Mustafa صادق الرافعي berkata:
“Sesungguhnya pernikahan adalah ketika seorang wanita menemukan dalam diri suaminya sosok pahlawannya,
dan seorang pria menemukan dalam diri istrinya sosok anak kecilnya sekaligus ibunya.
Jika makna-makna ini berkumpul dalam sebuah rumah, maka ketenangan dan rasa aman pun akan turun di dalamnya.”
Maksud dari perkataan di atas adalah menggambarkan keindahan dan keseimbangan dalam hubungan suami istri: Wanita melihat suaminya sebagai “pahlawan” → merasa dilindungi, dihargai, dan punya tempat bersandar. Suami menjadi sosok yang memberi rasa aman dan kuat. Pria melihat istrinya sebagai “anak kecilnya”
→ ada sisi manja, lembut, dan ingin disayang. Sekaligus sebagai “ibunya” → ada kasih sayang, perhatian, dan kehangatan yang menenangkan. 👉
Jadi, dalam pernikahan itu ada campuran rasa: cinta, perhatian, perlindungan, kelembutan, dan kasih sayang yang tulus.
Kalau semua perasaan itu hadir dalam satu rumah, maka rumah tangga akan terasa nyaman, hangat, dan penuh ketenangan (aman). Intinya: Pernikahan yang indah adalah ketika masing-masing saling melengkapi secara emosional, bukan hanya sekadar hidup bersama.
#fiqih #nikah