan apa yang ditetapkan oleh Rasulullah ﷺ dalam hadis.
- Tanpa melakukan tahrif (penyimpangan makna), ta'thil (penolakan), takyif (menanyakan "bagaimana" hakikatnya), atau tamtsil (menyerupakan dengan makhluk) [00:40].
Kaidah Penting: Menghindari Penyerupaan
Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah bahwa penyimpangan dalam memahami sifat Allah sering kali muncul karena manusia menggunakan logika atau analogi berdasarkan apa yang mereka lihat pada makhluk [23:06].
- Syekh menegaskan: "Jangan mengukur sifat Allah dengan apa yang biasa kita lihat pada manusia" [24:05].
- Contohnya, ketika Allah menyebutkan memiliki "Tangan" atau "Turun ke langit dunia", kita menetapkan hakikatnya sesuai keagungan Allah tanpa membayangkan organ tubuh atau gerakan seperti manusia [24:30].
- Kita menetapkan maknanya secara hakiki tetapi menyerahkan "bagaimana" (kaifiyah) bentuknya kepada Allah [26:35].
Landasan Utama
Landasan utama dalam bab ini adalah firman Allah dalam Surah Asy-Syura ayat 11:
"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." [30:48]
Ayat ini mengandung dua hal: peniadaan keserupaan dengan makhluk dan penetapan bahwa Allah memiliki sifat-sifat sempurna (Mendengar dan Melihat) [31:05].
Kesimpulan
Beliau menutup dengan menyatakan bahwa pembahasan ini sangat penting bagi penuntut ilmu untuk menjaga kemurnian akidah, agar tidak terjatuh dalam kesalahan memahami sifat-sifat Allah yang Maha Agung [32:48].
Video lengkapnya dapat Anda tonton di sini: https://youtu.be/hn9s9MGRrjc