Jumat, 29 Mei 2026

Begitulah sifat wara generasi terdahulu. Bagaimana dengan kita?

- Ibrahim bin Adham tidak meminum air Zamzam karena tidak membawa timba sendiri, meskipun tersedia timba di sana.

- Al-Haris Al-Muhasibi setiap hendak memakan makanan syubhat, jari-jarinya berkeringat pertanda tidak halal, sehingga beliau mengurungkan niat makan.

- Bisyr Al-Hafi pernah disuguhi makanan dalam sebuah acara, namun tangannya tidak bisa bergerak untuk mengambilnya hingga tiga kali, sehingga beliau mengetahui makanan itu syubhat.

- Abu Shalih Hamdun Al-Qashshar saat menunggui temannya yang sakaratul maut, segera mematikan lampu setelah temannya wafat karena minyak lampu telah menjadi hak ahli waris yatim, bukan lagi milik almarhum.

- Al Imam Ahmad ibn Hanbal pernah menggadaikan timbanya kepada pedagang sayur di Makkah. Ketika hendak mengambil kembali, pedagang menunjukkan dua timba dan mempersilakan memilih. Karena ragu mana miliknya, beliau memilih meng-hibbahkan timbanya kepada pedagang tersebut.

- Abdullah ibn Al-Mubarak pernah membiarkan tunggangannya merumput tanpa sadar di lahan milik pemerintah. Setelah mengetahuinya, beliau meninggalkan tunggangan itu dan tidak mau menaikinya lagi.

- Rabiah Al Adawiyah menjahit banyunya yang robek, di malam hari, dengan terbantu cahaya lampu dari rumah pejabat. Sejak saat itu ia kehilangan hatinya, sampai beberapa waktu yang cukup lama. Setelah sadar, dia robek kembali bajunya, lalu hatinya bisa khusyuk kembali.
 
Begitulah sifat wara generasi terdahulu. Bagaimana dengan kita?
Ustadz najih ibn abdul hameed