Minggu, 17 Mei 2026

Al-Mughirah bin Syu'bah dan seorang pemuda Arab melamar seorang wanita.

حدثنا مسلم بن صبيح الكوفي قال: سمعت أبي يقول: خطب المغيرة بن شعبة وفتىً من العرب امرأةً، وكان الفتى جريراً جميلاً فأرسلت إليهما المرأة فقالت: إنكما قد خطبتَماني، ولست أجيب أحداً منكما دون أن أراه وأسمع كلامه فاحضرا إن شئتما.

Muslim bin Shabih al-Kufi menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar ayahku berkata: Al-Mughirah bin Syu'bah dan seorang pemuda Arab melamar seorang wanita. Pemuda itu adalah orang yang sangat tampan dan rupawan. Maka wanita itu mengirim pesan kepada keduanya dan berkata, "Kalian berdua telah melamarku, dan aku tidak akan memberikan jawaban kepada salah satu dari kalian sebelum aku melihatnya dan mendengar ucapannya secara langsung. Datanglah kemari jika kalian berkenan."


​فحضرا فأجلستهما بحيث تراهما، وتسمع كلامهما. فلما رآه المغيرة ونظر إلى جماله وشبابه وهيئته يئس منها وعلم أنها لن تؤثره عليه، فأقبل على الفتى فقال له: لقد أوتيت جمالاً وحسناً وبياناً فهل عندك سوى ذلك؟ قال: نعم فعدد محاسنه ثم سكت

Keduanya pun datang, lalu sang wanita mendudukkan mereka di suatu tempat di mana dia bisa melihat keduanya dan mendengar perkataan mereka. Ketika Al-Mughirah melihat pemuda itu—melihat ketampanannya, kemudaannya, dan penampilannya yang gagah—ia merasa putus asa dan tahu bahwa wanita itu tidak akan memilih dirinya dibanding pemuda tersebut. Maka, Al-Mughirah berbalik menghadapi pemuda itu dan berkata, "Kamu benar-benar telah dianugerahi ketampanan, keindahan, dan kepandaian berbicara. Apakah kamu memiliki kelebihan lain selain itu?" Pemuda itu menjawab, "Ya," lalu dia mulai menyebutkan kebaikan-kebaikan dirinya, kemudian terdiam.

فقال له المغيرة: كيف حسابك؟ قال: ما يسقط عليّ منه شيء وإني لأستدرك منه أدق من الخردلة. فقال له المغيرة: لكني أضع البَدْرَةَ (٤) في زاوية البيت فينفقها أهلي على ما يريدون فما أعلم بنفادها، حتى يسألوني غيرها

.Al-Mughirah bertanya lagi kepadanya, "Bagaimana kemampuanmu dalam menghitung keuangan?" Pemuda itu menjawab, "Tidak ada satu hal pun yang terlewat dariku, bahkan aku bisa menghitung dan mengoreksi keuangan hingga sekecil biji sawi." Al-Mughirah lalu berkata, "Kalau aku, aku meletakkan satu kantong besar uang (badrah) di sudut rumah, lalu keluargaku membelanjakannya sesuka mereka. Aku tidak pernah tahu kapan uang itu habis sampai mereka meminta kantong yang baru lagi kepadaku."

فقالت المرأة: واللهِ لِهذا الشيخ الذي لا يحاسبني أحب إليّ من هذا الذي يُحصي عليّ مثل صغير الخردل. فتزوجت المغيرة

Mendengar hal itu, sang wanita berkata, "Demi Allah, orang tua (Syekh) yang tidak memperhitungkan pengeluaranku ini jauh lebih aku cintai daripada pemuda yang menghitung-hitung segalanya atasku hingga sekecil biji sawi." Maka, wanita itu pun menikah dengan Al-Mughirah.