قال ابن سعد (٤) في الطبقات : أنبأنا ( ۲۸ / ب ) قبيصة بن عقبة ثنا أفلح بن حميد عن القاسم بن محمد (٥) قال : كان اختلاف أصحاب (٦) محمد (۷) رحمة للناس (۸) ، أخرجه البيهقي في المدخل بلفظه . وقال ان سعد : أنا قبيصة بن عقبة ثنا سفيان عن إسماعيل بن عبد الملك عن عون (۹) عن عمر بن عبد العزيز (۱۰) قال : ما يسرنى باختلاف أصحاب حل الله النبی (۱۱) حمر النعم (۱۲)
Thabaqat: Qubaishah bin Uqbah memberitahu kami, (ia berkata): Aflah bin Humaid menceritakan kepada kami, dari Al-Qasim bin Muhammad, ia berkata:
> "Perselisihan (perbedaan pendapat) para sahabat Muhammad ﷺ adalah rahmat bagi manusia."
> (Diriwayatkan juga oleh Al-Baihaqi dalam Al-Madkhal dengan lafaz yang sama).
>
Dan Ibnu Sa'ad berkata: Qubaishah bin Uqbah memberitahu kami, (ia berkata): Sufyan menceritakan kepada kami, dari Isma’il bin Abdul Malik, dari 'Aun, dari Umar bin Abdul Aziz, ia berkata:
> "Aku tidak akan merasa senang jika para sahabat Nabi ﷺ tidak berselisih pendapat, karena jika mereka tidak berselisih, maka tidak akan ada keringanan (rukhsah)." (Dalam teks Anda tertulis "Humrun Na'am" yang merujuk pada: "Aku tidak akan menukar perselisihan sahabat Nabi ﷺ dengan unta-unta merah [harta yang paling berharga].")
:
* Ikhtilaf (Perselisihan): Dalam konteks ini, yang dimaksud bukanlah pertikaian fisik, melainkan perbedaan ijtihad dalam masalah hukum agama (fikih).
* Rahmat bagi Manusia: Perbedaan pendapat para sahabat memberikan fleksibilitas bagi umat Islam. Jika para sahabat hanya memiliki satu pendapat dalam segala hal, maka syariat akan menjadi sangat kaku dan sempit.
* Humrun Na'am (Unta Merah): Ini adalah kiasan bangsa Arab kuno untuk menggambarkan harta kekayaan yang paling mewah dan berharga. Umar bin Abdul Aziz menegaskan bahwa nilai dari "ruang keberagaman" yang ditinggalkan para sahabat jauh lebih berharga daripada kekayaan duniawi.
Al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar adalah seorang ulama dari golongan tabi'in, dan ahli fiqih ternama yang termasuk dalam Tujuh Fuqaha Madinah. Al-Qasim adalah cucu dari sahabat Nabi Abu Bakar ash-Shiddiq.