Penulis: Abdul Aziz bin Abdullah Al-Falih (@ALfaleh...)
"Tahun lalu di bulan Ramadhan, saya menulis tentang Syaikh Al-Allamah Abdurrahman Al-Barrak —semoga Allah menjaganya— bahwa beliau telah menjadi imam selama hampir tujuh puluh tahun. Syaikh sekarang mendekati usia 95 tahun, dan beliau masih terus mengimami shalat di masjidnya di lingkungan Al-Farouq, kota Riyadh —semoga Allah menyempurnakan kesehatan dan keafiatannya—.
Pada bulan ini (Ramadhan), Syaikh mengimami orang-orang hanya untuk shalat fardu saja. Namun, hal yang menakjubkan adalah shalat Qiyam (Tarawih/Tahajud) di masjid beliau hari-hari ini dimulai pukul 01.30 dini hari dan berlanjut hingga pukul 04.00 subuh.
Dalam satu salam (dua rakaat), dibacakan satu juz penuh Al-Qur'an. Syaikh sendiri ikut shalat bersama orang-orang di belakang imam yang beliau tunjuk, dan beliau tetap mengikuti shalat hingga selesai.
Setelah shalat, Syaikh memberikan komentar (penjelasan) terhadap ayat-ayat yang telah dibaca selama sekitar setengah jam. Para jamaah pun beristirahat sejenak, sambil disuguhi kopi, teh, dan dupa (gaharu), mengikuti tradisi lama banyak masjid di Kerajaan Saudi sejak lima puluh tahun yang lalu.
Salah seorang penuntut ilmu yang shalat bersama Syaikh kemarin menceritakan kepada saya bahwa ada banyak sekali pemuda yang hadir, bahkan anak-anak kecil pun ikut shalat Qiyam bersama mereka.
Saya katakan: Ya, begitulah keadaan masjid-masjid di tempat kami di Riyadh zaman dulu, di mana shalat Tarawih dan Qiyam dilakukan dengan durasi yang lama. Saya sangat kagum dengan semangat tinggi Syaikh Al-Barrak —semoga Allah menjaganya dan memberi kita manfaat melalui beliau— meskipun usia beliau sudah lanjut. Masya Allah, Tabarakallah.
Saya memohon kepada Allah Ta'ala agar senantiasa memberikan kesehatan dan keafiatan kepada Syaikh, serta memberikan manfaat kepada kaum muslimin melalui ilmu beliau."