Fatwa Ibnu Taimiyah rahimahullaah
“Al-Asy‘ari dan para pengikutnya menetapkan sifat-sifat khabariyah seperti istiwa’ Allah di atas Arsy, wajah, dan tangan, serta membantah orang-orang yang menakwilkannya.”
Pasal
Mazhab Al-Asy‘ari sendiri, serta generasi sejawatnya seperti Abu al-‘Abbas al-Qalanisi dan semisalnya, juga para imam sebelumnya dari kalangan gurunya seperti Abu Muhammad ‘Abdullah bin Sa‘id bin Kullab, serta para imam sesudahnya dari kalangan murid-muridnya yang mengambil ilmu darinya, seperti Abu ‘Abdullah bin Mujahid, Abu al-Hasan al-Bahili, Abu Ishaq al-Isfarayini, Abu Bakr Ibn Furak, dan seperti Abu al-Hasan ‘Ali bin Mahdi ath-Thabari, penulis berbagai karya tentang penakwilan hadis-hadis musykil yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah dan yang semisal mereka.
Adapun generasi kedua yang mengambil ilmu dari para pengikut Al-Asy‘ari, seperti Al-Qadhi Abu Bakr—imam kelompok tersebut—, Abu Bakr Ibn Furak, Abu Ishaq al-Isfarayini, Abu ‘Ali bin Syadzan, dan selain mereka, maka mereka menetapkan sifat-sifat khabariyah yang dibawa oleh Al-Qur’an atau sunnah-sunnah mutawatir, seperti istiwa Allah di atas Arsy, wajah, tangan, datangnya Allah pada hari kiamat, dan selain itu.
Dan sungguh aku telah melihat perkataan setiap orang yang kusebutkan dari kalangan mereka yang menetapkan sifat-sifat tersebut, demikian pula orang-orang yang tidak kusebutkan. Kitab-kitab mereka dan kitab-kitab orang yang dinukil darinya penuh dengan penetapan hal itu, serta bantahan terhadap orang yang menakwil sifat-sifat dan khabar-khabar tersebut, dengan menyatakan bahwa takwil terhadap keduanya adalah jalan kaum Jahmiyah dan Mu‘tazilah serta yang semisal mereka.
Ustadz noor akhmad setiawan
https://ibntaymiyyah.org/fatwa/IT-00-06-47996f435de1?fbclid=IwdGRjcARyCM5jbGNrBHIIx2V4dG4DYWVtAjExAHNydGMGYXBwX2lkDDM1MDY4NTUzMTcyOAABHteOzVCY6msubyVLm8rnCSW366PGQnijts9Zvixf_JQDQpaKbT4PWNTrmWf3_aem_-VwfxYliFeyGwgbW76304Q