Senin, 25 Mei 2026

ORANG TUA DAN KAKAKNYA SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB MENENTANG DAKWAH SYEKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB?

Edisi Bantahan

ORANG TUA DAN KAKAKNYA SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB MENENTANG DAKWAH SYEKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB?

Yang mengatakan orang tua Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab rahimahullah menentang dakwah Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab rahimahullah adalah kebohongan yang nyata. Karena Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab rahimahullah mulai berdakwah setelah kematian bapaknya. 

Seorang orentalis plus intelijen Inggris yang bernama Hempher yang menulis kitab Mudzakarat Hempher (Memoirs of Mr. Hempher), yang mengatakan bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab –rahimahullah- mulai menampakkan dakwahnya pada tahun 1143 H. Dan ini merupakan kebohongan yang nyata, karena Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab –rahimahullah, mulai menampakkan dakwahnya pada tahun kematian ayahnya yaitu tahun 1153 H (Muqaddimmah Syarh Tsalatsah Al-Ushul li Ibn Al-‘Utsaimin). 

Maka bagaimana Syekh Abdul Wahhab rahimahullah orang tua Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab rahimahullah menentang dakwah anaknya, sedangkan anaknya baru mulai dakwah setelah kematian bapaknya. Apakah menyuarakan penentangannya dari alam kubur?

Bagaimana dengan kakaknya, Syekh Sulaiman Bin Abdul Wahhab rahimahullah, betulkah beliau menentang dakwah Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab rahimahullah?

Kalau ini betul adanya. Sulaiman Bin Abdil Wahhab rahimahullah menentang dakwah Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab rahimahullah, dengan menulis dua kitab, ash-Shawaiq al-Ilahiyyah fi ar-Raddi ‘ala al-Wahhabiyah dan kitab Fashlu al-Khitab fi ar-Radi ‘ala Muhammad bin Abdil Wahhab.

Namun akhirnya beliau pun mendukung dakwah Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab setelah tampak kebenaran yang dibawa oleh adiknya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. 

Mayoritas ulama mengatakan bahwa Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab telah bertaubat dan menerima dakwah tauhid, sebagaimana disebutkan Ibnu Ghonnam (Tarikh Nejed : 1/143), Ibnu Bisyr (Unwan Majd hlm. 65), Syaikh Dr. Muhammad bin Sa’ad as-Syuwa’ir (Dalam makalahnya “Sulaiman bin Abdul Wahhab Syaikh Muftaro ‘Alaihi” dimuat dalam Majalah Buhuts Islamiyyah, edisi 60/Tahun 1421 H), dan sebagainya.

Berkata Syaikh Mas’ud an-Nadwi rahimahullah: “Termasuk orang yang menentang dakwah beliau (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab) adalah saudaranya sendiri, Sulaiman bin Abdul Wahhab (wafat 1208 H) yang menjadi qadhi di Huraimila’ sebagai pengganti ayahnya. Dia menulis beberapa tulisan berisi bantahan kepada saudaranya, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, yang dipenuhi dengan kebohongan. Dan sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Ghonnam bahwa dia menyelisihi saudaranya hanya karena dengki dan cemburu saja. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab telah menulis bantahan terhadap tulisan-tulisannya, tetapi pada akhirnya Alloh memberinya hidayah, (sehingga dia) bertaubat dan menemui saudaranya di Dar’iyyah pada tahun 1190 H yang disambut baik dan dimuliakan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Ada buku Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab yang tercetak dengan judul ash-Showa’iq IIahiyyah fi ar-,Roddi ‘ala Wahhabiyyah. Musuh-musuh tauhid sangat gembira dengan buku ini, namun mereka sangat malu untuk menyebut taubatnya Sulaiman.” (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Mushlih Mazhlum hlm. 48-50).

Namun sekiranya betul orang tua dan kakaknya menentang dakwah Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab rahimahullah, tidak menjadikan orang tua dan kakaknya di atas kebenaran. Karena kalau kaidahnya seperti itu berarti isteri dan anak Nabi Nuh yang menentang dakwah Nabi Nuh alaihissallam di atas kebenaran, demikian pula bapaknya Nabi Ibrahim, istrinya Nabi Luth, pamannya Nabi shallallahu alaihi wasallam Abu Lahab bin 'Abdul Muttalib dan yang lainnya. 

Yang pasti kisah orang tua Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab rahimahullah menentang dakwah Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab rahimahullah itu tidak benar dan kakaknya menentang hanya diawal-awal dakwah, yang pada akhirnya beliau bertaubat dan mendukung dakwah tauhid dan sunnah Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab rahimahullah. 

AFM

Copas dari berbagai sumber
https://www.facebook.com/share/1DoY6oGXQS/
Ustadz badrusalam