Senin, 23 Maret 2026

Ada seorang yang tinggal di suatu negara yang puasa di negara selalu terlambat sehari dibanding negara lain, menanyakan kondisi dilematis yang ia hadapi perihal awal puasa dan hari iednya.

Ngaji fiqih pakai metode setengah kopling, hasilnya bisa seru.

Ada seorang yang tinggal di suatu negara yang puasa di negara selalu terlambat sehari dibanding negara lain, menanyakan kondisi dilematis yang ia hadapi perihal awal puasa dan hari iednya.

Berikut redaksi pertanyaannya: 
"Saya tidak berpuasa atau berbuka puasa berdasarkan penampakan bulan sabit dengan mata kepala sendiri, melainkan berdasarkan kesaksian dua orang Muslim yang dapat dipercaya.

Masalahnya adalah negara saya selalu memulai dan berbuka puasa sehari lebih lambat daripada negara-negara Muslim lainnya di dunia. 

Saya menganut prinsip puasa serentak, jadi saya berpuasa dan berbuka puasa bersama mayoritas ummat Islam, mengingat kita semua adalah ummat Islam, hidup di negeri-negeri Islam, dari Indonesia hingga Maroko.

Pertanyaan saya berkaitan dengan salat Ied. Saya tidak dapat melakukan bersafar hanya untuk menunaikan shalat ied. 

Jika saya salat bersama orang-orang di negara saya, meskipun terlambat, apakah itu sudah cukup, atau sebaiknya saya tidak salat dan dengan demikian kehilangan pahala? Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah."

Seru bukan ?

Simak jawabannya dengan seksama:

Jika penduduk negaramu menetapkan ied berdasarkan ru'yah bulan sabit, maka kamu harus berpuasa dan berbuka puasa bersama mereka, dan janganlah kamu menyelisihi mereka dan mengikuti ru'yah bulan sabit negara lain. Hal ini berdasarkan sabda Nabi (shalawat dan salam kepadanya): 
(الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ ، وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ ، وَالْأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ) 
"Berpuasa adalah berpuasa pada hari kalian semua berpuasa, berbuka puasa adalah pada hari kalian semua berbuka puasa, dan  berkurban adalah pada hari kalian semua berkorban/menyembelih." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidhi, 697). 

Sebagian ulama menafsirkan hadits ini dengan mengatakan: 'Artinya adalah bahwa puasa dan berbuka puasa harus dilakukan bersama masyarakat dan mayoritas orang.'" 

Hadits ini disahihkan oleh Al-Albani dalam Sahih At-Tirmidhi.

Jika Anda mengikuti pendapat bahwa ru'yah bulan sabit di suatu negara mengikat semua negara, dan ini mengharuskan Idul Fitri Anda jatuh sebelum hari ied masyarakat negaramu, maka Anda harus menyembunyikan berbuka puasa dan tetap melaksanakan salat Idul Fitri bersama mereka keesokan harinya sebagai pengganti.

 Syekh Ibnu Utsaimin berkata: "...Jika engkau meyakini bahwa pendapat pertama harus diikuti, dan bahwa jika bulan sabit terlihat di suatu tempat di wilayah Muslim sesuai hukum Islam, maka wajib untuk beramal sesuai dengan ru'yah tersebuy, sedangkan negara Anda tidak mengikuti ini dan menganut salah satu dari dua pendapat lainnya, maka Anda tidak boleh secara terbuka menyatakan perbedaan anda , karena ini akan menyebabkan perselisihan, kekacauan, dan perdebatan. 

Anda dapat berpuasa secara diam-diam ketika bulan sabit Ramadhan telah nampak di negara lain dan berbuka puasa secara diam-diam ketika bulan sabit Syawal telah nampak di negara lain.

Namun, menampakkan perbwdaan  secara terbuka tidaklah pantas dan bukan sesuatu yang diperintahkan Islam." [Kutipan akhir dari “Majmu’ Fatawa Syekh Ibnu Utsaimin” (19/44)] 

Contoh nyata praktek setengah kopling....dalam berfatwa dan menilai kondisi riil di lapangan dengan kaca mata fiqih.....dinamis, luwes, lembut dan mencerminkan spirit toleransi terukur......
https://islamqa.info/ar/answers/157275/%D8%A7%D8%B0%D8%A7-%D8%A7%D8%AE%D8%B0-%D8%A8%D8%B1%D9%88%D9%8A%D8%A9-%D8%A8%D9%84%D8%AF-%D8%A7%D8%AE%D8%B1-%D9%81%D9%87%D9%84-%D9%8A%D8%B5%D8%AD-%D8%A7%D9%86-%D9%8A%D9%88%D8%AE%D8%B1-%D8%B5%D9%84%D8%A7%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%8A%D8%AF-%D9%84%D9%8A%D8%B5%D9%84%D9%8A-%D9%85%D8%B9-%D8%A7%D9%87%D9%84-%D8%A8%D9%84%D8%AF%D9%87?fbclid=IwdGRjcAQut6RjbGNrBC63nGV4dG4DYWVtAjExAHNydGMGYXBwX2lkDDM1MDY4NTUzMTcyOAABHlAXd87pJLZR0s-N701DAVpHO2khhBtyKEcUSEE2KB4BB6N872JbDd6cQ61i_aem_vlixuaJINw4PhY39D7s0xw
Ust Dr muhammad arifin badri Ma
https://www.facebook.com/share/p/185RxBmmnj/