Selasa, 26 Mei 2026

Dan para ulama berbeda pendapat mengenai posisi *takbir muqayyad* ini (takbir yang terikat/dibaca setelah shalat wajib pada hari raya)


 "Dan para ulama berbeda pendapat mengenai posisi *takbir muqayyad* ini (takbir yang terikat/dibaca setelah shalat wajib pada hari raya); apakah dibaca sebelum istighfar dan sebelum ucapan "Allahumma antas-salam wa minkas-salam"(Ya Allah, Engkau adalah keselamatan dan dari-Mu keselamatan), atau setelah keduanya?
Sebagian ulama berpendapat: Posisi takbir tersebut adalah sebelum istighfar dan sebelum ucapan "Allahumma antas-salam", Jadi, ketika imam mengucapkan salam dan selesai shalat, ia langsung bertakbir dengan mengeraskan suaranya sesuai dengan apa yang akan disebutkan oleh penulis, kemudian barulah ia beristighfar dan mengucapkan  Allahumma antas-salam
 Namun, pendapat yang benar adalah bahwa istighfar dan ucapan Allahumma antas-salam, didahulukan. Hal ini karena istighfar dan ucapan Allahumma antas-salam lebih melekat (lebih utama disandingkan langsung) dengan shalat daripada takbir. Sebab, istighfar itu disunnahkan langsung tepat setelah shalat selesai; karena orang yang shalat tidak bisa menjamin bahwa ia telah menyempurnakan shalatnya dengan sempurna, melainkan pasti ada saja kekurangannya. Terlebih lagi di zaman kita sekarang ini, setan sering kali tidak mendatangi manusia kecuali ketika ia mulai bertakbir untuk shalat."

Catatan: Konteks teks di atas membahas tentang urutan dzikir setelah shalat fardhu pada hari raya (Eid), di mana terdapat ibadah tambahan berupa "Takbir Muqayyad".