Rabu, 20 Mei 2026

Syaikh Abdul Karim Al Khudair

Pada tahun 1398 H, ayahku Syaikh Abdul Karim Al Khudair, semoga Allah menjaganya, mendaftar di program Magister (S2) di Fakultas Ushuluddin. Hingga akhir tahun 1400 H, beliau belum menulis satu huruf pun untuk tesisnya. Sebaliknya, beliau membaca selama 8 jam setiap harinya, dan jika waktu tersebut berkurang sedikit saja, beliau akan menggantinya di hari berikutnya. Beliau selalu berkata: 'Penelitian ilmiah itu membutuhkan fondasi (dasar yang kuat)' . Beliau baru menyidangkan tesisnya pada tahun 1402 H, yang berjudul 'Al Haditsu adh Dhaifu wal Hukmu al ihtijaji Bihi'( Hadits Dhaif dan Hukum Berhujah Dengannya). Kemudian pada tahun 1407 H, beliau menyidangkan disertasi Doktornya (S3). Sejak masa-masa itu hingga hari ini, jarang sekali aku melihat beliau tanpa memegang buku atau mushaf Al-Qur'an.

​Ilmu itu : Seandainya ia adalah perkara yang mudah, niscaya semua orang akan menempuhnya.

​✍️... Ahmad Abdul Karim Al Khudair
abu hilya asri