Al-Marrudzi bercerita:
Aku bertanya kepada Imam Ahmad: 'Aku meminjam sebuah buku yang isinya penuh dengan kesesatan. Menurut Anda, apakah aku harus merobek atau membakarnya?' Beliau menjawab: 'Ya (lakukanlah).'
Ibnul Qayyim berkata dalam Al-Thuruq al-Hukmiyyah:
Intinya adalah: buku-buku yang isinya penuh dengan kedustaan dan bidah wajib dimusnahkan dan dihilangkan. Buku-buku semacam itu jauh lebih utama untuk dimusnahkan daripada sekadar merusak alat musik atau menghancurkan wadah khamr. Sebab, dampak buruk dari buku-buku tersebut jauh lebih besar (bagi agama). Tidak ada kewajiban ganti rugi atas pemusnahannya, sebagaimana tidak ada ganti rugi bagi seseorang yang memecahkan botol miras atau merobek kantong kulit penyimpan khamr.
Al-Buhuti al-Hanbali berkata dalam Syarh al-Muntaha:
(Wajib memusnahkan buku-buku mereka yang telah diubah-ubah syariatnya) guna membendung dampak buruknya. Hal ini juga dianalogikan (qiyas) pada buku-buku aliran menyimpang seperti Rafidhah, Mu’tazilah, dan sejenisnya.
Keterangan di gambar :
Kepala kepolisian bagian ketertiban di Damaskus telah mengeluarkan instruksi untuk menyita buku-buku Rafidhah yang dijual di Jalan Ats-Tsaurah, menyusul adanya laporan terkait hal tersebut.
___
قَالَ الْمَرُّوذِيُّ: قُلْت لِأَحْمَدَ: اسْتَعَرْت كِتَابًا فِيهِ أَشْيَاءُ رَدِيئَةٌ، تَرَى أَنْ أَخْرِقَهُ أَوْ أَحْرِقَهُ؟ قَالَ: نَعَمْ.
قال ابن القيم في "الطرق الحكمية":"وَالْمَقْصُودُ: أَنَّ هَذِهِ الْكُتُبَ الْمُشْتَمِلَةَ عَلَى الْكَذِبِ وَالْبِدْعَةِ يَجِبُ إتْلَافُهَا وَإِعْدَامُهَا، وَهِيَ أَوْلَى بِذَلِكَ مِنْ إتْلَافِ آلَاتِ اللَّهْوِ وَالْمَعَازِفِ، وَإِتْلَافِ آنِيَةِ الْخَمْرِ، فَإِنَّ ضَرَرَهَا أَعْظَمُ مِنْ ضَرَرِ هَذِهِ، وَلَا ضَمَانَ فِيهَا، كَمَا لَا ضَمَانَ فِي كَسْرِ أَوَانِي الْخَمْرِ وَشَقِّ زِقَاقِهَا".
قال البهوتي الحسني الحنبلي في "شرح المنتهى":"(وَيَجِبُ إتْلَافُ كُتُبِهِمْ الْمُبَدَّلَةِ) دَفْعًا لِضَرَرِهَا وَقِيَاسُهُ كُتُبُ نَحْوِ رَفْضٍ وَاعْتِزَالٍ".
تقي الدين الحنبلي
Ibn nashrullah