Rabu, 27 Mei 2026

KETIKA IBN MAS'UD SHALAT DI BELAKANG PEMIMPIN MABUK

KETIKA IBN MAS'UD SHALAT DI BELAKANG PEMIMPIN MABUK

Diantara 'Aqidahnya para Salaf adalah tetap shalat di belakang pemimpin yang baik ataupun yang fajir sekalipun. Begitu banyak riwayat yang menggambarkan praktik mereka akan hal tersebut, dan tertulis di kitab-kitab 'Aqidah yang mu'tabar.

Seperti contohnya Ibn 'Umar radhiyallahu 'anhuma yang tetap shalat di belakang al-Hajjāj.¹

Ibn Mas'ud dan yang lainnya—radhiyallahu 'anhum, shalat di belakang al-Walid bin 'Uqbah [pemimpin Kufah di masa 'Utsman bin 'Affan] sementara ia MABUK karena MINUM KHAMR, sehingga 'Uqbah mengimami manusia SHALAT SHUBUH dengan 4 RAKA'AT. Ia pun bertanya pada jama'ah shalat,

أزيدكم ؟
"Apakah saya menambah raka'at shalat [lagi] untuk kalian?"

Ibn Mas'ud radhiyallāhu 'anhu menjawab,

ما زلنا معك منذ اليوم في زيادة

"Kami terus bersamamu dalam penambahan shalat dari hari ini [hingga sebelum-sebelumnya]".²

Kemudian [mungkin] karena saking seringnya 'Uqbah memimpin shalat dalam keadaan mabuk hingga menambah raka'at, maka umat pun melaporkannya pada pimpinan tertinggi kala itu ['Utsman bin 'Affan radhiyallāhu 'anhu].

Itu diantara contoh dari contoh lainnya terkait sikap as-Salaf dalam menyikapi pemimpin muslim.

Para as-Salaf itu lebih cinta pada Sunnah Nabi-nya daripada hawa nafsu mereka sendiri. Mereka lebih menginginkan kemashlahatan yang besar bagi kaum muslimin daripada "kemashlahatan" yang dibalut euforia semu tanpa ilmu.

✒️ Mochamad Teguh Azhar, S.Kom.I., Lc., M.A.
===================

Footnote:
1. Riwayat Ibn Abi Syaibah, 4/340. Dishahihkan al-Albaniy dalam al-Irwā al-Ghalīl.
2. Riwayat Ahmad [1/144] dan al-Baihaqiy [8/318]. Syu'aib al-Arnauth—Muhaqqiq Musnad—mengatakan isnadnya shahih berdasarkan syarat Imam Muslim.