Selasa, 24 Maret 2026

memberi fatwa kepada manusia hanya berdasarkan apa yang tertulis dalam kitab-kitab, tanpa memperhatikan perbedaan adat mereka, kebiasaan mereka, zaman mereka, tempat mereka, kondisi mereka, serta berbagai keadaan yang melingkupi mereka, maka sungguh ia telah sesat dan menyesatkan.

Ibnu al-Qayyim rahimahullah berkata:

“Ini adalah inti dari fikih yang murni.
Barang siapa memberi fatwa kepada manusia hanya berdasarkan apa yang tertulis dalam kitab-kitab, tanpa memperhatikan perbedaan adat mereka, kebiasaan mereka, zaman mereka, tempat mereka, kondisi mereka, serta berbagai keadaan yang melingkupi mereka, maka sungguh ia telah sesat dan menyesatkan.
Dampak kerusakan yang ia timbulkan terhadap agama lebih besar daripada kerusakan yang ditimbulkan oleh seorang dokter yang mengobati semua orang—dengan perbedaan negeri, kebiasaan, zaman, dan tabiat mereka—hanya berdasarkan satu buku kedokteran untuk semua tubuh mereka.
Bahkan, dokter yang bodoh dan mufti yang bodoh ini adalah termasuk yang paling berbahaya bagi agama manusia dan tubuh mereka.
Dan hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.”

وهذا محض الفقه ، ومن أفتى الناس بمجرد المنقول في الكتب على اختلاف عرفهم وعوائدهم وأزمنتهم وأمكنتهم وأحوالهم وقرائن أحوالهم فقد ضل وأضل ، وكانت جنايته على الدين أعظم من جناية من طبب الناس كلهم على اختلاف بلادهم وعوائدهم وأزمنتهم وطبائعهم بما في كتاب من كتب الطب على أبدانهم ، بل هذا الطبيب الجاهل وهذا المفتي الجاهل أضر ما على أديان الناس وأبدانهم والله المستعان .
I'lamul Muwaqqi'in 3/66
Ust noor akhmad setiawan