الصمت زين العالم، وستر الجاهل» (1) .
- وأخرج الديلمي عن أنس - رضي الله عنه - قال: قال
رسول الله - -:
والصمت سيد الأخلاق (۲) .
١٠ - وأخرج أبو القاسم الزجاجي (۳) في «أماليه» والطبراني، عن
عبادة بن الصامت أن رسول الله - - خرج ذات يوم فسار على راحلته، فقال له معاذ بن جبل أي الأعمال أفضل؟ فأشار
رسول الله - - إلى فيه وقال :
الصمت إلا من خير (4) .
قال معاذ بن جبل (٥) : وهل يؤاخذنا الله بما تتكلم به ألسنتنا؟
"Diam adalah hiasan bagi orang yang alim (berilmu) dan penutup aib bagi orang yang bodoh." (1).
— Ad-Dailami meriwayatkan dari Anas —radhiyallahu 'anhu— ia berkata: Rasulullah —shallallahu 'alaihi wasallam— bersabda:
"Diam adalah penghulu (pemimpin) dari segala akhlak." (2).
10 — Abu al-Qasim az-Zujaji (3) dalam kitab "Amali"-nya dan Ath-Thabrani meriwayatkan dari Ubadah bin ash-Shamit, bahwa Rasulullah —shallallahu 'alaihi wasallam— keluar pada suatu hari dengan mengendarai hewan tunggangannya. Lalu Mu'adz bin Jabal bertanya kepada beliau: "Amalan apakah yang paling utama?"
Maka Rasulullah —shallallahu 'alaihi wasallam— mengisyaratkan ke arah mulutnya dan bersabda:
"Diam, kecuali dari kebaikan." (4).
Mu'adz bin Jabal berkata (5): "Apakah Allah akan menghisab (menyiksa) kita karena apa yang diucapkan oleh lidah kami?"
Catatan Penting dalam Terjemahan:
* Al-Alim/Al-Alam: Konteks kalimat pertama biasanya merujuk pada "Orang Berilmu" (Al-Alim), yang berarti diamnya orang berilmu akan menambah wibawanya, sementara diamnya orang bodoh akan menutupi ketidaktahuannya.
* Sayyid al-Akhlaq: Diartikan sebagai "pemimpin" atau "puncak" dari kemuliaan akhlak.
* Fihi: Secara harfiah berarti "mulutnya".
https://www.facebook.com/share/v/1beAheFAvM/
Video di atas keterangan syaikh abdurrozaq al badr hafidzahullah
"Diam adalah perhiasan bagi orang berilmu dan penutup bagi orang bodoh."
Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata:
> "Diam adalah perhiasan bagi orang berilmu, dan penutup (aib) bagi orang bodoh."
> (Hilyatul Auliya, 7/82)
>
Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafidzahullah menjelaskan:
> "Makna 'Diam adalah perhiasan bagi orang berilmu' yaitu: diam menjadi keindahan baginya.
> Sedangkan makna 'Penutup bagi orang bodoh' yaitu: agar kebodohannya tidak nampak. Sebab, jika ia ikut terjun dalam majelis-majelis pembicaraan, membiarkan dirinya berbicara seenaknya dan masuk ke dalam berbagai urusan maupun masalah, maka akan tampaklah kebodohan yang ia miliki. Padahal, jika ia diam, niscaya ia akan selamat dan terjaga di saat yang sama."
> (Syarh ar-Risalah al-Mughniyah fis Sukut wa Luzumil Buyut, hal. 18)
>
Poin Penting dari Kutipan Tersebut:
* Wibawa: Orang berilmu yang tidak banyak bicara kecuali pada hal yang bermanfaat akan terlihat lebih berwibawa.
* Perlindungan: Bagi orang yang tidak tahu (awam), diam adalah cara terbaik untuk menjaga kehormatan dirinya agar tidak terlihat salah atau keliru dalam berucap.
* Keselamatan: Banyak bicara tanpa ilmu seringkali membawa penyesalan, sedangkan diam membawa ketenangan.