Sabtu, 23 Mei 2026

مقاصد النكاح عند السلف /Tujuan-Tujuan Pernikahan Menurut Generasi Salaf (Terdahulu)

مقاصد النكاح عند السلف
Tujuan-Tujuan Pernikahan Menurut Generasi Salaf (Terdahulu)
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari
عن أسماء بنت أبي بكر رضي الله عنهما قالت:
Dari Asma binti Abi Bakar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata:
تزوجني الزبير وما له في الأرض من مال ولا مملوك ولا شيء غير ناضح وغير فرسه
"Al-Zubair menikahiku, sedangkan ia tidak memiliki harta benda di bumi, tidak pula budak, dan tidak memiliki sesuatu pun selain seekor unta penyiram tanaman dan seekor kudanya."
(Sahih Al-Bukhari: 5224)
Kutipan Ulama: Penjelasan Imam Al-Qurthubi
قال الإمام القرطبي رحمه الله:
Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata:
هذا يدل على أن المعتبر عندهم في الكفاءة إنما كان: الدين والفضل لا المال والغنى كما قال صلى الله عليه وسلم: (فعليك بذات الدين تربت يداك)
"Hadits ini menunjukkan bahwa standar kesepadanan (kafa'ah) dalam pernikahan yang diakui di sisi mereka (para sahabat) hanyalah: agama dan keutamaan akhlak, bukan harta ataupun kekayaan. Sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم: '(Maka pilihlah yang memiliki agama, niscaya kamu akan beruntung)'."
وإنما ذلك لأن القوم كانت مقاصدهم في النكاح التعاون على الدين وتكثير أمة محمد خاتم النبيين
"Hal itu tidak lain karena tujuan pernikahan di mata kaum (para sahabat) tersebut adalah saling tolong-menolong dalam urusan agama dan memperbanyak jumlah umat Muhammad, penutup para nabi."
ولأنهم علموا أن المال ظل زائل وسحاب حائل وأن الفضل باق إلى يوم التلاق
"Serta karena mereka mengetahui bahwa harta adalah bayangan yang akan sirna dan awan yang akan berlalu, sedangkan keutamaan (amal saleh) akan tetap kekal hingga hari pertemuan (hari kiamat)."
فأما اليوم فقد انعكست الحال وعدل الناس عن الواجب إلى المحال
"Adapun hari ini (di zaman beliau), keadaan telah berbalik. Manusia telah berpaling dari apa yang wajib (seharusnya diprioritaskan) menuju sesuatu yang semu/mustahil."
المفهم لما أشكل من كتاب تلخيص مسلم (٥/٥١٦)
Sumber: Kitab Al-Mufhim lima Asykala min Talkhisi Kitabi Muslim (Jilid 5, Halaman 516).