Syaikh berkata:
“Kami menolak untuk tetap menisbatkan diri kepada apa yang dahulu kami nisbatkan diri kepadanya. Sebagaimana yang kalian ketahui, saya adalah orang Albania.”
Penanya berkata:
“Semoga Allah menjaga Anda.”
Syaikh kemudian berkisah:
“Orang-orang Albania mayoritas bermazhab Hanafi. Jadi bisa dimaklumi kalau mereka tidak mengenal Islam kecuali dari sudut pandang mazhab Hanafi. Ayahku, kakekku, hingga leluhur terakhir yang kami ketahui, semuanya adalah penganut mazhab Hanafi. Dan aku menuntut ilmu di atas dasar itu dari ayahku.
Ayahku rahimahullah, semoga Allah mengampuni kami dan beliau, adalah seorang ulama dalam mazhab Hanafi, dan beliau memiliki jasa besar kepadaku. Bahkan ada dua keutamaan khusus yang beliau miliki, selain keutamaan yang dimiliki setiap ayah terhadap anaknya. Kalian tentu mengetahui sabda Nabi ‘alaihis shalatu was salam:
أَنْتَ وَمَالُكَ لِأَبِيكَ
‘Engkau dan hartamu adalah milik ayahmu.’
Maka setiap ayah memiliki jasa terhadap setiap anaknya. Adapun ayahku, beliau memiliki dua keutamaan yang membuatnya berbeda dari kebanyakan ayah lainnya.
Keutamaan pertama adalah bahwa beliau berhijrah bersama keluarganya, anak-anaknya yang salah satunya yaitu aku, dari Albania menuju Damaskus, negeri Syam. Hijrah itu menjadi sebab pertama keselamatan kami dari kebodohan, kalau tidak dikatakan dari kehidupan tanpa agama, yang meliputi orang-orang Albania ketika itu setelah hijrahnya ayahku rahimahullah. Dengan hijrah tersebut, beliau menyelamatkan kami dari musibah itu. Ini yang pertama.
Kemudian yang kedua, hijrah itu juga menjadi sebab aku mempelajari bahasa Arab, sehingga ketika membaca Al-Qur’an aku dapat memahaminya, dan ketika membaca hadits Rasulullah aku juga dapat memahaminya. Hijrah ini beserta segala dampak yang lahir darinya merupakan karunia besar dari Allah sebelum segala sesuatu, kemudian melalui ayahku sebagai sebabnya.
Adapun keutamaan kedua adalah ketika aku lulus dari sekolah dasar, ayahku adalah seorang yang miskin dan memiliki banyak tanggungan keluarga. Karena itu kami terpaksa tidak melanjutkan pendidikan, khususnya pendidikan formal pemerintah. Maka mau tidak mau aku harus memiliki suatu pekerjaan.
Pekerjaan pertamaku adalah menjadi tukang kayu, yaitu pertukangan kayu model Arab. Aku bekerja dalam bidang itu selama dua atau tiga tahun. Pada masa itu, di Damaskus sering turun hujan dan salju sehingga kami beberapa kali tidak dapat bekerja.
Suatu hari ayahku berkata kepadaku:
‘Bagaimana menurutmu wahai anakku? Menurutku pekerjaan ini bukan pekerjaan yang baik untukmu. Bagaimana kalau engkau bekerja bersamaku sebagai tukang jam?’
Aku menjawab sebagaimana biasanya:
‘Terserah ayah saja.’
Maka aku pun bekerja bersama beliau. Aku mempelajari profesi itu hingga menjadi mahir di dalamnya, dan pekerjaan itu memberiku kesempatan serta waktu untuk menuntut ilmu.
Sampai di sini saja agar tidak terlalu panjang. Jadi, ayahku rahimahullah memiliki jasa besar kepada kami karena telah menyelamatkan kami dari negeri kufur dan membawa kami ke negeri Islam.
Tujuanku menyampaikan kisah ini adalah untuk menjelaskan bahwa dakwah yang pertama kali aku tumbuh di atasnya adalah mazhab ayahku, yaitu mazhab Abu Hanifah. Namun ketika aku mulai memahami dan mendapatkan cahaya dari Al-Qur’an dan Sunnah, aku menolak untuk tetap fanatik kepada mazhab tersebut, menolak untuk hanya mengikutinya dan loyal sepenuhnya kepadanya.
Karena itu aku berpaling dari sikap fanatik terhadap mazhab dalam mengikuti agama, menuju ittiba’ kepada Nabi kita Muhammad ‘alaihis shalatu was salam. Dan semakin waktu berlalu, aku semakin yakin bahwa sebagaimana seorang muslim wajib mentauhidkan Allah dalam ibadahnya, maka ia juga wajib mengesakan Rasulnya dalam ittiba’, yaitu menjadikan beliau satu-satunya panutan dalam mengikuti ajarannya.”
https://www.al-albany.com/audios/content/2810/%D8%AB%D9%86%D8%A7%D8%A1-%D8%A7%D9%84%D8%B4%D9%8A%D8%AE-%D8%A7%D9%84%D8%A3%D9%84%D8%A8%D8%A7%D9%86%D9%8A-%D8%B9%D9%84%D9%89-%D8%A3%D8%A8%D9%8A%D9%87?fbclid=IwdGRjcARyOdVjbGNrBHI5z2V4dG4DYWVtAjExAHNydGMGYXBwX2lkDDM1MDY4NTUzMTcyOAABHhxN7CqxDOAuqVQVTIhJ3aBvv4u9TvLyYKE0k8E7nie2MxfiYjTfFgchVrGV_aem_vscF3mem9ona7IMStdIzvA