Minggu, 24 Mei 2026

Manhaj (janganlah engkau memuji waliyyul amri karena kebaikan yang ada padanya, dan jangan mencelanya, dan dengan klaim bahwasanya ini manhaj salaf, manhaj para aimmatud da'wah, dan ulamâ' kibâr. Dan ia pun menukil kalâm milik mereka pada pembicaan di konteks khusus, dan ia menjadikannya kaidah umum.

As-Syaikh Muhammad bin 'Umar Bâzmûl hafizhahullâh berkata:

Dinukil dari Twitter; As-Syaikh Sulaimân Ar-Ruhailiy hafizhahullâh berkata pada postingannya:

"Manhaj (janganlah engkau memuji waliyyul amri karena kebaikan yang ada padanya, dan jangan mencelanya, dan dengan klaim bahwasanya ini manhaj salaf, manhaj para aimmatud da'wah, dan ulamâ' kibâr. Dan ia pun menukil kalâm milik mereka pada pembicaan di konteks khusus, dan ia menjadikannya kaidah umum.

Lalu mengklaim bahwasanya memuji waliyyul amri karena kebaikan yang ada padanya adalah perbuatn ghuluw dan ithrâ' atau pujian yang berlebihan).

Manhaj takhdîriy (pembiusan akal) dan taktîkiy (taktik dan strategi politik) ini berbahaya, karena meninggalkan pintu terbuka untuk para ahlul fitan dengan mencela waliyyul amri."

Kekeliruan, kritik, dan saran terkait terjemahan sampaikan pada penerjemah

FB Penerjemah: Dihyah Abdussalam 
IG Penerjemah: @mencari_jalan_hidayah

Penjelasan maksud kalâm:
- Larangan memuji kebaikan penguasa itu berasal dari manhaj takhdîriy (pencucian akal), dan taktîkiy (da'i politik)

- Manhaj semacam ini akan meninggalkan pintu dalam keadaan terbuka bagi para ahlul fitan.

- Menisbahkan manhaj semisal ini kepada aimmah salaf hanyalah klaim, karena mereka menukil kalâm aimmah yang berbicara dalam konteks khusus tapi mereka gunakan untuk digeneralisir menjadi kaidah umum.